Rumor: Dua Facebook Phone dari HTC?

Mashable mengabarkan bahwa menurut telusuran City A.M, Facebook akan mengeluarkan dua ponsel khusus yang dibuat oleh HTC. Rencananya kedua ponsel tersebut akan diperkenalkan saat ajang Mobile World Congress Februari mendatang. Sebelumnya Mark Zuckerberg, selaku pendiri dan CEO Facebook, sudah membantah kebenaran rumor yang pertama kali dihembuskan oleh Techcrunch ini.

Menurut sumber tersebut, kedua ponsel itu akan menggunakan warna dan branding Facebook. Pastinya akan ada integrasi langsung dengan sistem Facebook, di antaranya kontak, chat, message, dan lain-lain. Apakah sistem operasi di dalamnya? Kabar menyebutkan penggunaan sistem operasi Android yang sudah dimodifikasi dan akan menampilkan Facebook message dan newsfeed di layar utama.

Ini tidak mengherankan mengingat sejumlah pengembang kunci Android dan ChromeOS banyak yang sudah hijrah ke Facebook, termasuk di dalamnya Eric Tseng yang sempat mengepalai pengembangan Android di Google.

Belum ada bocoran soal spesifikasi kedua ponsel tersebut, tapi seharusnya tidak jauh berbeda dari Nexus One  atau Nexus S yang sudah lebih dahulu beredar.

Rumor: Seri BlackBerry di Tahun 2011

BGR melansir laporan eksklusif tentang sejumlah ponsel pintar BlackBerry yang dirumorkan akan meramaikan persaingan di tahun 2011. Setidaknya ada masing-masing satu buah ponsel baru di jajaran Curve, Bold, dan Torch. Persamaan ketiganya adalah ketersediaan BlackBerry 6.1, NFC, dan kamera 5 megapiksel. Secara umum bentuknya tidak terlalu berbeda jauh dengan pendahulunya, hanya ada sedikit perubahan polesan di sisi bagian body-nya.

Seri Curve dengan kode Apollo ini, untuk mid-end, akan mendapatkan peningkatan di sisi network (UMTS/HSPA 7.2 Mbps), resolusi layar seperti Curve 8900 (Javelin) 480×360 piksel, prosesor 800 MHz yang lebih kencang, serta RAM 512 MB. Sayangnya nampaknya batere yang diusung cukup rendah, hanya 1050 mAh.

Seri Bold dengan kode Dakota, mengingatkan pada layar besar Bold 9000. Kelebihan utamanya saat ini adalah penggunaan layar sentuh 2.8 inci dengan resolusi 640×480 piksel, RAM 768 MB, penyimpanan internal 4 GB, 3G mobile hotspot (hanya ada di seri ini?), magnetometer, accelerometer, proximity sensor, dengan ketebalan 10.5 mm. Tersedia perekaman video dengan kualitas HD.

Seri Torch 2 secara tampilan tidak jauh berbeda dengan versi sebelumnya. Di sisi hardware, ada peningkatan kecepatan prosesor menjadi 1.2 GHz. Ada pula dukungan terhadap OpenGL ES dengan peningkatan kapasitas batere menjadi 1300 mAh. Memori internal yang tersedia adalah 8 GB.

Secara umum, issue di BlackBerry buat saya adalah keseriusan untuk menjelajah pangsa pasar consumer, tidak cuma untuk corporate. Dukungan aplikasi fancy, termasuk di dalamnya yang simpel seperti Angry Birds, terhadap BlackBerry 6.1 sangat penting supaya pengguna biasa bakal betah menggunakan BlackBerry, selain tentunya BlackBerry Messenger yang fenomenal.

Meskipun sudah ada BlackBerry 6.1 sebagai upgrade seri sebelumnya, masyarakat masih belum yakin jika BlackBerry 6.1 ini mampu mencukupi kebutuhan ponsel pintar selain sebagai alat komunikasi juga sebagai perangkat multimedia yang mumpuni.

Langkah yang diambil RIM saat menggunakan QNX sebagai basis BlackBerry Tablet OS sebenarnya sudah tepat, apalagi Playbook sudah diakui tidak kalah dengan Tablet lainnya seperti iPad ataupun Android berbasis Honeycomb. Kita tunggu kapan RIM berani akhirnya mengeluarkan ponsel dual core berbasis QNX dengan masa penggunaan batere yang memuaskan.

Update: ternyata BGR masih memperoleh update tentang seri BlackBerry. Kali ini Storm generasi ketiga dengan kodenama Monaco dan Monza [dua nama sirkuit balap?]. Anehnya, ponsel ini secara total berlayar sentuh tapi tetap diperkuat dengan trackpad. Perbedaan lain dibanding seri sebelumnya adalah prosesor 1.2 GHz dan layar lebar 3.7 inci berresolusi 800×480 piksel. Selain itu spesifikasinya cukup mirip dengan Torch 2 plus sistem operasi BlackBerry 6.1. Bagaimana prediksi Anda?

Rumor: Harga iPhone 4 Telkomsel

Update: sudah ada harga resmi dari Telkomsel untuk iPhone 4.

Beberapa reseller premium Apple hari ini memberitahukan bahwa iPad dan iPhone 4 akan hadir bulan Desember ini di Indonesia. Kita sudah tahu bahwa iPad mulai dijual di Apple Store Indonesia [Online] dan nampaknya segera beredar di reseller.

Gajeto bahkan hari ini memberikan bocoran kemungkinan harga iPhone 4 yang akan diluncurkan oleh Telkomsel berdasarkan informasi brosur yang beredar di milis id-iPhone.

Berdasarkan brosur tersebut, iPhone 4 16 GB akan ditawarkan di harga IDR 6.999.000. iPhone 4 32 GB di lain pihak akan dilepas di harga IDR 8.199.000.

Paket tersebut sudah termasuk Starter Pack kartu prabayar simPATI, serta jatah paket data 500 MB dan 20 MMS setiap bulannya selama satu tahun. Tersedia paket cicilan 0% selama 6 bulan dari sejumlah bank. Kedua harga ini sedikit lebih murah dibanding iPhone 3GS saat peluncurannya awal tahun.

Gajeto mengkonfirmasi bahwa paket harga tersebut sudah diamini oleh sebuah reseller, dengan kemungkinan tempat peluncuran iPhone 4 di Score! Cilandak Town Square. Meski demikian, belum ada tanggal pasti kapan di bulan Desember ini iPhone 4 benar-benar resmi dirilis.

Selain Telkomsel yang sudah menjadi partner Apple untuk penjualan iPhone 3G dan 3GS, ada satu lagi operator yang kemungkinan besar juga akan menawarkan iPhone 4.

Hal ini akan menghapuskan eksklusivitas Telkomsel sebagai satu-satunya partner. Semoga benar-benar ada pihak lain yang juga menawarkan ponsel pintar Apple ini sebagai bagian persaingan sehat untuk memanjakan konsumen Indonesia.

Rumor: Sony Ericsson dengan Windows Phone 7


[tautan untuk tampilan mobile]

Informasi yang bocor di Internet menunjukkan roadmap Sony Ericsson di Q1 2011 yang akan meluncurkan dua ponsel pintar khusus untuk platform Windows Phone 7. Keduanya mungkin akan diberi nama Xperia X7 dan Xperia X7 Mini. Ini merupakan komitmen kedua Sony Ericsson dengan Microsoft setelah sebelumnya pernah mengusung ponsel Windows Mobile untuk Xperia X1 dan X2.

X7 dan X7 Mini akan memiliki spesifikasi tinggi di kelasnya. X7 sebagai flagship product untuk Windows Phone 7 akan menggunakan prosesor Qualcomm MSM8260 1.2 GHz dan berukuran layar 4.3 inci. Ini sama besarnya dengan layar yang dimiliki oleh HTC HD7. Tersedia kamera 8.1 megapiksel dan perekaman video HD 720p, serta konektivitas HDMI dengan Dolby Digital Plus Surround Sound.

X7 Mini adalah spec down dengan fitur yang sebenarnya tidak rendah amat. Layar 3.5 inci (sebesar iPhone) dan prosesor Qualcomm QSD8250 1GHz malah ditunjang oleh spesifikasi kamera mutakhir 10.1 megapiksel dam perekaman video HD 720p dengan 3x perbesaran optikal dan lampu Xenon Flash.

Kedua gambar mockup yang ditampilkan sejujurnya sangat menjanjikan. Yang menjadi permasalahan bagi Sony Ericsson selama ini adalah integrasi piranti lunak di dalamnya.

Pengalaman dengan Android menunjukkan spesifikasi handal di area piranti keras kurang diimbangi dengan performa sistem operasi yang dikustomisasi. Tentunya pihak Microsoft yang menuntut keseragaman UI bagi vendornya akan bersikap tegas demi hasil produk yang maksimal.

Mengetahui bahwa bos Sony Ericsson pernah mengatakan bahwa pihaknya tertarik untuk mengimplementasi sistem operasi Windows Phone 7, saya yakin bahwa kedua produk ini benar-benar akan direalisasikan.

[via]

Benarkah XL Axiata akan menawarkan iPhone 4?

Di akhir pekan lalu, jagat Twitter sempat diramaikan oleh informasi yang disampaikan oleh Ronald Ishak di akunnya yang mengatakan tentang konfirmasi “orang dalam” bahwa XL Axiata, operator terbesar ketiga dalam hal pelanggan, akan memasukkan secara resmi iPhone 4 ke Indonesia dengan perkenalan di bulan Juli ini.

Pihak XL Axiata yang dikonfirmasi oleh detikinet secara diplomatis mengatakan bahwa pihaknya belum ada pendekatan dengan pihak Apple dengan rencana ini. Bagaimanakah analisisnya, mana yang benar dalam kedua informasi ini? Mari kita lihat langkah XL Axiata beberapa waktu terakhir ini.

Langkah pertama adalah di beberapa berita, XL Axiata membeberkan data bahwa 20,000 pelanggannya telah menggunakan iPhone dalam kesehariannya. Langkah kedua adalah peluncuran microSIM pascabayar XL sebagai yang pertama di Indonesia, bahkan sebelum iPad 3G dan iPhone 4 masuk secara resmi di Indonesia. Langkah ketiga, ini mungkin bukan langkah resmi, tapi sinyal-sinyal punggawa XL Axiata di Twitter menunjukkan secara implisit bahwa sebenarnya ada rencana besar yang sedang digadang-gadang oleh XL Axiata untuk meningkatkan pangsa pasarnya.

Taruhlah ternyata memang benar XL Axiata akan meluncurkan iPhone 4. Hal pertama yang perlu diingat adalah perjanjian Apple dengan operator. Apple dikenal sebagai perusahaan yang cukup tertutup dan cukup anti dengan adanya leak sebelum waktunya — pengecualian saat kejadian leak iPhone 4 – Gizmodo. Masih ingat dulu saat Telkomsel pertama kali menggandeng Apple? Prinsip diam-diam sebelum waktunya sangatlah kentara pada waktu itu. Jadi sampai pertengahan bulan Juli terlewati, mari tetap berspekulasi bahwa benar XL Axiata akan menjadi operator kedua yang menawarkan iPhone 4 secara resmi di Indonesia.

Apa sih untungnya jika ada operator kedua yang menawarkan iPhone di Indonesia? Cuma satu hal, kompetisi pada akhirnya pasti menguntungkan konsumen dan memaksa operator untuk menawarkan layanan terbaik. Di negara tetangga, Singapura dan Malaysia, iPhone sudah bukan lagi monopoli satu operator. Indonesia dikenal sebagai pasar yang sangat besar dan potensial bagi siapapun, jika Apple dengan iPhone-nya ingin merebut kue profit yang dua tahun terakhir ini dikuasai RIM dengan BlackBerry-nya, operator penjual iPhone yang kedua akan dengan mudah pengubah peta persaingan. Paket promosi yang “lebih murah” dan kompetitif tidak lagi jadi impian.

Coba tengok paket promo BlackBerry saat ini. Tiga operator GSM bahkan berani memberi harga BIS IDR 100,000 atau lebih murah per bulannya demi berlomba-lomba mendapatkan lebih banyak pelanggan dari pangsa total BlackBerry yang merangsek ke arah 2 juta pelanggan.

Jadi, seandainya XL Axiata tidak benar memasukkan iPhone 4 ini, tentunya masyarakat Indonesia tetap berharap ada operator lain yang berani memasukkan iPhone secara resmi ke Indonesia demi kompetisi yang sehat dalam meraih pelanggan.

[gambar via CNet]

Update: Hingga bulan November ini, tulisan di atas belum terbukti