AXIS akhirnya luncurkan BlackBerry Bold 9700

img_white-gemini_onyx_eng

Salah satu operator penyedia layanan BlackBerry, AXIS, akhirnya meluncurkan BlackBerry Bold 9700 (juga dikenal sebagai Onyx). Sebelumnya, XL Axiata adalah yang pertama sebagai penyedia handset ini secara resmi di Indonesia (dan juga di Asia). Hal ini melengkapi jajaran handset yang ditawarkan oleh AXIS, setelah sebelumnya juga menyediakan Bold 9000, Curve 8900, dan Curve 8520.

Paket yang ditawarkan AXIS Worry Free untuk Bold 9700 cukup menarik.  Harga awalan IDR5,999,999 adalah yang termurah dibanding operator yang lain. Plusnya adalah garansi 2 tahun, asuransi 1 tahun, tersedia layanan cicilan 0% selama 12 bulan dengan kartu kredit tertentu, dan berlangganan BlackBerry Internet Service dengan harga mulai IDR3000 per hari.

Silakan menuju tautan berikut untuk keterangan lebih lanjut. Selain itu, Indosat (dan Telkomsel, terlambat seperti biasa) juga segera meluncurkan paketnya masing-masing untuk handset ini.

[via gajeto]

Disclaimer: tulisan ini juga dimuat di blog fring Indonesia

Prediksi 2010: tidak lagi milik BlackBerry

Tahun 2009 ditutup dengan masih digjayanya BlackBerry di kelas mid-to-high. BlackBerry Curve 8520 (Gemini) di kelas menengah dan BlackBerry Bold 9700 (Onyx) di kelas atas mengungguli kompetitor lainnya untuk menjadi yang terlaris dan paling dicari. Meskipun demikian, saya berani memprediksikan bahwa tahun 2010 di Indonesia adalah bukan lagi sepenuhnya BlackBerry sebagaimana tahun 2008 dan tahun 2009. Siapa perebut tahta mahkota ponsel paling hype di Indonesia tahun 2010 ini?

Prediksi saya didasari pada kenyataan bahwa demand BlackBerry untuk segmen tertentu sudah mulai stagnan. Kemungkinan besar ini karena hampir semua orang di kalangan ini sudah menggunakan BlackBerry, perubahan antara pengguna Bold ke Bold 9700 ternyata tidak setinggi yang diperkirakan sehingga mengakibatkan overstock dan harga cukup cepat turun. Jajaran seri terbaru BlackBerry dengan OS 5.0 yang kurang lebih tidak jauh berbeda membuat masyarakat enggan untuk beralih.

Jika BlackBerry tidak lagi berkuasa, siapa yang berhasil untuk mengusiknya? Dari pengamatan saya di Twitter, milis-milis teknologi, dan pandangan mata langsung di mall-mall, masyarakat nampaknya semakin tertarik untuk mengetahui lebih banyak tentang iPhone dan Android. Layar sentuh yang lega, aplikasi yang bejibun termasuk games dengan grafis menarik, dan lag yang hampir tidak ada (ingat jam pasir dan memory leak di BlackBerry?) membuat kedua platform ini semakin mendapat tempat di hati. Semakin sering akhir-akhir ini saya melihat orang menggunakan iPhone di mall, saat BlackBerry sudah mulai menjadi ponsel sejuta umat.

Berita peluncuran iPhone 3GS di Indonesia (seharusnya Januari ini), peluncuran Google Nexus One, selesainya pertikaian hak nama HTC di Indonesia, nampaknya sangat mendukung berkembangnya iklim ini. Seharusnya tidak sulit bagi para operator besar untuk memasarkan keduanya di Indonesia, dengan syarat: (1) Paket harga yang kompetitif, kenapa tidak berani memberikan sistem kontrak 2 tahun untuk menekan harga? (2) Paket data yang terjangkau dengan kualitas yang handal (reliable), dengan opsi layanan unlimited (3) Layanan purnajual yang memadai.

Jika ketiga hal di atas terpenuhi, bukan tidak mungkin bahwa BlackBerry akan mengakhiri masa kejayaannya di Indonesia. Sekali lagi, BlackBerry tetaplah yang paling handal untuk urusan push email dan instant messaging/chatting, tapi untuk urusan aplikasi, permainan, dan peramban (browser), BlackBerry masih tertinggal jauh dari rivalnya iPhone dan Android.

Mungkin untuk level menengah, BlackBerry Gemini masih belum tergantikan, tapi di lebih kelas lebih tinggi (harga > IDR5 juta) saya yakin orang-orang ke depannya akan lebih melihat opsi iPhone 3GS dan ponsel-ponsel berbasis Android sebagai ponsel utama, sementara BlackBerry hanya digunakan sebagai ponsel bisnis.

Tri Indonesia buka layanan BlackBerry sebentar lagi

Sebagai satu-satunya operator GSM yang BELUM meluncurkan Tri Indonesia nampaknya melewatkan banyak peluang menangguk untung selama tren BlackBerry 2 tahun terakhir ini. Untungnya akhirnya Tri diketahui akan segera meluncurkan layanan BlackBerry dalam waktu dekat (kemungkinan Januari ini), meskipun belum ada informasi resmi di situsnya.

Tri Indonesia sudah memiliki halaman akses BIS sendiri yang menandakan sudah adanya kerjasama antara Tri Indonesia dan RIM untuk penyediaan layanan ini. Kita tunggu informasi lebih lanjut tentang harga paket kompetitif ataupun bundling ponsel apa saja yang disediakan.

Sebelumnya Tri selalu dikenal sebagai penyedia layanan inovatif yang berkaitan dengan Internet dan sosial media, misalnya SMS ke Facebook ataupun ke Twitter (meskipun bukan resmi, karena SMS resmi Twitter dipegang oleh AXIS).

[via gajeto]

Disclaimer: tulisan ini juga dimuat di blog fring indonesia

Strategi diferensiasi untuk vendor ponsel china dan lokal (jilid satu)

Diferensiasi adalah salah satu hal yang sangat penting – bahkan sangat mahal – dalam dunia pemasaran. Berbagai cara dilakukan oleh biro iklan dan perusahaan untuk menjadikan produknya sebagai sesuatu yang tidak ada duanya. Tidak terkecuali untuk perusahaan-perusahaan pembuat ponsel. Di dalam industri yang tren dan perubahannya bergerak secepat kilat ini, perusahaan-perusahaan yang mampu membuat perbedaan biasanya akan menjadi pemenang. Apple dengan iPhone berlayar sentuhnya, RIM dengan Blackberry ber-QWERTY-nya, Sony Ericcsson dengan ponsel Walkman-nya, atau HTC dengan ponsel-ponsel Android-nya bisa menjadi contoh betapa perbedaan adalah hal yang sangat penting.

Tapi bagaimana dengan vendor-vendor ponsel lokal di Indonesia? Perlukah perusahaan-perusahaan ini berinvestasi untuk mengejar diferensiasi yang terkadang alih-alih bikin untung besar justru bisa bikin bangkrut total? Hmmm, apa pun alasan dan risikonya, tidak ada salahnya untuk membeberkan beberapa ide terkait diferensiasi ini. Berikut strategi diferensiasi khusus untuk vendor ponsel lokal ala penulis:

1. Gunakan DVORAK, Lupakan QWERTY

dvorak

Gara-gara Blackberry ber-QWERTY sedang booming di Indonesia, hampir semua vendor ponsel saat ini jadi sibuk untuk membuat dan menjual tiruannya – kecuali Sony Ericcsson. Mulai dari vendor internasional sekelas Nokia, Samsung, dan Motorola, sampai vendor ponsel kelas China dan lokal seperti HT dan D-One ramai menggeber ponsel QWERTY masing-masing. Dampaknya tragis, konsumen Indonesia tampaknya lama kelamaan akan jenuh dan merasa bosan dengan ponsel jenis ini. Saya pikir tidak hanya konsumen, produsen pun mungkin akan ikut-ikutan stuck dengan kenyataan ini.

Bila Anda adalah seorang pimpinan perusahaan yang mempunyai tanggung jawab besar untuk membentuk identitas (brand) institusi Anda, maka tidak ada salahnya jika Anda membuat gebrakan besar yang bisa membuat perusahaan Anda keluar dari hiruk pikuk – getting out of the crowd. Salah satunya adalah dengan menanamkan keyboard bertipe DVORAK di ponsel-ponsel buatan Anda.

Wait, tampaknya Anda belum tahu sama sekali tentang spesies baru layout keyboard DVORAK ini bukan? Agar Anda bisa memahami dengan jelas kelebihan DVORAK dibanding QWERTY, sebaiknya Anda unduh saja langsung kartun tentang DVORAK VS QWERTY ini. (download pdf)

Setelah membaca dan merenung betapa “kelamnya” sejarah di balik munculnya layout keyboard QWERTY, saya harap Anda langsung membentuk tim khusus untuk mendesain sekaligus meriset tentang kemungkinan untuk menjual ponsel berkeyboard dengan layout DVORAK di pasar potensial bernama Indonesia.

2. Gaetlah high tech ambassador, jangan artis!

budiputranukmanbisnis

Budi Putra & Nukman Luthfie: The Next Techie Ambassador!

Samsung sudah mengontrak Nicholas Saputra & Dian Sastro, Toshiba punya Luna Maya, lalu perusahaan Anda akan pilih siapa? Kalau perusahaan Anda ingin tampil beda, cobalah merekrut Budi Putra atau Nukman Luthfie . Selain karena sudah punya brand bagus, keduanya juga punya banyak follower dan audience yang tidak segan untuk mencari tahu, mendiskusikan, bahkan membeli dan memakai gagdet-gadget yang juga dipakai oleh kedua tokoh digital tersebut.

Mungkin awalnya konsumen merasa agak sedikit aneh dan risih, tapi kenapa tidak? Bukankah segala sesuatu yang beda itu pasti akan terasa “aneh” di awal-awal. Ngomong-ngomong, selain Budi Putra dan Nukman Luthfie, saya pikir masih ada satu kandidat lagi yang sangat cocok untuk menjadi iCon diferensiasi Anda. Siapa dia? Mark Zuckerberg!

Nama terakhir yang saya sebut memang “sangat mahal”, tapi kalau perusahaan Anda bisa menggaetnya maka produk Anda saya rasa siap untuk dipasarkan di mana saja di kolong dunia selama di sana ada masih pengguna facebook-nya!

Take action, just do idiot !

To be continued ….

Note:

Tulisan Strategi diferensiasi untuk vendor ponsel china dan lokal adalah tulisan berseri. Di waktu-waktu mendatang, penulis mungkin akan menerbitkan seri-seri berikutnya. Siapa tahu Anda berminat? So stay tuned in gadnix, thanks.

[Gambar Nukman Luthfie] | [Gambar Budi Putra ]

Tips membuat threaded SMS di Blackberry

blackberry-storm

Teman kami dari Australia, Mr. Gadget Australia punya berita baik buat BB fans di Indonesia. Bagi BB user yang mendambakan threaded SMS ala iPhone atau ponsel-ponsel touch screen LG, Anda sekarang bisa menggunakan aplikasi Empower Threaded SMS. Aplikasi yang bersifat shareware (coba dulu, bayar belakangan) ini bisa diinstall di BB yang mendukung OS 4.2 atau versi di atasnya.

Bosan dengan UI SMS BB yang begitu-begitu aja? Jangan marah, mending langsung download Empower Threaded SMS .

Iklan: Kaus Blacksweet now in sale for only 55 thousands IDR [check other types ]