ÜberTwitter untuk iPhone

Alkisah, ÜberTwitter adalah Twitter client paling populer di platform BlackBerry. Menyadari bahwa pangsa pasarnya makin terbatas akibat semakin banyaknya penggunanya yang beralih ke platform lain, tim PostUp berinisiatif untuk membuat client di platform yang lebih populer saat ini yaitu iPhone. Voila, jadilah ÜberTwitter untuk iPhone dirilis per tanggal 11 November lalu.

Apakah hal baru yang ditawarkan oleh ÜberTwitter, mengingat sudah cukup padatnya aplikasi Twitter client di iPhone? Fitur unggulannya adalah ÜberView, di mana saat posisi orientasi diubah dari portrait ke landscape, tautan yang ada akan di-preview di dalam aplikasi tanpa harus mengakses browser terlebih dahulu. Sebagai informasi, twitdroyd di Android ataupun Twitter for iPad sudah mengadopsi ide yang similar, pengaksesan preview tautan di dalam aplikasi.

Lebih baikkah ÜberTwitter untuk iPhone dibanding Twitter client lain yang sudah ada? Tidak juga. Menurut saya tampilannya masih cukup standar dan beberapa teman mengatakan aplikasi ini masih cukup buggy. Tidak masalah, tentunya sah-sah saja membuat yet another Twitter client untuk iPhone. Secara natural akan ada seleksi alam, apakah aplikasi ini bakal berjaya — dengan pengembangan berkelanjutan — di iPhone atau tidak.

Jika Anda ingin mencobainya, silakan unduh gratis melalui App Store atau lihat dulu halaman iTunes-nya.

Dampak booming ponsel, twitter dan facebook bagi para penarik becak di Yogyakarta

becak

Apa dampak booming ponsel bagi para penarik becak di Yogyakarta? Well, setidaknya ada dua dampak langsung yang terjadi akibat booming-nya penggunaan ponsel di Kota Yogyakarta terhadap tukang becak. Berikut dua diantaranya:

1. Mengurangi penghasilan tukang becak.

Beberapa tukang becak mengaku penghasilan mereka mengalami penurunan drastis akibat meledaknya penggunaan ponsel. “Betapa tidak”, ujar salah seorang mantan penarik becak yang sudah berganti profesi menjadi penambal ban kepada saya, “Lha wong sekarang para penumpangnya selalu minta jemput pakai motor. Ketika mereka tiba di bandara (baca: Adisucipto), mereka tinggal telpon atau SMS temannya untuk minta dijemput. Pas turun di stasiun, penumpangnya tinggal mengeluarkan hape terus SMS. Habis belanja dari pasar tradisional atau mall, eh minta jemput lagi. Anak-anak sekolah kebanyakan sekarang juga begitu, kalau pulang mereka tinggal SMS terus minta jemputan. Kalau begini terus kan tukang becaknya yang susah.”

2. Menambah penghasilan tukang becak.

Lha terus bagaimana mungkin ponsel bisa menambah penghasilan tukang becak. Tidakkah ini kontra produktif dengan poin pertama? Sekilas memang iya, tetapi sejatinya tidak. Para penarik becak yang modern dan adaptif ini ternyata cerdik melihat peluang. Mereka beralasan bahwa keberadaan ponsel sangat membantu mereka untuk menerima informasi alias “update status” dari sesama rekan seprofesinya tentang titik-titik potensial yang berstatus “urgently required: a pedicab “.

Sebagai contoh, ketika ada rombongan turis luar kota atau luar negeri – kecil kemungkinan mereka minta jemputan – yang hendak membutuhkan becak dalam jumlah yang besar, maka salah satu tukang becak yang ada di dekat hotel itu akan mengirimkan “update status” kepada rekan seprofesinya yang mungkin sedang mangkal di lokasi lain. Dus, si tukang becak yang menerima “update status” itu pun bisa langsung merespon panggilan itu secepat mungkin agar “rezekinya tidak dipatok” oleh tukang becak lain.

hib01

Kesimpulan

Dari dua poin di atas, saya ingin berhipotesis sebagai berikut:

  1. Ponsel bersifat netral,
  2. Tukang becak yang tidak bisa memanfaatkan ponsel akan tergilas oleh pelanggannya yang sesekali harus memakai ponselnya untuk meminta jemputan,
  3. Tukang becak yang bisa memanfaatkan ponsel akan menangguk untung dari “update status” yang cepat dari rekan seprofesinya yang juga memiliki ponsel,
  4. I guess those pedicab drivers should purchase a cellphone that supports facebook or twitter somehow.
  5. Technology couldn’t kill human yet. It is human – because of its interpretation -that kill themselves using their technology.

Enjoy Jogja! Enjoy Gadnix!

[gambar 1] | [gambar 2 ]

Seesmic untuk Android sudah tersedia di Android Market

Aplikasi Twitter yang selama ini bermain di aplikasi desktop, Seesmic, kini mulai merambah dunia mobile dengan merilis aplikasi tersebut untuk platform Android dan Blackberry. Nah karena saya hanya memiliki handset Android saja, maka saya hanya akan cerita sedikit mengenai aplikasi yang satu ini di handset Android :D

Tampilan UI dari Seesmic untuk Android menurut saya sangat rapih, UI yang tidak berlebihan dan tidak membingungkan untuk para pengguna aplikasi ini. Terdapat 4 tab yang mengindikasikan Timeline kita, Replies, Direct Message dan Profile kita. Seesmic juga memiliki tombol refresh jika kita ingin me-refresh manual timeline kita.

Auto-notification juga dapat kita atur di Seesmic, kita tinggal mengatur mau seberapa cepat Seesmic untuk mengupdate timeline kita mulai dari 5 menit, 30 menit sampai 1 jam.

Seesmic juga memiliki kemampuan untuk memangkas URL dengan menggunakan beberapa layanan yang sudah cukup terkenal seperti Bit.ly, J.mp dan Tinyurl. Selain itu kita juga dapat meng-upload gambar untuk dimasukkan ke dalam tweet kita dengan menggunakan TwitPic atau YFrog. Video? Oh yes.. kita juga bisa meng-upload video dan memberikan linknya ke dalam tweet kita, dan disini ada salah satu keunggulan Seesmic, kita bisa meng-upload video kita langsung ke YouTube, yep YouTube, kita hanya butuh username dan password dari akun YouTube kita, pretty nice huh? :D

Kekurangan paling utama yang saya temukan sejauh ini adalah tidak adanya fitur searching… wha? yes.. no. search. feature. Dengan tidak adanya fitur search, berarti kita juga tidak dapat mencari topik yang saat ini sedang trend (Trending Topics). Kekurangan lainnya adalah belum adanya dukungan TwitterList (Blackberry version has it), akan tetapi Seesmic mengatakan update untuk TwitterList akan segera datang dalam waktu dekat.

Sejauh ini (kurang lebih 2 jam pemakaian), saya cukup puas dengan Seesmic untuk Android, meski hanya didukung oleh fitur yang cukup standard (dengan mengesampingkan instant video upload via YouTube), tapi fungsi dari Twitter itu sendiri tidak hilang.

Bagaimana perbandingannya dengan Twidroid dan TwitterRide?

Seesmic vs Twidroid vs TwitterRide

Seesmic vs Twidroid vs TwitterRide

Hmm.. TwitterRide baru saja mendapatkan saingan untuk menjadi peringkat kedua aplikasi Twitter untuk Android. Twidroid bagi saya tetap aplikasi Twitter nomor satu untuk platform Android, akan tetapi mengingat Seesmic yang sudah cukup lama berkecimpung dalam aplikasi Twitter, bukan tidak mungkin kalau Seesmic justru akan bersaing dengan Twidroid untuk menjadi aplikasi Twitter nomor satu untuk Android :)

http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:mlTamqFcsB5QjM:http://drupal.org/files/images/seesmic-logo.jpg

Twitter lewat Tri? Bisa!

Anda pengguna aktif layanan microblogging Twitter? Twitter saat ini memang menjadi salah satu layanan paling ngetop di Indonesia, terbukti dengan munculnya #indonesiaunite, mbah surip, dan pendet di Trending Topics Twitter. Biasanya memang orang nge-tweet dari komputer, tapi jaman sekarang dengan kondisi yang serba mobile kebanyakan orang lebih memilih ber-twitter dengan ponsel.

Jika ponsel Anda termasuk kategori ponsel pintar (smartphone), tentu tidak sulit mencari twitter client untuk membantu hasrat Anda. Yang sulit jika ponsel yang Anda gunakan saat ini termasuk model standar yang biasanya cuma untuk telepon dan SMS. Eits, jangan kecewa dulu. Tri, sebagai operator penuh inovasi memberikan kesempatan kepada Anda untuk ber-twitter walaupun dengan ponsel standar. Gratis pula!

Solusi yang diberikan oleh Tri adalah menggunakan sarana SMS. Solusi serupa sebelumnya juga diimplementasi untuk status Facebook. Yang bisa kita lakukan dengan Twitter SMS ini adalah meng-update status, mengirimkan Direct Message, dan menerima update dari akun-akun yang kita follow. Memang tidak ada fitur @Replies, tapi setidaknya sudah cukup bukan untuk Anda yang emang “banci-status”?

Disclaimer: tulisan ini juga dimuat di blog fring Indonesia