Video Teaser: Motorola Tablet dengan Honeycomb

Segera setelah Andy Rubin mendemokan sebuah Motorola Tablet “misterius” yang disebut menggunakan sistem operasi terbaru Android, Honeycomb, saat acara D-Dive Into Mobile beberapa waktu lalu, rumor tentang produk ini menjadi hype di Internet. Video berikut menggambarkan bahwa Tablet ini tidak akan lama lagi diumumkan di publik karena CES 2011 akan dilangsungkan pada 6-9 Januari mendatang.

Video teaser ini secara terang-terangan menyindir iPad sebagai iPhone yang diperbesar dan Samsung Galaxy Tab yang menggunakan sistem operasi Android untuk ponsel, bukan untuk Tablet. Bumbunya adalah beberapa tablet masa lalu seperti Batu Rosetta, 10 Perintah Tuhan-nya Nabi Musa, Ramalan Bangsa Maya, dst.

Honeycomb, sebagian menyebutnya Android 2.4, sebagian lagi menganggapnya 3.0, adalah sistem operasi lanjutan Android yang sudah dioptimasi untuk Tablet yang memiliki layar lebih besar dan kinerja prosesor yang lebih tinggi dari ponsel. Cukup cepat kedatangannya mengingat Android 2.3 Gingerbread baru saja resmi diluncurkan untuk Nexus S saja dan belum untuk ponsel Android lain. Mungkin Honeycomb khusus digunakan untuk genre Tablet semata?

Ada kabar bahwa Tablet Motorola ini akan menggunakan prosesor dual-core Tegra 2 dari NVIDIA, seperti yang digunakan oleh LG Optimus 2x, yang berdasarkan benchmarking memiliki hasil kinerja yang sangat tinggi. Kita tunggu bersama pengumumannya yang kurang dari tiga minggu lagi.

Motorola Backflip dan Quench di Indonesia

Dari @gadtorade dikabarkan bahwa diam-diam (tanpa rilis pers resmi) Motorola Indonesia memasukkan dua ponsel Android-nya, Motorola Backflip dan Motorola Quench melalui distributor SelularShop.

Sebagai informasi, Motorola Indonesia telah menutup beberapa flagship stores-nya di sini sebagai akibat kurang suksesnya penjualan ponsel Motorola secara umum. Motorola Quench ditawarkan di harga IDR 2.7an juta, sementara Backflip di harga lebih dari IDR 3 juta. Tersedia cicilan dengan bantuan sejumlah bank.

Motorola Backflip dan Quench adalah dua ponsel Android dengan organisasi UI MOTOBLUR yang dikeluarkan awal dan pertengahan 2010 lalu. Secara umum keduanya berada di level mid-end, di mana OS originalnya menggunakan versi 1.5 yang (seharusnya) upgradable hingga versi 2.1.

Keduanya memiliki spesifikasi yang hampir serupa, misalnya konektivitas HSDPA, kamera 5 megapiksel, layar sentuh 3.1 inci (320×480 piksel). Yang paling membedakan adalah Backflip memiliki keyboard QWERTY seperti layaknya Milestone.

Motorola mau bikin Tablet Phone tahun 2010

Sholes-Tablet

Setelah sakit-sakitan di tahun 2008 dan mulai berdenyut kembali di tahun 2009 dengan Moto Droidnya, Motorola tampaknya kini semakin bugar saja. Menurut salah satu sumber, pabrikan ponsel asal Amerika ini kemungkinan akan meramaikan pasar tablet phone ala N900 di quartal pertama tahun 2010 dengan Motorola Sholes tablet.

Berikut spesifikasi Motorola Sholes tablet:

  • layar 854 x 480 pixel
  • layar 3.7 inchi capacitive touchscreen
  • prosesor berfrekuensi 550 MHz TI OMAP 3430 CPU
  • 8-megapixel camera dengan Xenon flash
  • HDMI port, 720p playback dan DLNA support
  • Android 2.0

Menarik untuk dilihat, siapa yang akan menjadi pemenang di pasar sedang menggeliat ini, apakah Nokia dengan N900-nya ataukah Motorola dengan Sholes tablet-nya?

[Phone Arena]

Now on sale for only Rp 55.000 [check other types]

Motorola Droid dan Sony Ericsson Xperia X10

X10-overview-top

Seperti yang sudah diinformasikan sebelumnya, akhir pekan ini kita disuguhkan oleh dua buah ponsel baru yang ditenagai oleh Android. Ponsel yang pertama adalah Motorola Droid (yang dijual melalui Verizon Wireless USA) dan Sony Ericsson Xperia X10 (sebelumnya bernamakode Rachael atau X3). Motorola Droid adalah ponsel pertama yang mengusung Android 2.0 (Eclair) dan Google Maps Navigation System.

Sony Ericsson Xperia X10 sendiri merupakan ponsel Android pertama dari vendor Jepang-Swedia. X10 menggunakan Android 1.6 (Donut) dengan enhancement di sisi media player. Diharapkan Droid dan X10 mendongkrak penjualan Motorola dan Sony Ericsson yang cukup terpuruk akhir-akhir ini (laporan keuangan tahun ini menunjukkan kerugian untuk kedua vendor ponsel ini).

Droid yang berbasis CDMA sudah memiliki versi GSM-nya yang disebut Milestone. Droid ini sudah mulai dijual secara publik akhir pekan lalu dengan harga kontrak US$ 199 selama 3 tahun, sementara harga non kontraknya adalah US$ 599. X10 sendiri dikabarkan siap dijual mulai Q1 2010. Untuk informasi komprehensif tentang Droid, silakan menuju tautan berikut; sementara Anda penggemar Sony Ericsson bisa melihat-lihat X10 di sini.

Saya pribadi melihat dua ponsel ini memiliki potensi untuk menarik minat pecinta gadget, bukan sebagai “iPhone killer” melainkan ponsel yang memperkenalkan potensi Android bagi masyarakat luas. Meskipun demikian sifat buggy dari ponsel berbasis open source harus cepat diminimalisir oleh vendor dan pengembang Android supaya tidak merugikan konsumen. Beberapa video preview X10 menunjukkan sejumlah flaw dari prototipe produk ini, termasuk lambatnya navigasi antarmukanya. Semoga versi resminya sudah tidak seperti demikian.

Disclaimer: tulisan ini juga dimuat di blog fring Indonesia

Video: Motorola DROID

Akhirnya Verizon Wireless, operator CDMA yang katanya punya jaringan paling bagus di USA, meluncurkan Motorola DROID yang merupakan ponsel Android pertama menggunakan sistem operasi Android 2.0 (Eclair). Dengan sejumlah teknologi terkini, DROID ini digadang-gadang sebagai pesaing kuat iPhone 3GS yang selama ini berjaya sendirian. Harganya sendiri di sana adalah US$199 untuk masa kontrak 2 tahun, sementara tanpa kontrak akan dijual seharga US$599.

Selain Android 2.0, DROID juga akan dipersenjatai fitur terbaru Google Maps Navigation yang akan membuat ponsel Anda berfungsi layaknya alat GPS nyata. Jika Anda berminat mengetahui spesifikasinya lebih lanjut, silakan baca lengkapnya di sini.  Sebagai tambahan informasi, berita baik bagi pengguna HTC Hero karena sebentar lagi akan mendapatkan update untuk juga menikmati Eclair, sebagaimana dilansir akun Twitter resminya. Eclair nampaknya betul-betul merupakan senjata bagus untuk meningkatkan market share Android.