AHA, satu lagi produk Internet dari Bakrie Connectivity

aha-bakrie-connectivity

Memperkaya pilihan berinternet hari ini, Bakrie Telecom melalui anak perusahaannya Bakrie Connectivity (BConnect) menawarkan layanan baru paket data berbasis jaringan EVDO CDMA. Dikemas dengan nama AHA, berasal dari singkatanAffordable Highspeed Access, BConnect berusaha menghindari pertempuran langsung di ibukota dengan menyasar segmen gemuk di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Saat ini, AHA tersedia di kota Semarang, Solo, Yogyakarta, Surabaya, dan Malang. Di mana ada sinyal Esia — di kota-kota tersebut, berarti di situ AHA ini bisa digunakan. Paket yang tersedia berupa dua model modem USB dan sebuah Samsung Corby Pro AHA, dengan harga mulai dari IDR 499,000 dengan beberapa paket bulanan yang bisa dipilih seperti di gambar di atas.

Dalam peluncurannya BConnect menggandeng Google, dengan tersedianya secara default peramban Google Chrome. Oh ya, klaim dari BConnect sendiri, kecepatan maksimal yang bisa diperoleh dari AHA ini, secara teoritis, adalah 3.1 Mbpsdownstream dan 1.8 Mbps upstream.

speedtest AHA

Salah seorang blogger, Anang, berhasil mencobai kualitas BConnect ini dan meng-capture tes kecepatannya. Ternyata seperti screenshot yang ada di atas, kecepatan downstream-nya sangat sesuai dengan apa yang diiklankan. Tentunya, prinsip produk baru yang cepat di awal berlaku di sini. Meskipun demikian, saya sangat berharap bahwa BConnect mampu mempertahankan kualitas layanannya agar dapat menjadi alternatif handal konektivitas Internet secara mobile.

BlackBerry CDMA Smart meluncur, Starone sebentar lagi

smart-blackberry

BlackBerry makin membius operator telekomunikasi Indonesia untuk berlomba-lomba menjadi reseller-nya. Setelah sukses dengan 4 operator GSM, kini giliran operator CDMA yang menjajaki layanan asal Kanada ini. Adalah Smart Telecom yang mengawalinya, sementara Indosat Starone direncanakan hadir di bulan Desember mendatang. September yang lalu kami telah mengangkat informasi bahwa baik Smart Telecom maupun Indosat Starone sudah resmi memiliki halaman BlackBerry Internet Service (BIS).

Promo BlackBerry ini tentu diharapkan mendongkrak subscribers yang pada ujungnya akan meningkatkan ARPU pelanggan. Sebagai catatan memang ARPU pelanggan BlackBerry secara rata-rata lebih tinggi karena harga paket BIS per bulannya yang perlu dibayar.

Diluncurkan beberapa waktu yang lalu, Smart Telecom mengusung promo bundle dengan handheld BlackBerry Curve 8330. Kelebihan paket Smart Telecom adalah biaya yang dibayarkan setiap bulannya tidak hanya mencakup BIS melainkan juga paket APN operator. Dengan demikian, Anda tidak perlu lagi khawatir membayar ekstra untuk streaming video di Internet maupun menggunakan sejumlah aplikasi yang kadang tidak menyertakan koneksi BIS di dalamnya.

Paket harga yang ditawarkan pun cukup menarik. Dan catatan bahwa belum banyak pengguna Smart sangat menguntungkan bagi Anda yang ingin melenggang nyaman di bandwidth-nya yang cukup besar. Problem awal yang dihadapi adalah masalah coverage. Banyak orang tidak yakin bahwa sinyal Smart Telecom dapat dengan bagus menjangkau area tempat tinggal ataupun tempat kerja mereka.

Problem kedua adalah Smart Telecom saat ini tidak mau mengakomodir pelanggan yang tidak membeli paket handheld BlackBerry dari pihaknya. Jadi Anda yang sudah memiliki Storm 9530 ataupun Tour 9630 tentunya harus bersabar menunggu policy ini diubah. Di lain pihak, sebenarnya langkah Smart Telecom ini cukup bagus untuk mengerem masuknya BlackBerry secara “ilegal” (tidak lewat operator). Di sisi lain, kebijakan ini tentunya mengurangi percepatan orang untuk menjadi pelanggan Smart karena tetap harus membeli handset dari Smart Telecom itu sendiri.

Kita lihat saja bagaimana laporannya setelah 6 bulan.

Disclaimer: tulisan ini juga dimuat di blog fring Indonesia

BlackBerry CDMA: Starone vs Smart Telecom

Silakan kunjungi dua link berikut, http://indosat.blackberry.com dan http://smart-telecom.blackberry.com. Anda akan melihat bahwa logo 2 operator CDMA, Starone dan Smart Telecom, sudah terpampang di sana. Artinya, tidak lama lagi akan hadir secara resmi layanan BlackBerry berbasis CDMA (bukan sekedar di-inject untuk telepon dan SMS), diharapkan sebelum akhir tahun ini. Sebelumnya, berita tentang BlackBerry CDMA ini sudah muncul dari bulan April yang lalu.

Sejauh ini, ada sejumlah ponsel BlackBerry yang dilansir untuk dual GSM dan CDMA (bukan CDMA tersendiri), di antaranya 8830 World Edition, Storm 9530, dan Tour 9630. Indosat memiliki keunggulan tersendiri karena memiliki kedua operator GSM dan CDMA ini, sehingga tidak aneh jikalau nanti kita dapati Tour yang dibundle oleh Starone. Lebih tricky kondisinya untuk Smart, tapi tentu saja para petinggi operator ini sudah berpikir masak-masak untuk strategi pemasarannya.

Potensi BlackBerry CDMA sebenarnya sangat besar, karena penggunanya masih belum banyak, dan teknologi EV-DO sebenarnya diklaim bisa secepat (atau bahkan lebih cepat) teknologi 3G/HSDPA. Tentunya yang paling harus diperhatikan oleh kedua operator ini adalah kualitas layanan. Jaringan CDMA selama ini dikenal kurang friendly terhadap kawasan pinggiran, padahal di sinilah konsentrasi penggunanya yang paling potensial.

KOMPAS Phone dari Flexi; Murah tapi ….

kompas phone

KOMPAS Phone adalah ponsel CDMA buatan ZTE tipe C339 yang diluncurkan oleh Flexi dan Harian Kompas. Ponsel ini menjual aplikasi Kompas yang sudah terintegrasi sebagai fitur andalan untuk menggaet konsumen. Dengan fitur ini, seorang pengguna bisa mengakses 400 sampai 600 berita aktual dari 13 rubrik di Kompas.Com setiap hari hanya dengan Rp. 2000/minggu. Jika masih tidak puas, pengguna bisa mengakses rubrik tambahan hanya dengan membayar Rp. 1000/minggu.

Selain aplikasi Kompas, ponsel seharga Rp. 325.000,00 ini juga dilengkapi dengan 32 ringtone polyphonic, layar 65.000 warna, dan fitur perekam. KOMPAS Phone sudah bisa dibeli di Plasa Telkom. Meskipun terkesan menarik dan unik, konsumen masih harus menguji ketahanan mata mereka dengan layar ponsel ini yang relatif kecil. Mampukah konsumen membaca ratusan artikel di Kompas.Com menggunakan ponsel yang layarnya tidak selebar layar iPhone 3G? Hmmmm ….. saya rasa ini bukan ponsel yang bagus untuk Jakob Oetama.

Source

Serba-serbi Palm Pre

palm-pre

Memang Palm Pre, sebagai produk terbaru (yang belum keluar), ini sedang menjadi komoditas hot di ranah USA. Sebelumnya kami jarang membahasnya karena pastinya kita tahu bahwa produk Palm, terutama yang baru-baru, tidaklah masuk secara resmi ke Indonesia, biasanya melalui importir tertentu. Terakhir saya melihat Palm Treo Pro yang dijual di etalase toko yang biasa menjual produk PDA. Kali ini mari kita coba bahas tentang Palm Pre yang rencananya akan diluncurkan pertengahan tahun ini (mungkin Juni, sebelum kemungkinan adanya produk iPhone yang baru).

Palm Pre sendiri kalo kita lihat dari gambar-gambar tampaklah memiliki screen yang sangat cantik. Dipersenjatai dengan jaringan berkecepatan tinggi 3G EVDO Rev A, layar 3.1 inchi dengan 16 juta warna, kamera 3.2 megapiksel, dan Palm WebOS yang menjanjikan, membuat kesengsem banyak pihak yang mungkin saja sudah bosan dengan iPhone, BlackBerry, ataupun G1-nya Android. Yang saya tahu, Palm Pre ini nantinya akan dipasarkan secara eksklusif oleh Sprint, salah satu operator CDMA terbesar di USA. Kerjasama ini layaknya Apple iPhone dan AT&T.

Salah satu analisis menarik yang baru-baru ini dikeluarkan oleh iSuppli (dan diwartakan oleh Business Week) menyatakan bahwa biaya pembuatan Palm Pre sendiri “hanya” US$ 138. Dengan asumsi Palm akan men-charge Sprint sebesar US$ 300, dan dijual lagi seharga US$ 200 (karena ada subsidi), tentunya Palm akan untung besar dan menyehatkan kondisi finansial perusahaan yang carut marut setelah “kekalahannya” dalam pertarungan dengan Windows Mobile di medio 2003-2005. Jika capek menunggu (dan membayar) ada cara yang praktis untuk memperoleh Palm Pre ini secara GRATIS, ya gratis, dengan mengikuti sejumlah event yang bahkan sudah dirangkum oleh blog Palm itu sendiri.

Sayangnya, kita di sini hanya gigit jari, dan harap-harap cemas jikalau ponsel ini bisa mampir di Indonesia. Ups, kalo yang diimpor ke sini adalah versi Sprint yang notabene operator CDMA, apakah operator lokal dapat mendukung fitur-fiturnya secara penuh? Ya kita harapkan adanya kemajuan teknologi di ranah CDMA untuk pasar lokal, setelah Indosat memutuskan untuk memasukkan BlackBerry CDMA melalui Starone. Masa jualannya cuma tentang tarif terus?