Pre-Order BlackBerry Torch 9800

Tentu saja Anda pernah mendengar seri unggulan dari BlackBerry ini. Mengusung sistem operasi terbaru, BlackBerry 6, BlackBerry Torch adalah ponsel pintar dari RIM terbaik saat ini. Sejak peluncurannya melalui AT&T beberapa waktu yang lalu, ponsel ini sudah lama masuk Indonesia melalui pasar Black Market.

Sudah saatnya Torch masuk Indonesia secara resmi dan tidak perlu heran bahwa Indonesia — dengan pertumbuhan kepemilikan BlackBerry yang pesat — adalah negara pertama di Asia yang mendapat kesempatan ini.

BlackBerry Torch adalah generasi BlackBerry baru yang pertama kali menggunakan dengan model slider. Susunan keyboard-nya mirip milik Bold 9000, sementara layarnya adalah layar sentuh khas seri Storm. Fitur unggulannya antara lain kamera 5 megapiksel, browser terbaru berbasis webkit yang mendukung HTML5, dukungan multimedia yang lebih baik, dan tak lupa sistem operasi BlackBerry 6 yang lebih fluid.

Pre-order di Indonesia saat ini tersedia melalui beberapa channel. Yang pertama melalui situs resmi BlackBerry yang didukung oleh 3 distributor nasional, TAM, Selular Shop, dan Oke Shop. Channel berikutnya adalah melalui operator, saat ini sudah 2 operator yaitu XL dan Telkomsel yang membuka pendaftaran resmi di situsnya. Anda tinggal pilih mana yang sesuai dengan preferensi pribadi.

Barang diperkirakan akan tersedia mulai akhir Oktober ini dengan perkiraan harga di atas IDR 6 juta. Sebagai informasi, harga ponsel ini secara non-kontrak melalui AT&T adalah US$499.99.

Update: harga resmi melalui Telkomsel adalah IDR 6.499.000.

Update2: Indosat dan Tri juga telah membuka pre-order untuk BlackBerry Torch

XL Axiata turunkan harga paket BlackBerry Internet Service bulanan

xl-bb-one-turun-harga

XL Axiata, operator terbesar ketiga di Indonesia berdasarkan jumlah pelanggan, melakukan gebrakan untuk memulai “perang tarif” layanan akses Internet BlackBerry. Tarif bulanannya yang sebelumnya adalah IDR140,000 saat ini diturunkan secara permanen menjadi IDR99,000, berlaku baik untuk pelanggan baru dan lama, prabayar dan pascabayar. Harga hariannya sendiri adalah tetap, IDR5,000.

Sebelumnya sudah ada dua operator pendatang baru yang menawarkan harga BIS di kisaran IDR100,000 atau kurang, AXIS dan Tri. Strategi ini nampaknya cukup sukses mendatangkan peminat yang mencari kepuasan baru dalam mengoptimalkan BlackBerry-nya. XL Axiata yang terlibat persaingan ketat merebut pelanggan dengan Telkomsel dan Indosat, tentunya mensiasati hal ini dengan memberikan harga yang jauh lebih murah dari kedua pesaingnya.

Perang harga antar operator bukanlah barang baru. Dulu kita sempat mengalami perang tarif telepon dan SMS hingga IDR 0 koma sekian sekian yang sampai sekarang masih bikin bingung cara menghitungnya. Penurunan tarif tentu saja disambut baik, tapi diharapkan tidak mengorbankan kualitas karena kebanyakan pengguna BlackBerry adalah kalangan menengah ke atas yang lebih sensitif terhadap kualitas dan reliabilitas, ketimbang harga.

[juga dimuat di blog fring Indonesia]

Benarkah XL Axiata akan menawarkan iPhone 4?

Di akhir pekan lalu, jagat Twitter sempat diramaikan oleh informasi yang disampaikan oleh Ronald Ishak di akunnya yang mengatakan tentang konfirmasi “orang dalam” bahwa XL Axiata, operator terbesar ketiga dalam hal pelanggan, akan memasukkan secara resmi iPhone 4 ke Indonesia dengan perkenalan di bulan Juli ini.

Pihak XL Axiata yang dikonfirmasi oleh detikinet secara diplomatis mengatakan bahwa pihaknya belum ada pendekatan dengan pihak Apple dengan rencana ini. Bagaimanakah analisisnya, mana yang benar dalam kedua informasi ini? Mari kita lihat langkah XL Axiata beberapa waktu terakhir ini.

Langkah pertama adalah di beberapa berita, XL Axiata membeberkan data bahwa 20,000 pelanggannya telah menggunakan iPhone dalam kesehariannya. Langkah kedua adalah peluncuran microSIM pascabayar XL sebagai yang pertama di Indonesia, bahkan sebelum iPad 3G dan iPhone 4 masuk secara resmi di Indonesia. Langkah ketiga, ini mungkin bukan langkah resmi, tapi sinyal-sinyal punggawa XL Axiata di Twitter menunjukkan secara implisit bahwa sebenarnya ada rencana besar yang sedang digadang-gadang oleh XL Axiata untuk meningkatkan pangsa pasarnya.

Taruhlah ternyata memang benar XL Axiata akan meluncurkan iPhone 4. Hal pertama yang perlu diingat adalah perjanjian Apple dengan operator. Apple dikenal sebagai perusahaan yang cukup tertutup dan cukup anti dengan adanya leak sebelum waktunya — pengecualian saat kejadian leak iPhone 4 – Gizmodo. Masih ingat dulu saat Telkomsel pertama kali menggandeng Apple? Prinsip diam-diam sebelum waktunya sangatlah kentara pada waktu itu. Jadi sampai pertengahan bulan Juli terlewati, mari tetap berspekulasi bahwa benar XL Axiata akan menjadi operator kedua yang menawarkan iPhone 4 secara resmi di Indonesia.

Apa sih untungnya jika ada operator kedua yang menawarkan iPhone di Indonesia? Cuma satu hal, kompetisi pada akhirnya pasti menguntungkan konsumen dan memaksa operator untuk menawarkan layanan terbaik. Di negara tetangga, Singapura dan Malaysia, iPhone sudah bukan lagi monopoli satu operator. Indonesia dikenal sebagai pasar yang sangat besar dan potensial bagi siapapun, jika Apple dengan iPhone-nya ingin merebut kue profit yang dua tahun terakhir ini dikuasai RIM dengan BlackBerry-nya, operator penjual iPhone yang kedua akan dengan mudah pengubah peta persaingan. Paket promosi yang “lebih murah” dan kompetitif tidak lagi jadi impian.

Coba tengok paket promo BlackBerry saat ini. Tiga operator GSM bahkan berani memberi harga BIS IDR 100,000 atau lebih murah per bulannya demi berlomba-lomba mendapatkan lebih banyak pelanggan dari pangsa total BlackBerry yang merangsek ke arah 2 juta pelanggan.

Jadi, seandainya XL Axiata tidak benar memasukkan iPhone 4 ini, tentunya masyarakat Indonesia tetap berharap ada operator lain yang berani memasukkan iPhone secara resmi ke Indonesia demi kompetisi yang sehat dalam meraih pelanggan.

[gambar via CNet]

Update: Hingga bulan November ini, tulisan di atas belum terbukti

XL luncurkan BlackBerry prepaid roaming

xl-prabayar-intl-roaming

Mungkin ini layanan perdana bagi produk BlackBerry Internet Service (BIS) prabayar di Indonesia. XL prabayar memberikan kemudahan bagi pengguna BlackBerry untuk membawanya ke sejumlah negara di Asia untuk tetap menggunakan XL dan menikmati BlackBerry prepaid roaming dengan harga terjangkau, IDR50,000 per hari.

Lebih mudah dibanding BlackBerry postpaid roaming, Anda tinggal mengirim SMS BB ROAMING ke 568 atau melalui menu *123# dan Anda bisa menikmati International BB Roaming ke Jepang, Hong Kong, Singapura, Malaysia, Kamboja, Sri Lanka, dan Bangladesh. Secara otomatis jika Anda sudah kembali ke tanah air layanan ini akan distop dan kembali ke paket reguler.

Memang harga ini 2x lebih mahal dibanding paket BB postpaid roaming yang “hanya” IDR25,000 per hari, tapi Anda harus mengurus sendiri ke XL Center terdekat bagi paket pascabayar ini. Untuk selain Jepang, promo ini berlaku hingga 31 Desember 2010, sementara khusus untuk Jepang (melalui Softbank) hanya sampai 30 Maret.

Untuk urusan roaming internasional memang XL juaranya. Indosat memberikan penawaran yang lebih mahal, sementara Telkomsel dan AXIS sendiri tidak punya informasi apapun soal BB roaming ini, sehingga diasumsikan harus menggunakan APN partner lokal.

Alternatif untuk roaming internasional, misalnya Anda bepergian ke Singapura, adalah StarHub prabayar. Cukup dengan SG$10 (sekitar IDR70,000) untuk 3 hari atau SG18 (sekitar IDR126,000) untuk 7 hari Anda bisa menikmati layanan unlimited bagi APN BlackBerry individual (bukan corporate) plus tambahan sejumlah data dengan APN lokal.

[image courtesy of Johan Tahardi from ID-BlackBerry mailing list]

Ketika XL Lupa, Indonesia Tertawa

humor xl

Hmmm ….. ada-ada saja.

Sudah lama saya tidak memposting hal yang bisa mengundang tawa. Tapi kali ini saya harap saya sudah melakukannya. Hahahaha … Kalau anda ingin ikut tertawa, cobalah perhatikan bagian yang di-highlight.

Untuk pejabat XL, tolong jangan marah kepada Web Master, sebagai seorang web master dan administrator, saya tahu bagaimana rasanya ‘khilaf’ dan ‘lupa’.

NB:

Gambar ini saya lihat pertama kali di mailing-list ilmu komputer UGM. Thanks for Ipung .