Terima kasih kepada pihak Weber Shandwick, selaku PR Nokia Indonesia, yang telah memberikan kesempatan mencobai test unit Nokia N8 untuk keperluan review ini.
Usaha produsen ponsel terbesar di dunia asal Finlandia, Nokia untuk mencoba merebut kembali tahta ponsel pintar terbaik diwarnai dengan harapan keberuntungan. Angka 7 dan 8, sebagaimana disemaikan dalam seri E7 dan N8 dianggap sebagai angka keberuntungan di berbagai tempat.
Dikhususkan pada seri N8, apakah ponsel pintar ini mampu membawa Nokia ke arah keberuntungan, sebagaimana kondisi yang dinikmatinya sebelum iPhone (dan Android) mulai diluncurkan? Continue reading →
It Changes Everything.. Again. Ini merubah segalanya..Lagi.
Untaian kata inilah yang dipakai oleh Apple dalam memasarkan produk terbarunya, iPhone 4. Sebuah kalimat yang terkesan berani, percaya diri dan menantang untuk para pesaingnya, Namun benarkah ia adalah sebuah gadget yang fenomenal dan revolusioner? mari kita telusuri melalui ulasan singkat berikut.
Sebelum saya mulai ulasan sederhana mengenai iPhone 4, perlu digarisbawahi bahwa ulasan ini ditulis berdasarkan pengalaman menggunakan beberapa unit iPhone 4 dalam kurun waktu kurang dari 48 jam, sehingga apabila ada elemen yang dirasa kurang mendetail mohon dimaklumi.
Kemasan dan Kelengkapan
Sama dengan 2 edisi sebelumnya iPhone 4 dikemas dalam wadah yang relatif kecil dengan tampak muka yang didominasi oleh gambar dari iPhone 4 itu sendiri. Sedikit mengurangi kesan elegan yang biasanya terpancar dari kemasan sebuah Iphone, namun tetap terlihat menarik. Kelengkapan yang disertakan masih sama dengan edisi sebelumnya yaitu satu buah wall-charger, satu buah kabel usb untuk keperluan charging dan koneksi data, earphone, dan sebuah jarum kecil yang berfungsi untuk mengeluarkan sim-card tray.
Dimensi dan Build Quality
iPhone 4 dirancang dengan konsep “industrial design” yang tegas namun jauh dari kesan kaku.Desain ini menghilangkan lekukan lekukan yang terdapat pada edisi iPhone sebelumnya. Lapisan kaca pada bagian depan dan belakang yang dipadukan dengan garis abu abu sebagai rangka membuatnya tampak elegan. Lapisan kaca ini bermaterikan kaca tipis yang berteknologi anti-gores sehingga anda tidak perlu khawatir saat membawanya dalam kantung maupun tas tanpa pelindung ekstra berupa sarung maupun aksesoris lain. Namun begitu, saya masih yakin mereka yang over-protective tidak akan ragu mengeluarkan dana ekstra untuk melindunginya dengan lapisan plastik anti gores yang sudah tersedia di pasaran.
Panjang,lebar dan besarnya ukuran layar relatif sama jika dibandingkan dengan edisi sebelumnya, satu pembeda yang cukup mencolok adalah ketebalan gadget ini yang lebih tipis dari edisi sebelumnya. Sayang sekali saya tidak dapat memberikan gambaran yang lebih mendetail mengenai ketebalan ini dibandingkan dengan iPhone 3Gs. Sebagai penggantinya, saya mencoba membandingkannya dengan gadget lain yaitu HTC desire dan Google Nexus One yang kebetulan tersedia sebagai bahan pembanding.
Meski tidak terlalu signifikan, namun pada gambar gambar dibawah terlihat jelas perbedaan ketebalan yang ada di antara beberapa device tersebut. Usaha Apple untuk membuat device berspesifikasi tinggi disertai dengan pemangkasan ketebalan dari gadget itu sendiri layak untuk kita acungi jempol. Meski sangat nyaman dipegang, bagian belakang yang berlapis kaca terkadang terasa terlalu licin yang menimbulkan rasa was-was apabila kita kurang berhati-hati saat memegangnya.
iOS4 dan Performa
Tiba saatnya untuk menyalakan gadget ini, tentunya sebelum mulai menyalakan kita harus memasukkan sebuah simcard sbagai syarat aktivasi selain koneksi dengan software iTunes, Sim tray sudah dikeluarkan dan ups…segala eforia dan excitement membuat saya lupa bahwa Iphone 4 menggunakan sim card yang berbeda ukuran dengan simcard pada umumnya yaitu microSIM card.
MicroSIM card berukuran lebih kecil daripada SIM card normal. Anda harus meminta penggantian SIM card pada operator anda untuk bisa menggunakan iPhone 4, atau sebagai alternatif anda dapat memotongnya menggunakan alat pemotong SIM card seperti ini atau memotongnya secara manual menggunakan alat bantu gunting dan cutter sesuai dengan petunjuk yang ada disini. Karena dirundung rasa penasaran yang mendalam, saya putuskan untuk menggunakan cara ketiga yaitu memotong sendiri menggunakan gunting yang sukses saya jalankan pada 3 SIM card berbeda.
Seperti telah diberitakan oleh media sebelumnya, Apple menanamkan sistem operasi terbarunya pada iPhone 4 yaitu iOS4. iOS4 membawa beberapa perubahan penting yang dinanti oleh para penggemar iPhone diantaranya adalah kemampuan multitasking dan grouping pada koleksi aplikasi yang dimiliki.
Ketika mencoba menyalakan gadget ini pertama kali saya takjub dengan layarnya yang terang,jernih dan tajam, menurut saya pribadi layarnya mengalahkan kualitas layar HTC Desire yang sebelumnya adalah gadget dengan layar terbaik yang pernah saya pegang. Pada level brightness yang sama iPhone 4 menyajikan ketajaman dan detil yang lebih baik dibandingkan HTC Desire.
Tambahan fitur sederhana yaitu mengganti background di home screen, cukup menyenangkan mengingat pada versi terdahulu fungsi ini baru bisa dijalankan apabila iPhone sudah dalam kondisi Jailbroken. Konyol memang mengharapkan fitur sederhana seperti ini pada gadget sekelas iPhone 4, namun kenyataan mengatakan bahwa baru kali ini lahh Apple “berbaik hati” mengijinkan kita melakukan sedikit kustomisasi pada tampilan.
Fitur grouping sangat nyaman digunakan, pengguna hanya perlu klik satu ikon kemudian menggesernya ke ikon lain yang akan dikelompokkan dan secara otomatis iOs4 akan membentuk sebuah folder baru berisikan kedua aplikasi tersebut, dan memberikan opsi untuk penamaan folder sesuai keinginan kita. Jika Folder yang diinginkan sudah tersedia untuk menambahkan aplikasi lain ke dalamnya pengguna hanya perlu menarik ikon aplikasi tersebut dan mengarahkannya ke folder yang dituju. Fitur ini sangat bermanfaat untuk pengguna yang ingin mengelompokkan aplikasi yang dimiliki menjadi beberapa kategori.
Fitur Email juga mendapat polesan yang cukup berguna yaitu threaded message dan unified inbox yang memungkinkan kita melihat email dari beberapa akun dalam satu inbox. Seperti edisi sebelumnya, push notification di iOS4 berjalan lancar tanpa kendala berarti, namun secara pribadi saya masih kurang nyaman menggunakan iPhone dan iOS4 sebagai mesin email, Android masih pilihan terbaik bagi saya untuk penanganan dan manajemen email.
Multitasking adalah fitur yang paling ditunggu di iPhone 4 dan iOS4. Multitasking di iOS4 sedikit unik, sistem akan menjalankan aplikasi di background dengan metode “pause” sehingga aplikasi yang berjalan di background tidak menghabiskan resource memori namun tetap dapat berpindah antar aplikasi dengan cepat (fast app switching). Sayangnya metode ini menuntut developer aplikasi untuk mengupdate kode pemrograman pada aplikasinya sehingga pada saat saya mencoba menggunakannya masih sedikit aplikasi yang dapat menjalankan fungsi ini dengan baik, namun anda tak usah khawatir, saat anda membaca ulasan ini, sudah banyak aplikasi yang terupdate dan jumlahnya terus bertambah dengan signifikan.
Dari sedikit aplikasi yang bisa memanfaatkan multitasking yang tersedia pada saat percobaan saya sempat mencoba menggunakan aplikasi dropbox dan twitter for iPhone. Aplikasi dropbox yang merupakan media penyimpanan online (cloud server service) memungkinkan proses upload dan download untuk berjalan di background di iOS4, yang artinya kita tidak perlu lagi menunggu prosesnya selesai, dan bisa berpindah ke aplikasi lain. Pada aplikasi twitter for iPhone, Fast app switching difungsikan dengan maksimal sehingga kegiatan ber-twitter menjadi jauh lebih menyenangkan dibandingkan pada iOS edisi sebelumnya. Sangat menarik untuk ditunggu pemanfaatan fitur multitasking ini pada aplikasi messenger yang tentunya akan merubah iPhone 4 menjadi messenger machine yang sangat menggoda.
Secara umum, performa yang dihasilkan oleh processor baru A4 1 Ghz yang ditanamkan oleh Apple ke dalam iPhone 4 sangat memuaskan, loading aplikasi dan fungsi fungsi lain berjalan dengan cepat dan nyaris tanpa kendala berarti. Grafis grafis berat dapat dirender dengan cepat dengan hasil yang memuaskan, browser Safari pun terkena imbasnya dengan adanya kenaikan performa utamanya di kecepatan menampilkan halaman web meskipun harus diakui masih kalah cepat jika dibandingkan dengan browser handset Android yang diperkuat sistem operasi terbaru 2.2 (froyo) pada jaringan selular atau wi-fi yang sama.
Performa multimedia sebagai video player, music player , sangat bisa diandalkan seperti pendahulunya. iPhone 4 memutar HD video dalam kualitas yang sangat baik tanpa ditemukan lag yang bisa mengganggu kenikmatan anda dalam menonton video. Hardware baru termasuk prosesor yang ditanamkan oleh Apple tampak sangat berfungsi dalam mendukung performa handset ini secara keseluruhan.
Performa Kamera
Foto
Kamera merupakan salah satu fitur utama yang mendapatkan upgrade cukup signifikan. Apple menanamkan kamera dengan sensor 5 megapixel pada iPhone 4, peningkatan dari 3,2 Megapixel pada iPhone 3GS. Selain itu Apple juga menanamkan front facing camera disisi depan untuk keperluan video call atau mengambil gambar diri sendiri (sangat berguna untuk anda yang hobi mengambil gambar diri sendiri,hehehe..). Hasil pengambilan gambar dari kamera iPhone sangat memuaskan untuk ukuran kamera ponsel, kualitas gambar yang dihasilkan cukup mumpuni baik pada kondisi di dalam ruangan maupun di luar ruangan.
Gambar diatas adalah perbandingan antara hasil jepretan dua device berbeda, Di sebelah kiri adalah hasil jepretan menggunakan Google nexus one sedangkan di sebelah kanan adalah hasil jepretan dari iPhone4. Kedua gambar diambil pada lokasi yang sama dalam kondisi minim cahaya. Secara umum, kedua device manghasilkan gambar yang cukup baik, namun Google nexus one menghasilkan warna yang lebih cerah dan lebih mendekati ke warna aslinya jika dibandingkan dengan hasil dari iPhone 4 pada kondisi pencahayaan seperti ini.
Gambar diatas diambil diluar ruangan (outdoor) pada kondisi cuaca yang berawan. Sama seperti sebelumnya ,gambar di sebelah kiri adalah hasil jepretan Google Nexus One sedangkan di sebelah kanan adalah hasil jepretan iPhone 4. Menurut pendapat saya pribadi perbandingan hasil diatas menunjukkan bahwa iPhone menghandle contrast gambar lebih baik pada area outdoor, warna yang dihasilkan menjadi lebih nyata dan tajam jika dibandingkan hasil jepretan Google nexus one. Hal ini bisa kita perhatikan pada bangunan stasiun berwarna coklat yang terdapat pada gambar. Warna coklat pada bangunan tersebut tampak lebih nyata dan lebih tajam hasilnya pada gambar yg dihasilkan oleh iPhone 4.
Kedua gambar diatas diambil diluar ruangan (outdoor) pada kondisi cuaca yang lebih baik dimana sinar matahari menjadi faktor pembeda dengan gambar sebelumnya. Pada kondisi ini, lagi lagi handle contrast yang baik ditunjukkan oleh iPhone (gambar kedua) yang membuat gambar jadi tampak lebih nyata pewarnaannya.
Video
Kedua video diatas adalah perbandingan hasil video antara Google nexus one dan iPhone 4. Perlu digarisbawahi bahwa Nexus one yang dipakai adalah Nexus one standar yang belum dimodifikasi untuk mensupport 720p recording. Yang ingin saya tekankan disini adalah perbandingan hasil kedua device secara out of the box yang lazimnya digunakan oleh pengguna awam. Pada video kedua yang merupakan hasil dari iPhone 4 hasil yang diperoleh sangat mengagumkan ,ketajaman gambar dan tidak adanya frame yang patah membuat saya langsung jatuh hati, Kualitas suara yang terekam pun terdengar lebih jelas dan jernih apabila dibandingkan dengan video pertama. Singkatnya, kualitas perekaman video dari iPhone 4 bisa saya sebut outstanding atau luar biasa.
“Cara anda memegang …salah”
Beberapa jam setelah hari pertama peluncuran iPhone, saya dikejutkan dengan adanya isu sinyal telepon yang drop apabila kita memegang iphone menggunakan tangan kiri utamanya di bagian bawah. Isu ini sangat serius dan menjadi bahan pembicaraan yang hangat pada hari itu, bahkan hingga saat ini. Sebagai salah satu konsumen di hari pertama peluncuran tentunya hal ini sangat menarik perhatian saya untuk membuktikan kebenarannya. Hasil uji yang saya lakukan pada 6 device iPhone 4 yang ada di tangan, 4 Device mengalami isu tersebut pada 2 operator berbeda (Vodafone UK dan O2 UK) sementara dua device sisanya hanya bermasalah jika menggunakan jaringan milik O2 UK.
Anehnya, pada 4 device pertama yang saya sebutkan diatas, meskipun terjadi kasus sinyal drop hingga 2 bar tapi koneksi telepon masih tetap lancar digunakan di sisi saya,sementara lawan bicara saya mengatakan suara saya sedikit mengecil dibandingkan sebelumnya. Pada dua device terakhir, hilangnya sinyal juga berimbas pada jatuhnya kualitas suara saat menelepon bahkan sempat beberapa kali sambungan telepon yang saya lakukan terputus.
Dari hasil pengujian yang saya lakukan diatas, saya menarik kesimpulan bahwa isu ini memang terjadi di semua handset, tapi impact atau akibat yang dirasakan masih berbeda beda pada tiap tiap handset.Ada handset yang benar benar terimbas secara kualitas dan ada handset yang tidak mengalami imbas kualitas namun tetap mengalami penurunan sinyal. Tentu saja kita berharap Apple segera mengeluarkan solusi untuk masalah ini selain mengatakan “cara memegang anda salah” atau menawarkan bumper (aksesoris pelindung bagian rangka pinggir iPhone 4 yang dijual terpisah) sebagai solusi.
Mengenai bumper sendiri, Apple menjualnya cukup mahal yaitu £25 atau sekitar 350 ribu rupiah. Ketika bumper dipasangkan pada iPhone 4 ,memang isu penurunan sinyal tak lagi ditemukan, tapi menurut saya pribadi bumper merusak estetika iPhone 4 dengan ketebalan tambahan yang dihasilkan dari pemasangan bumper. Selain itu, harga yang terlalu mahal membuat saya menyarankan anda untuk membeli barang serupa buatan China yang sudah mulai membanjiri pasar. Secara fungsional menurut laporan seorang rekan, bumper buatan China ini mampu menghasilkan fungsi yang dicari dari bumper original keluaran Apple yaitu mencegah penurunan sinyal.
Kesimpulan
iPhone 4 adalah gadget yang sangat menggoda untuk dimiliki, terlepas dari isu penurunan sinyal, fitur fitur dan fasilitas yang ditawarkan cukup menggoda para gadget mania untuk memiliki gadget yang satu ini. Buat saya pribadi kualitas hasil perekaman video beresolusi tinggi adalah salah satu fitur penggoda yang utama tanpa mengesampingkan kelebihan kelebihan yang lain. Bagi anda pemilik iPhone 3GS , apabila video call dan video recording bukan fitur yang anda inginkan ,tampaknya anda masih bisa bersabar menunggu penurunan harga pasaran iPhone 4 di pasar lokal tanah air, sementara anda bisa upgrade ke iOs4 dan mencoba segala fitur terbarunya disana.
Tagline “It changes everything..again” mungkin adalah sebuah kalimat yang menarik dan kuat dari sudut pandang marketing. Namun bagi saya pribadi, masih banyak hal yang sama pada iPhone4 yang bisa kita temukan di edisi sebelumnya,pengalaman dalam menggunakannya pun tak banyak berubah, dan mungkin lebih tepat untuk dikatakan perubahan kali ini adalah “evolusi” dan bukan sebuah “revolusi” yang mungkin terbayang di benak kita ketika kita membaca kalimat iklan dari produk ini.
Akhirnya, gadget yang bikin blog saya jadi banyak dikunjungi oleh para netter-netter di Indonesia kini sudah ada yang mengulasnya (baca: review). Pelakunya adalah sesosok nama yang sudah lumayan tersohor di dunia blog Indonesia, yakni Mantu Gaul.
Tapi apa yang kurang dari ponsel touch screen ini? Ada di halaman selanjutnya … seperti biasa.