Paket Internet Terjangkau Telkomsel

Di tahun 2003, biaya koneksi Internet menggunakan mobile sangatlah mahal. Rata-rata tarif yang dipatok oleh operator saat itu adalah 25 Rp/KB. Bayangkan untuk mengakses 1 MB data yang notabene adalah 1000 KB, mungkin cuma 1 halaman detik.com,  Anda harus membayar 25 ribu Rupiah!

Coba bandingkan dengan kondisi saat ini. Setiap operator jor-joran memberikan promo paket datanya. Satu-dua operator bahkan memberikan keunggulan pengaksesan data gratis sejumlah sekian MB setiap harinya. Anda yang menggunakan ponsel pintar (smartphone) ataupun ponsel lain yang sudah dilengkapi browser dan aplikasi berbasis Java untuk dapat berkoneksi dengan dunia maya tanpa perlu lagi khawatir terkuras isi kantongnya. Continue reading

Pre-Order BlackBerry Torch 9800

Tentu saja Anda pernah mendengar seri unggulan dari BlackBerry ini. Mengusung sistem operasi terbaru, BlackBerry 6, BlackBerry Torch adalah ponsel pintar dari RIM terbaik saat ini. Sejak peluncurannya melalui AT&T beberapa waktu yang lalu, ponsel ini sudah lama masuk Indonesia melalui pasar Black Market.

Sudah saatnya Torch masuk Indonesia secara resmi dan tidak perlu heran bahwa Indonesia — dengan pertumbuhan kepemilikan BlackBerry yang pesat — adalah negara pertama di Asia yang mendapat kesempatan ini.

BlackBerry Torch adalah generasi BlackBerry baru yang pertama kali menggunakan dengan model slider. Susunan keyboard-nya mirip milik Bold 9000, sementara layarnya adalah layar sentuh khas seri Storm. Fitur unggulannya antara lain kamera 5 megapiksel, browser terbaru berbasis webkit yang mendukung HTML5, dukungan multimedia yang lebih baik, dan tak lupa sistem operasi BlackBerry 6 yang lebih fluid.

Pre-order di Indonesia saat ini tersedia melalui beberapa channel. Yang pertama melalui situs resmi BlackBerry yang didukung oleh 3 distributor nasional, TAM, Selular Shop, dan Oke Shop. Channel berikutnya adalah melalui operator, saat ini sudah 2 operator yaitu XL dan Telkomsel yang membuka pendaftaran resmi di situsnya. Anda tinggal pilih mana yang sesuai dengan preferensi pribadi.

Barang diperkirakan akan tersedia mulai akhir Oktober ini dengan perkiraan harga di atas IDR 6 juta. Sebagai informasi, harga ponsel ini secara non-kontrak melalui AT&T adalah US$499.99.

Update: harga resmi melalui Telkomsel adalah IDR 6.499.000.

Update2: Indosat dan Tri juga telah membuka pre-order untuk BlackBerry Torch

Evolusi layanan data Telkomsel

Menkominfo dengan kacamata 3D dan data streaming Telkomsel

Menkominfo dengan kacamata 3D dan data streaming Telkomsel

Saya masih ingat ketika saya memiliki layanan Internet pertama di rumah. Itu terjadi sekitar 12 tahun yang lalu. Dial up modem yang saya miliki masih menunjukkan angka 33.6 Kbps, terbaik pada waktu itu, dengan layanan menumpang jaringan telepon dan bunyi khas saat men-dial layaknya saat mengirim data melalui faksimili. Pada saat itu, tampilan Internet masih belum seperti sekarang, kebanyakan hanya berupa teks dan gambar, format Web 1.0 katanya orang-orang. Saat itu, layanan telepon seluler masih hanya untuk menelepon, untuk ber-SMS antar operator pun belum bisa.

Sekarang kita flash forward kembali ke tahun 2010. Semuanya sudah berbeda. Web 2.0, Sosial media, Layanan video streaming, broadband dengan kecepatan minimal 1Mbps, iPhone, Android, dan BlackBerry. Telepon seluer tak hanya digunakan untuk menelepon dan mengirimkan pesan teks, tapi juga sebagai modem untuk berselancar di Internet. Evolusinya bermula dari GPRS, EDGE, 3G, HSDPA, Single Carrier HSPA+, Dual Carrier HSPA+, dan kini yang paling baru dan digadang-gadang sebagai kandidat kuat untuk generasi 4 (4G), Long Term Evolution atau biasa disingkat sebagai LTE.

LTE dan Mobile WiMAX (IEEE 802.16e) adalah dua kandidat kuat platform konektivitas menuju jaringan 4G. Meskipun demikian, keduanya masih disebut sebagai 3.9G karena belum memenuhi seluruh kriteria yang disyaratkan oleh International Telecommunication Union (ITU). Di Indonesia sendiri, Mobile WiMAX tidak diregulasi untuk diimplementasikan oleh pemerintah. Pemerintah memberikan peluang bagi Fixed WiMAX (IEEE 802.16d) dan LTE untuk bersaing memberikan kualitas layanan data tercepat bagi masyarakat.

Telkomsel sebagai operator terbesar di Indonesia berdasarkan jumlah pelanggan, adalah satu di antara sejumlah operator yang berkomitmen untuk memberikan layanan data terbaik bagi masyarakat. Mengikuti evolusi platform layanan data yang telah disebutkan sebelumnya, setelah mengimplementasikan Single Carrier HSPA+ 21Mbps tahun lalu, tahun ini Telkomsel meluncurkan kualitas layanan jaringan Dual Carrier (DC) HSPA+ berkecepatan 42Mbps plus  Departemen R&D mulai melakukan riset dan uji coba tentang teknologi LTE.

Di launching perkenalan teknologi DC HSPA+ dan pemulaian riset dan uji coba LTE, Telkomsel mendemokan video conference secara terbatas kecepatan layanan LTE generasi awal hingga kecepatan teoritis 70Mbps. LTE sendiri menjanjikan kecepatan maksimal 172.8 Mbps untuk antena 2×2 dan 326.4Mbps untuk antena 4×4, di mana keduanya mengutilisasi spektrum 20MHz. Menkominfo sendiri dalam acara ini menyebutkan bahwa implementasi LTE ini baru akan dilakukan paling cepat dua tahun mendatang, meskipun beberapa teman pemerhati teknologi ini meyakini bahwa LTE secara penuh baru bisa diimplementasi sekitar tahun 2015.

Saya pribadi tentunya berharap bahwa teknologi data melalui jaringan seluler tak lagi menjadi jaringan alternatif ketika jaringan fixed broadband macam Telkom Speedy atau FastNet tidak tersedia, terutama di daerah remote. Kita tahu bahwa Internet saat ini dapat menjadi akselerator bagi pembangunan. Jaringan seluler seharusnya lebih handal dan dengan kecepatan minimum tertentu untuk meningkatkan penetrasi Internet ke berbagai daerah, baik sebagai modem maupun pengaksesan melalui ponsel itu sendiri.

LTE yang berkecepatan total throughput hingga 172 Mbps, tentunya akan sia-sia jika kecepatan riil yang diperoleh konsumen perorangan kurang dari 1-3 Mbps, meskipun saya pribadi menginginkan kecepatan yang jauh lebih tinggi misalnya di atas >10Mbps, tak kalah dengan negara maju Internet di kawasan ini yaitu Jepang dan Korea Selatan. Bagaimana memberikan layanan dengan kecepatan tersebut per pengguna tentunya adalah PR utama bagi operator. Semoga ini menjadi perhatian bagi operator penyelenggara dan regulator untuk tetap memberikan yang terbaik bagi masyarakat.

Informasi lebih lanjut tentang perkembangan teknologi terkini Telkomsel dan jaringan LTE dapat diperoleh di halaman berikut ini.

Disclaimer: Tulisan ini adalah tulisan berbayar dengan tetap obyektif menampilkan realitas di masyarakat

Benarkah XL Axiata akan menawarkan iPhone 4?

Di akhir pekan lalu, jagat Twitter sempat diramaikan oleh informasi yang disampaikan oleh Ronald Ishak di akunnya yang mengatakan tentang konfirmasi “orang dalam” bahwa XL Axiata, operator terbesar ketiga dalam hal pelanggan, akan memasukkan secara resmi iPhone 4 ke Indonesia dengan perkenalan di bulan Juli ini.

Pihak XL Axiata yang dikonfirmasi oleh detikinet secara diplomatis mengatakan bahwa pihaknya belum ada pendekatan dengan pihak Apple dengan rencana ini. Bagaimanakah analisisnya, mana yang benar dalam kedua informasi ini? Mari kita lihat langkah XL Axiata beberapa waktu terakhir ini.

Langkah pertama adalah di beberapa berita, XL Axiata membeberkan data bahwa 20,000 pelanggannya telah menggunakan iPhone dalam kesehariannya. Langkah kedua adalah peluncuran microSIM pascabayar XL sebagai yang pertama di Indonesia, bahkan sebelum iPad 3G dan iPhone 4 masuk secara resmi di Indonesia. Langkah ketiga, ini mungkin bukan langkah resmi, tapi sinyal-sinyal punggawa XL Axiata di Twitter menunjukkan secara implisit bahwa sebenarnya ada rencana besar yang sedang digadang-gadang oleh XL Axiata untuk meningkatkan pangsa pasarnya.

Taruhlah ternyata memang benar XL Axiata akan meluncurkan iPhone 4. Hal pertama yang perlu diingat adalah perjanjian Apple dengan operator. Apple dikenal sebagai perusahaan yang cukup tertutup dan cukup anti dengan adanya leak sebelum waktunya — pengecualian saat kejadian leak iPhone 4 – Gizmodo. Masih ingat dulu saat Telkomsel pertama kali menggandeng Apple? Prinsip diam-diam sebelum waktunya sangatlah kentara pada waktu itu. Jadi sampai pertengahan bulan Juli terlewati, mari tetap berspekulasi bahwa benar XL Axiata akan menjadi operator kedua yang menawarkan iPhone 4 secara resmi di Indonesia.

Apa sih untungnya jika ada operator kedua yang menawarkan iPhone di Indonesia? Cuma satu hal, kompetisi pada akhirnya pasti menguntungkan konsumen dan memaksa operator untuk menawarkan layanan terbaik. Di negara tetangga, Singapura dan Malaysia, iPhone sudah bukan lagi monopoli satu operator. Indonesia dikenal sebagai pasar yang sangat besar dan potensial bagi siapapun, jika Apple dengan iPhone-nya ingin merebut kue profit yang dua tahun terakhir ini dikuasai RIM dengan BlackBerry-nya, operator penjual iPhone yang kedua akan dengan mudah pengubah peta persaingan. Paket promosi yang “lebih murah” dan kompetitif tidak lagi jadi impian.

Coba tengok paket promo BlackBerry saat ini. Tiga operator GSM bahkan berani memberi harga BIS IDR 100,000 atau lebih murah per bulannya demi berlomba-lomba mendapatkan lebih banyak pelanggan dari pangsa total BlackBerry yang merangsek ke arah 2 juta pelanggan.

Jadi, seandainya XL Axiata tidak benar memasukkan iPhone 4 ini, tentunya masyarakat Indonesia tetap berharap ada operator lain yang berani memasukkan iPhone secara resmi ke Indonesia demi kompetisi yang sehat dalam meraih pelanggan.

[gambar via CNet]

Update: Hingga bulan November ini, tulisan di atas belum terbukti

Telkomsel buka pre-order Samsung Galaxy S

samsung galaxy s pre-order telkomsel

Seperti digadang-gadang sebelumnya, Telkomsel akhirnya balik kucing untuk memasarkan ponsel berbasis Android. Adalah Samsung Galaxy S yang menjadi andalannya kali ini. Per hari ini, Telkomsel membuka penawaran pre-order ponsel Galaxy S dengan iming-iming kesempatan undian untuk memenangkan unit gratis.

Acara peluncurannya sendiri akan diadakan tanggal 29 Juni pukul 20.00 di Pacific Place Lantai Dasar. Harga yang ditawarkan adalah IDR6.499.000 yang di-bundling dengan paket data gratis 500MB selama 6 bulan. Sebelumnya, Telkomsel adalah operator pertama di Indonesia yang menawarkan ponsel Android — HTC Magic — namun hasilnya kurang sukses di pasaran, karena versi HTC Magic-nya adalah Open Handset Distribution yang tidak mendukung sejumlah layanan Google, termasuk Android Marketplace.

Samsung Galaxy S adalah ponsel Android terbaru Samsung yang mengusung sejumlah fitur unggulan, di antaranya kamera 5 megapiksel, kemampuan merekam video definisi tinggi (HD) 720p, dan prosesor grafis Hummingbird yang disebutkan lebih baik dibandingkan yang ada di iPhone 3GS. Galaxy S secara resmi menggunakan sistem operasi versi 2.1 dan siap saat versi 2.2 sudah tersedia.