Nokia Booklet 3G: siap masuki pasar netbook

Kita-kita yang selama ini tahu bahwa Nokia hanya membuat berbagai model ponsel sekarang harus menggeser paradigma bahwa Nokia adalah suatu perusahaan elektronik. Tak hanya ponsel, Nokia akhirnya meluncurkan produk notebook mini perdananya yang diberi nama Booklet 3G. Apa yang Anda bayangkan jika pembuat ponsel membuat notebook? Tentunya konvergensi yang sangat baik. Tidak salah, Booklet 3G ini akan dilengkapi dengan berbagai konektivitas layaknya suatu ponsel.

Secara fisik Booklet 3G ini akan menggunakan prosesor Intel Atom, berukuran 10.1 inch, berdimensi 264×185 mm, port HDMI, berat 1.25 kg, dan diklaim memiliki battery life hingga 12 jam. Untuk segi konektivitas, Booklet 3G mempunyai koneksi Wi-Fi b/g/n, 3G mobile broadband, Bluetooth, dan A-GPS. Sistem operasinya sendiri akan menggunakan Windows — mungkin Windows 7, serta layanan terintegrasi Ovi Services untuk pengaksesan berbagai macam konten.

Nokia Booklet 3G rencananya akan dipamerkan di ajang Nokia World 2009, 2-3 September ini di Stuttgart, Jerman. Di sini kemungkinan besar kita akan mengetahui berapa harga yang dipatok dan kapan produk ini mulai dipasarkan untuk umum. Anda tertarik?

Disclaimer: tulisan ini juga dimuat di blog fring Indonesia

Tips membeli netbook untuk Orang Indonesia (OI)

eeepc

Netbook merupakan varian baru dari notebook/laptop yang hadir dengan layar lebih kecil, bobot yang lebih ringan, dan prosessor yang hemat energi. Para vendor menawarkan varian ini sebagai perangkat mobile yang memungkinkan penggunanya untuk mengakses internet menggunakan Wi-fi.

Kesuksesan ASUS dalam menjual netbook seri EEEPC yang dilepas dengan harga di bawah US$500 telah memicu pabrikan komputer lain untuk masuk ke dalam pasar laptop mini ini. Beberapa diantaranya bahkan sudah menjejali rak-rak toko komputer Indonesia. Nah untuk itulah, agar anda tidak salah dalam memilih, mungkin ada baiknya bila anda menyimak tips berikut.

Continue reading

Netbook di Indonesia, quo vadis?

lg-xnote-mini-netbook

Salah satu “trend” yang berkembang di tahun 2008 dan saya prediksikan akan berlanjut di tahun ini adalah “netbook”. Netbook secara istilah bisa diartikan sebagai notebook berlayar kecil, antara 7 hingga 11 inch (12 inch saya kira seharusnya belum bisa dikategorikan sebagai netbook), dengan performa lumayan (lebih rendah dibanding notebook tentunya), dan berharga murah atau “sangat murah”.

Di US sendiri, penjualan netbook sudah mendominasi pasar notebook. Berdasarkan hasil penjualan di Amazon, best seller di kategori PC sudah didominasi oleh netbook. Di jajaran 10 besar, hanya Macbook yang terdaftar sebagai notebook berlayar >12 inch. Asus EEE PC, Samsung NC10, Acer Aspire One, dan MSI Wind adalah raja diraja di perang notebook yang baru.

Salah satu pemicu booming-nya pasar netbook adalah krisis ekonomi global. Penyusutan budget untuk kebutuhan elektronik keluarga bisa jadi memicu keluarga Amerika untuk berlomba-lomba memiliki netbook, padahal awalnya netbook diposisikan hanya sebagai “notebook kedua”. Harga netbook sendiri buat mereka sangatlah murah. Dengan penghasilan rata-rata “hanya” US$ 2000 per bulan misalnya, netbook berharga US$ 300-400 seharusnya bisa dibeli dengan menyisihkan dana selama dua bulan (atau bahkan bisa langsung tanpa budgeting).

Bagaimana dengan Indonesia? Berdasarkan pengamatan saya, nampaknya pasar netbook belum semeriah di Amerika. Sangatlah jarang saya melihat ada orang di mall yang nongkrong dengan netbook-nya. Masih lebih banyak orang bawa Macbook malah. Memang saya belum ada survei menyeluruh tentang ini, tapi pengamatan umum bisa jadi tidak jauh meleset.

Ada sejumlah alasan yang mendasari kondisi ini. Berikut adalah beberapa alasan menurut analisis saya:

  1. Harga vs Performa. Rata-rata harga netbook di Indonesia lebih mahal dibanding di Amerika. Ini disebabkan pajak dan “ongkos-ongkos” yang lain yang justru makin menjauhkan netbook dari citra murah. Dengan performa yang tidak jauh berbeda, orang di Indonesia lebih memilih membeli notebook 14 inch second dengan harga yang lebih murah, layar lebih mumpuni, dan performa yang belum mengecewakan
  2. Kurang promosi dan insentif. Ini kesan saya dari iklan-iklan yang biasa nampang di koran. Netbook hanya diiklankan saat awal-awal peluncurannya. Tidak ada pula iklan netbook di situs komputer macam Bhinneka, bahkan netbook berukuran 9 inch bisa ditawarkan lebih mahal dibandingkan yang 12 inch. Seberapa sering Anda melihat pameran netbook di mall misalnya? Sangat sedikit. Ini berarti tidak ada insentif ataupun usaha intensif dari produsen netbook di Indonesia untuk mempromosikan produknya
  3. Gaya hidup. Satu lagi alasan yang bisa jadi hanya ada di Indonesia. Kepemilikan netbook belumlah menjadi bagian dari gaya hidup. Dengan dana yang sama, masyarakat cenderung akan lebih memilih membeli BlackBerry yang bisa dimasukkan ke saku (dibanding VAIO P?), lebih enak dibawa ke mana-mana, dan sudah menjadi bagian dari gaya hidup. Atau jika bersedia menabung lebih lama, Macbook tentunya lebih memiliki prestise.

Dengan sedikitnya 3 alasan di atas, saya melihat 2009 belum menjadi momen yang tepat untuk netbook berkembang di Indonesia. Saya pikir hanya ada 1 alasan di mana netbook tiba-tiba bisa booming di Indonesia. Alasan tersebut adalah jika Apple mengeluarkan versi “kecil” dari Macbook. Saya yakin hal tersebut akan menjadi stimulus yang dahsyat untuk perkembangan netbook, terutama di Indonesia, karena tentunya vendor pasti akan berlomba-lomba membuat produk yang lebih chic supaya pangsa pasarnya tidak direbut oleh produk Apple. Tapi kapan hal tersebut akan terjadi?

[Gambar oleh LG]

Sony Vaio P Series

Passport All - Group Shot 1 (no Matte Black) 610x373

Sony Vaio P Series

Sony, pabrikan beken asal Jepang yang dipimpin oleh orang non-Jepang, kembali menunjukkan tajinya sebagai trend setter melalui peluncuran Sony P Series. Harap maklum, saya sebut dengan istilah trend setter karena Sony ogah jika minilaptop dengan layar 8 inchi ini dimasukkan ke dalam kelas Netbooks laiknya Dell Inspiron Mini atau Asus EEE Pc.

Meskipun belum tentu berhasil laiknya Asus EEE PC, namun Sony tampaknya sudah bisa memukau para penggemarnya dengan sebuah produk yang elegan dan manis. Tidak percaya? Simak saja daftar spesifikasi dan fiturnya berikut ini.

Continue reading

Sony Vaio baru: Mungkin netbook atau kelas notebook murah?

Picture 1 02

Sebuah teaser dari situs Sony Selandia Baru yang diperoleh via Gizmodo. Seri notebook-nya, Vaio, akan meluncurkan suatu terobosan baru. Tanggal tepatnya adalah 17 hari lagi (per hari ini), berarti tanggal 9 Januari 2009. Apakah sebenarnya yang akan diluncurkan oleh Sony?

Spekulasi yang berkembang mengangkat kemungkinan Sony membuat suatu “netbook Vaio” ataupun Vaio berharga murah yang tidak lebih mahal dibanding US$ 500. Tentunya ini merupakan suatu breakthrough (jika benar terjadi), karena Vaio (dan Sony secara umum) sendiri sudah memiliki trademark sebagai produk mahal berkualitas.

Jika benar akan ada suatu Vaio murah, berarti adalah selangkah lagi untuk Apple mengikuti jejaknya. Sony Vaio secara de-facto adalah benchmarker bagi produk notebook berbasis PC/Windows yang pasti menjadi perhatian Apple. Apalagi peluncuran Sony Vaio terbaru ini akan bertepatan dengan hari terakhir Macworld Expo yang terakhir akan dihadiri oleh Apple (5-9 Januari mendatang). Akankah Apple meluncurkan netbook/notebook berukuran layar yang lebih kecil dari 12 inchi dan Mac Mini baru? Kita tunggu saja.