Sony Ericsson Akan Rilis Facebook Terintegrasi untuk Seri Xperia

Melalui halaman Facebook-nya, Sony Ericsson menyatakan akan merilis Facebook di dalam Xperia, suatu integrasi Facebook untuk kalender, phonebook dan aplikasi multimedia. Xperia sendiri dari lineups teratas Sony Ericsson di mana seri-seri terakhir ini didominasi oleh ponsel berbasis Android.

Tidak banyak informasi yang diberikan oleh pihak Sony Ericsson, selain Anda bisa memberikan “Like”, melakukan sharing dan memberikan komentar langsung dari handset Xperia ini. Nampaknya Sony Ericsson menyadari bahwa kebanyakan pengguna seri Xperia ini paling banyak mengakses Facebook sebagai aplikasi pilihannya dan nampaknya Facebook for Android yang sudah ada masih belum cukup mumpuni untuk mengakomodasi kebutuhan ini.

Kami akan update terus untuk informasi lebih lanjut soal proses integrasi ini.

Rumor: Dua Facebook Phone dari HTC?

Mashable mengabarkan bahwa menurut telusuran City A.M, Facebook akan mengeluarkan dua ponsel khusus yang dibuat oleh HTC. Rencananya kedua ponsel tersebut akan diperkenalkan saat ajang Mobile World Congress Februari mendatang. Sebelumnya Mark Zuckerberg, selaku pendiri dan CEO Facebook, sudah membantah kebenaran rumor yang pertama kali dihembuskan oleh Techcrunch ini.

Menurut sumber tersebut, kedua ponsel itu akan menggunakan warna dan branding Facebook. Pastinya akan ada integrasi langsung dengan sistem Facebook, di antaranya kontak, chat, message, dan lain-lain. Apakah sistem operasi di dalamnya? Kabar menyebutkan penggunaan sistem operasi Android yang sudah dimodifikasi dan akan menampilkan Facebook message dan newsfeed di layar utama.

Ini tidak mengherankan mengingat sejumlah pengembang kunci Android dan ChromeOS banyak yang sudah hijrah ke Facebook, termasuk di dalamnya Eric Tseng yang sempat mengepalai pengembangan Android di Google.

Belum ada bocoran soal spesifikasi kedua ponsel tersebut, tapi seharusnya tidak jauh berbeda dari Nexus One  atau Nexus S yang sudah lebih dahulu beredar.

Facebook Places di Indonesia baru via BlackBerry

Facebook Places, suatu solusi berbasis lokasi dari layanan socmed terbesar Facebook, yang kabarnya saat ini hanya dapat digunakan di ranah USA sana ternyata sudah dapat dinikmati oleh pengguna di Indonesia.

Bukan melalui aplikasi Facebook di iPhone ataupun Android, melainkan malah lebih dulu di Facebook untuk BlackBerry. Sejak Facebook app versi 1.9, pengguna BlackBerry — tidak cuma di Indonesia tentunya — dapat mengakses sistem check in di Facebook seperti layaknya di Foursquare, Gowalla, ataupun Koprol.

Data yang sudah tersedia cukup lengkap, plus pengguna dapat memasukkan data baru jikalau lokasi yang diinginkan belum terdaftar di basisdata Facebook Places. Sayangnya memang fitur ini sangat bergantung pada layanan GPS, oleh karena itu pengguna BlackBerry tak ber-GPS seperti Curve 8520 (Gemini) tidak dapat memanfaatkannya.

Memang dibanding Foursquare ataupun Gowalla, Facebook Places miskin rewards. Tidak bakal Anda temukan status mayor dan badge di sini. Tentunya memang itu bukan tujuan awal Facebook mengembangkan fitur lokasi. Toh, bila tidak berkenan Anda bisa kembali menggunakan aplikasi yang lebih nyaman bagi Anda.

Dampak booming ponsel, twitter dan facebook bagi para penarik becak di Yogyakarta

becak

Apa dampak booming ponsel bagi para penarik becak di Yogyakarta? Well, setidaknya ada dua dampak langsung yang terjadi akibat booming-nya penggunaan ponsel di Kota Yogyakarta terhadap tukang becak. Berikut dua diantaranya:

1. Mengurangi penghasilan tukang becak.

Beberapa tukang becak mengaku penghasilan mereka mengalami penurunan drastis akibat meledaknya penggunaan ponsel. “Betapa tidak”, ujar salah seorang mantan penarik becak yang sudah berganti profesi menjadi penambal ban kepada saya, “Lha wong sekarang para penumpangnya selalu minta jemput pakai motor. Ketika mereka tiba di bandara (baca: Adisucipto), mereka tinggal telpon atau SMS temannya untuk minta dijemput. Pas turun di stasiun, penumpangnya tinggal mengeluarkan hape terus SMS. Habis belanja dari pasar tradisional atau mall, eh minta jemput lagi. Anak-anak sekolah kebanyakan sekarang juga begitu, kalau pulang mereka tinggal SMS terus minta jemputan. Kalau begini terus kan tukang becaknya yang susah.”

2. Menambah penghasilan tukang becak.

Lha terus bagaimana mungkin ponsel bisa menambah penghasilan tukang becak. Tidakkah ini kontra produktif dengan poin pertama? Sekilas memang iya, tetapi sejatinya tidak. Para penarik becak yang modern dan adaptif ini ternyata cerdik melihat peluang. Mereka beralasan bahwa keberadaan ponsel sangat membantu mereka untuk menerima informasi alias “update status” dari sesama rekan seprofesinya tentang titik-titik potensial yang berstatus “urgently required: a pedicab “.

Sebagai contoh, ketika ada rombongan turis luar kota atau luar negeri – kecil kemungkinan mereka minta jemputan – yang hendak membutuhkan becak dalam jumlah yang besar, maka salah satu tukang becak yang ada di dekat hotel itu akan mengirimkan “update status” kepada rekan seprofesinya yang mungkin sedang mangkal di lokasi lain. Dus, si tukang becak yang menerima “update status” itu pun bisa langsung merespon panggilan itu secepat mungkin agar “rezekinya tidak dipatok” oleh tukang becak lain.

hib01

Kesimpulan

Dari dua poin di atas, saya ingin berhipotesis sebagai berikut:

  1. Ponsel bersifat netral,
  2. Tukang becak yang tidak bisa memanfaatkan ponsel akan tergilas oleh pelanggannya yang sesekali harus memakai ponselnya untuk meminta jemputan,
  3. Tukang becak yang bisa memanfaatkan ponsel akan menangguk untung dari “update status” yang cepat dari rekan seprofesinya yang juga memiliki ponsel,
  4. I guess those pedicab drivers should purchase a cellphone that supports facebook or twitter somehow.
  5. Technology couldn’t kill human yet. It is human – because of its interpretation -that kill themselves using their technology.

Enjoy Jogja! Enjoy Gadnix!

[gambar 1] | [gambar 2 ]

Apa itu mobinity?

about

InTouch, yang dulunya berkibar sebagai pendukung seri Nokia Communicator, berusaha strike back dengan meluncurkan suatu inovasi yang disebut mobinity. Apakah sebenarnya mobinity? Jika Anda belum paham benar tentang mobinity, mungkin Anda pernah dengar aplikasi yang bernama Snaptu. Snaptu ini bisa dibilang aplikasi dalam aplikasi, jadi di dalam Snaptu terdapat Facebook, Twiter, Picasa, dan beberapa aplikasi lainnya.

mobinity ini mirip-mirip dengan Snaptu, cuma berbeda di komposisi aplikasi di dalamnya dan konektivitasnya. mobinity menggunakan suatu paket data tersendiri (sebenarnya tidak bisa dibilang menggunakan APN sendiri) sehingga akses di dalam aplikasi Mobinity tidak lagi menggunakan paket data dari operator. Cukup membayar IDR 500 (sekitar US$ 0.05) per hari untuk akses tak terbatas. Lengkapnya soal biaya yang diperlukan bisa diakses di sini. Di halaman tersebut juga tersedia daftar ponsel apa saja yang mendukung mobinity secara penuh beserta tautan unduhannya, yang penting berbasis Symbian atau Java.

Jadi apa saja yang ditawarkan di mobinity? Secara garis besar ada tiga macam hal yang ada di mobinity. Pertama adalah jejaring sosial menggunakan Facebook, kedua adalah chatting dengan Yahoo! Messenger, dan ketiga adalah sumber informasi dari beberapa portal berita. Silakan menuju halaman features untuk keterangan lebih lengkapnya (beserta panduan dalam bentuk PDF).

Menurut saya, apa yang ditawarkan oleh mobinity sebenarnya cukup menarik apalagi harganya yang sangat terjangkau. Kalau boleh saya usul, sebaiknya ada satu aplikasi tambahan yang saya yakin dapat lebih menarik konsumen Indonesia yaitu client Twitter. Dengan demikian, tidak harus punya ponsel pintar dan bayar bulanan yang mahal untuk hanya mengakses Facebook kan? :D