(Seharusnya) Masuk Bulan Agustus: iPhone 3GS dan HTC Hero

hero-iphone3gs

Ada dua jenis handset yang sangat ditunggu-tunggu oleh pecinta gadget Indonesia. Yang pertama adalah Apple iPhone generasi ketiga, atau juga dikenal sebagai iPhone 3GS, dan generasi Android terbaru dari HTC bernama HTC Hero. Rencananya iPhone 3GS akan dibundle oleh Telkomsel, sementara HTC Hero akan ditawarkan secara eksklusif oleh XL di bulan Agustus ini. Meskipun demikian, walau tinggal 9 hari menuju bulan September belum ada tanda-tanda kedua ponsel ini ditawarkan secara resmi, meskipun untuk iPhone 3GS sendiri sudah ada halaman pre-order di situs Telkomsel.

iPhone 3GS adalah pembaruan dari generasi iPhone yang sudah terbukti mengalami kesuksesan penjualan secara global. Selain iPhoneOS 3.0 yang sudah secara default ditanamkan, iPhone 3GS juga mengalami peningkatan kemampuan hardware, kualitas kamera, dan penambahan kompas digital. HTC Hero di sisi lain juga merupakan generasi ponsel Android mutakhir yang secara default mengusung tampilan rasa HTC dengan hadirnya SenseUI.

Saya pribadi memprediksikan jika tidak jadi dikeluarkan Agustus ini, kemungkinan besar peluncuran kedua gadget ini akan diundur hingga bulan Oktober setelah lebaran. Akan sangat riskan mengeluarkan suatu line up baru di bulan puasa, di mana kebanyakan alokasi pengeluaran difokuskan untuk keluarga dan mudik. Tentunya Anda yang sudah lama menunggu peluncuran kedua ponsel ini di sana harus menunggu lebih lama.

Disclaimer: juga dimuat di blog fring Indonesia

XL BB Mall meluncur, sudah dicoba?

xl-bb-mall

Salah satu added value di kala persaingan operator BlackBerry yang semakin sengit. XL meluncurkan aplikasi BB Mall, semacam App World tapi khusus untuk pengguna XL. Dengan BB Mall ini, pengguna layanan BlackBerry XL dapat mendapatkan informasi terkini tentang BlackBerry dan mengunduh sejumlah themes ataupun aplikasi dengan harga lebih murah daripada Anda membeli langsung ke pihak luar.

Bangganya, aplikasi ini murni di-develop oleh anak bangsa, yaitu Better-B. Peluncuran BB Mall ini berbarengan dengan peluncuran BlackBerry Storm oleh XL, menyusul Telkomsel dan Indosat. Acara dilaksanakan di Dragonfly, kawasan Gatot Soebroto.

Untuk mencobanya — dan harus pengguna XL BlackBerry terlebih dulu — silakan akses http://xlmall.betterb.mobi dari ponsel BlackBerry Anda. Sayangnya saya belum bisa memberikan laporan langsung. Berikut adalah testimoni yang sudah mencoba XL BB Mall.

Layanan ini baru bisa dinikmati untuk pengguna BlackBerry ber-trackball ataupun layar sentuh yang OS-nya versi 4.5 dan 4.6. Dengan demikian belum bisa digunakan oleh ponsel BlackBerry dengan versi yang lebih lama yang menggunakan trackwheel, misalnya seri 87xx.

Silakan ikuti instruksi langkah demi langkahnya di situs resmi XL atau halaman install Better-B.  Oh ya, layanan ini menggunakan layanan APN BlackBerry sehingga tidak perlu takut charge tambahan untuk pengunduhan data. Selain itu ada bonus tambahan 1 aplikasi dan 2 themes tiap bulannya untuk tiap pengguna.

[sumber gambar]

Impor BlackBerry bukan monopoli operator?

blackberry-app-world

Suatu wacana menarik dikemukakan oleh Depkominfo. Seperti yang diberitakan oleh detikInet, Depkominfo telah melansir sertifikasi Ditjen Postel untuk importir selain importir bagi produk BlackBerry. Tentunya setelah importir tersebut mengurus segala kelengkapannya di sini (surat-surat dll). Yang jadi pertanyaan, apa benar BlackBerry yang diimpor tersebut adalah sah (atau tidak)?

Seharusnya kita kembali berkaca pada pola distribusi yang selama ini dilakukan oleh RIM. Untuk menjual produk BlackBerry-nya — di mana pun di dunia ini — RIM SELALU menggandeng operator setempat. Ini karena RIM selalu menjual paket layanan yang bersifat kontinuitas yang disebut BIS dan BES. Makanya jika kita perhatikan semua handset BlackBerry selalu berlogo operator, entah itu Rogers, AT&T, T-Mobile, O2, Vodafone, bahkan termasuk Indosat (saya tidak tahu apakah Telkomsel dan XL juga melansir logo sendiri).

Nah, melihat hal ini, apa iya di USA atau Kanada ada pihak yang tidak berafiliasi dengan operator bisa menjual BlackBerry secara ketengan? Sejauh yang tahu sih tidak ada. Tapi bisa kita bilang pasar Indonesia adalah unik, di mana pola penjualan melalui operator adalah suatu barang baru. Selama ini konsumen biasa membeli di toko, sementara membeli paket melalui operator disinyalir membuat harga menjadi jauh lebih mahal — meskipun di-bundle dengan sejumlah paket insentif.

Buat saya pribadi, impor secara sendiri-sendiri di luar pengawasan operator memberikan celah bagi adanya barang dengan PIN kloningan, barang non garansi dari produk refurbished, dan kemungkinan semakin banyak PIN yang di-suspend  di Indonesia karena kecurangan-kecurangan seperti ini.

Seharusnya bagaimana pihak RIM dan pihak operator menghadapi keinginan regulator — dalam hal ini Depkominfo — dalam pengadaan handset BlackBerry? Seharusnya impor melalui non-operator harus SANGAT DIBATASI untuk menghindari adanya kasus-kasus yang merugikan konsumen.

Bukan berarti kalau lewat operator akan tidak ada kasus, tapi setidaknya ada jaminan hukum seandainya terjadi masalah. Bagaimana Anda bisa menuntut RIM memperbaiki suatu unit yang memiliki PIN ganda akibat ulah tangan-tangan kotor di luar sana jikalau belinya di pedagang yang tidak jelas juga?

Jika terjadi kasus — misalnya seperti dilansir oleh Ndoro Kakung beberapa waktu lalu — RIM tidak bisa disalahkan sepenuhnya karena dia tidak punya wewenang untuk memberangus produk ilegal di wilayah teritori hukum Indonesia, tapi Depkominfo dan kepolisian RI bisa.

Ada baiknya bagi (calon) pembeli BlackBerry untuk memastikan bahwa handset yang digunakannya adalah valid dengan mengecek apakah PIN dan IMEI yang tertera di unit adalah sama dengan yang tertera di kotak. Untuk lebih absah lagi, silakan kirim no PIN Anda ke help[at]rim.com atau help[at]blackberry.net untuk memastikannya. Silakan menuju ke link ini untuk langkah-langkah lengkapnya.

Oh ya, jika minat membacanya, silakan unduh Handheld Limited Warranty Berbahasa Indonesia [pdf].

Berapa biaya pakai BIS di luar negeri?

bis-indonesia

Update: Tarif baru [promo] unlimited BlackBerry data roaming untuk Telkomsel, Indosat, dan XL.

Selama ini kita tahu biaya berlangganan BlackBerry Internet Service (BIS) untuk 3 operator berkisar antara IDR 150 – 190 ribu per bulan untuk menikmati segala macam kebutuhan data yang di-support oleh APN BlackBerry.net, misalnya push email, browsing, Instant Messenger, dan segala aplikasi yang bisa diunduh resmi di situs RIM.

Nah, seandainya kita sedang bepergian ke luar negeri, bagaimana tarifnya jika kita tetap ingin menggunakan BIS bawaan operator lokal secara roaming? Apakah akan sangat mahal menjulang apa yang akan kita bayarkan? Coba kita telaah satu-satu tarifnya untuk ketiga operator:

  1. Indosat. Menurut situs resminya, tarif standar yang digunakan adalah IDR 28/KB untuk 10 MB pertama dan IDR 22/KB untuk pemakaian di atas 10 MB. Selama “promo” hingga 31 Juli 2009, pemakai Indosat dapat menggunakan BIS secara flat sebesar USD 18 per hari (belum termasuk pajak), dengan pemakaian minimal 5MB. Layanan ini tidak memerlukan registrasi terlebih dahulu. Roaming partner BIS Indosat adalah Hutchison (Hong Kong), NTT DoCoMo (Jepang), KT FreeTel (Korsel), Smart Com (Filipina), StarHub (Singapura), Far Eastone (Taiwan), TrueMove (Thailand), dan BSNL and MTNL (India)
  2. XL. Menurut situs resminya, pengguna bisa menggunakan fasilitas “sepuasnya” hanya dengan IDR 25,000 per hari. Pengguna XL harus mendaftar terlebih dahulu untuk menikmati layanan ini dan sementara masih terbatas untuk pengguna pascabayar. Roaming partner BIS XL adalah Celcom (Malaysia), M1 (Singapura), Dialog (Sri Lanka), TMIB/Aktel (Bangladesh), TMIC (Kamboja), dan Smartone (Hong Kong)
  3. Telkomsel. Ini merupakan operator yang situsnya paling tidak informatif. Sudah saya coba ubek-ubek tapi informasi tentang BIS di luar negeri sangatlah terbatas. Satu-satunya informasi yang saya peroleh adalah: Layanan BlackBerry digunakan di luar negeri akan dikenakan biaya tambahan GPRS sesuai dengan tarif GPRS international roaming yang berlaku di Operator yang digunakan. Err, jadi biayanya gimana? Lalu siapa saja operator partner-nya? Ada baiknya ditanyakan terlebih dahulu ke CS sebelum memutuskan menggunakan BIS Telkomsel di luar negeri. Ini merupakan contoh rate BIS yang diterapkan oleh SingTel (Singapura).

Sebagai kesimpulan, saya tegaskan sekali bahwa adalah sangat mahal untuk menggunakan BIS operator lokal di luar negeri, apalagi coverage-nya saat ini masih terbatas sekitar Asia saja. Saya kira akan lebih efektif menggunakan notebook ber-Wi-Fi saat bepergian ke luar negeri, ataupun jika terpaksa menggunakan BlackBerry, gunakanlah SIM card operator lokal dan banyak memanfaatkan konektivitas Wi-Fi untuk mengurangi biaya yang dikeluarkan.

XL (juga) luncurkan BlackBerry Store

xl-blackberry-store

Tidak mau kalah dengan Indosat, XL–operator GSM terbesar ketiga di Indonesia–meluncurkan juga gerai khusus untuk layanan BlackBerry. Dinamai XL BlackBerry Store, gerai ini akan berlokasi di Pacific Place Lantai 3, Kawasan SCBD. Sebelumnya Indosat telah membuka BlackBerry Branded Outlet di Plaza FX, tak jauh dari lokasi gerai XL nantinya.

Di sini (seharusnya) akan ditampilkan seluruh model yang dijual oleh XL beserta sejumlah aksesorisnya. Oh ya, XL telah mengkonfirmasi untuk TIDAK menjual BlackBerry Storm, berlawanan dengan Indosat, karena nampaknya feasibility study-nya memang tidak memungkinkan untuk bersaing head-to-head dengan iPhone 3G.

Meskipun demikian, saya cenderung pesimistis bahwa gerai khusus BlackBerry ini bisa memberikan suatu pelayanan optimal. Saya pernah berkunjung ke Indosat BlackBerry Branded Outlet dan pelayanannya tidak jauh berbeda dengan di gerai lainnya. Customer Service yang ada juga tidak memberikan informasi yang lebih baik. Yang lebih parah lagi, gerai ini tidak memberikan layanan purnajual apapun, kecuali unduh (download) berkas-berkas multimedia (seperti gambar dan musik), yang entah gratis atau tidak.

Saya harapkan, XL BlackBerry Store yang akan dibuka ini dapat lebih memberikan dukungan edukasi yang lebih bagi pelanggan BlackBerry yang terbilang masih baru di Indonesia. Mampukah bisa mendekati Nokia Care Center?