RIM “tendang” Kik dari BlackBerry?

Sebuah open letter yang dimuat Kik dalam blognya cukup mencengangkan. Research in Motion (RIM) ternyata telah “menendang” Kik keluar dari platform BlackBerry. Setelah sebelumnya Kik dikeluarkan dari BlackBerry App World, pengguna Kik di BlackBerry yang sudah mengunduh messenger populer ini akan dihadapkan pada kenyataan pahit baru.

RIM mematikan akses push Kik sehingga pesan yang disampaikan melalui kik akan mengalami keterlambatan hingga 1 jam. Sistem RIM yang tertutup tentunya memudahkan RIM untuk “menyensor” segala layanan yang tidak diinginkannya.

Selain itu, RIM telah menghapuskan akses ke BlackBerry Software Development Kit dan Signing Keys, mengakibatkan dibekukannya kemungkinan pengembangan Kik di platform BlackBerry ke depannya. Kondisi ini secara efektif tidak berpengaruh pada pengguna iPhone dan Android, kecuali jika Anda mengirimkannya kepada teman yang menggunakan BlackBerry.

Sikap RIM ini berbalik 180 derajat padahal sebelumnya Kik mendapatkan perlakuan menyenangkan dari RIM. Kik messenger awalnya diterima di App World tanpa masalah, layanan musik mobile yang akan diluncurkan juga mendapatkan penghargaan khusus di ajang BlackBerry Devcon tahun lalu dan bahkan diumumkan RIM sebagai salah satu dari 5 aplikasi yang dimasukkan dalam platform BBM mendatang.

Meskipun tanpa BlackBerry, Kik saat ini mendapatkan sambutan yang sangat baik, terbukti peminatnya melonjak dari 1 juta menjadi 2.5 juta pengguna setelah RIM secara efektif mengeluarkan Kik dari App World. Disinyalir memang RIM keberatan jika Kik nantinya menyaingi BBM miliknya — selain masalah battery drain dan pelanggaran privasi yang meng-crawl data kontak, yang sudah ditawarkan update-nya oleh Kik.

Sebenarnya di penggunaan nyata konsumen tetap cenderung menggunakan BBM bagi komunikasi antar pengguna BlackBerry dan menggunakan Kik untuk berkomunikasi dengan pengguna platform lain. Apa bedanya Kik dengan What’s App, pingchat, atau bahkan yang messenger yang lebih populer seperti MSN dan Yahoo! Messenger? Kita harapkan perselisihan ini dapat segera mendapatkan jalan keluarnya.

Update: RIM telah mengajukan tuntutan terhadap Kik perihal pelanggaran hak paten, berkaitan dengan akses infrastruktur BlackBerry untuk kepentingan aplikasi chatting antar platform, plus Kik tanpa ijin mengakses informasi personal di ponsel, misalnya addressbook.

Monexnews luncurkan versi mobile web dan launcher

PT Monex Investindo Futures, yang terdaftar secara resmi di Bursa Berjangka Jakarta, menangkap trend digital dan Internet masa kini dan masa datang adalah teknologi mobile yang ada di genggaman kita. Penggunaan ponsel pintar (smartphone) yang semakin menjamur dewasa ini mendorong penggunaan mobile Internet yang lebih luas lagi.

Tercatat per Maret 2010, pengguna BlackBerry di Indonesia sudah mencapai 1 juta pelanggan, belum lagi ponsel pintar lain seperti iPhone, ponsel berbasis Android, Symbian, Windows Mobile, dan ponsel-ponsel lain yang memiliki fasilitas Java/J2ME di dalamnya.

Implementasi yang dilakukan oleh pihak Monex adalah pembuatan versi mobile web dari monexnews.com, yang merupakan portal informasi bisnis, informasi perdagangan mata uang asing, informasi perdagangan komoditas, dan informasi bursa saham. Slogan yang diusung adalah “Monex Goes Mobile”.

Untuk mempermudah pengguna mengakses situs tersebut, Monex membuat launcher khusus untuk platform Android, BlackBerry, dan Java. Anda juga bisa mengakses langsung monexnews.com versi mobile web yang terdeteksi secara otomatis jika Anda menggunakan mobile browser.

Tentunya akan lebih menarik lagi jika yang dibuat adalah aplikasi khusus di masing-masing platform, yang tak hanya memberikan informasi tetapi juga memberikan akses terhadap pelanggan untuk melakukan online trading secara langsung.

Kelengkapan fasilitas online trading langsung dari ponsel akan menambah nilai tambah Monex di mata pelanggan maupun calon pelanggan. Ke depannya mungkin ini bisa menjadi masukan untuk tim riset Monex. Informasi lebih lanjut soal produk ini bisa didapatkan di situs Monex, http://mifx.com dan tentunya http://monexnews.com.

XL siap datangkan BlackBerry PlayBook tahun 2011

Dikutip dari Media Indonesia, XL Axiata — operator terbesar ketiga dalam hal pelanggan — dikabarkan tertarik untuk mendatangkan tablet besutan Research in Motion yang diberi nama BlackBerry PlayBook. PlayBook sendiri baru tersedia medio Q1 atau Q2 2011, meskipun beberapa partner BlackBerry di sini dikabarkan sudah memiliki unit tesnya.

BlackBerry PlayBook adalah Tablet BlackBerry dengan sistem operasi BlackBerry Tablet OS berbasis Linux yang dikembangkan oleh QNX. QNX sendiri adalah produsen OS untuk berbagai peralatan yang diakuisisi oleh RIM tahun lalu. BB Tablet OS ini akan 180 derajat berbeda dibanding OS yang sekarang, di mana aplikasi yang berjalan di atasnya akan berbasis HTML5 (web-based app) dan Adobe AIR.

Sebelum masuk ke sini, mari kita lihat bersama demo PlayBook yang disajikan oleh Presiden dan Co-CEO RIM, Mike Lazaridis di ajang Konferensi Adobe MAX. Masih agak laggy tapi cukup menjanjikan. Apakah benar-benar D.O.A (Dead on Arrival) seperti yang dikatakan oleh Steve Jobs?


[tautan untuk tampilan mobile]

BlackBerry Bold 9780 hadir di Indonesia bulan November?

Research in Motion baru saja melansir informasi diluncurkannya seri terbaru jajaran Bold, yaitu BlackBerry Bold 9780. Secara fisik, Bold 9780 ini serupa dengan Bold 9700 (Onyx) ataupun Bold 9650 (Essex). Perbedaan nyatanya adalah kehadiran BlackBerry 6 OS secara out-of-the-box, serta beberapa upgrade fasilitas, seperti RAM 512MB dan kamera 5 megapiksel. Bold 9780 juga mendukung bertelepon menggunakan jaringan Wi-Fi (UMA) jika tersedia.

Bold 9780 akan hadir pertama kali di T-Mobile USA dan kabarnya bakal cepat hadir di Indonesia juga. Sejumlah informasi dari sumber terpercaya mengatakan Bold 9780 sudah siap diperkenalkan ke publik Indonesia bulan depan (November), padahal flagship BlackBerry Torch sendiri secara umum masih bersifat pre-order.

Meskipun Bold 9700 dikabarkan nantinya dapat juga menggunakan sistem operasi terbaru BlackBerry 6, Anda yang tidak sabar menunggu tentunya dapat mengurangi rasa penasaran Anda terhadap BlackBerry 6 dengan mencobai handset ini. Tentu saja secara logika harganya akan berkisar di antara harga Bold 9700 dan Torch 9800.

Informasi lebih lanjut bisa didapatkan di situs resmi BlackBerry http://blackberry.com/bold.

Pre-Order BlackBerry Torch 9800

Tentu saja Anda pernah mendengar seri unggulan dari BlackBerry ini. Mengusung sistem operasi terbaru, BlackBerry 6, BlackBerry Torch adalah ponsel pintar dari RIM terbaik saat ini. Sejak peluncurannya melalui AT&T beberapa waktu yang lalu, ponsel ini sudah lama masuk Indonesia melalui pasar Black Market.

Sudah saatnya Torch masuk Indonesia secara resmi dan tidak perlu heran bahwa Indonesia — dengan pertumbuhan kepemilikan BlackBerry yang pesat — adalah negara pertama di Asia yang mendapat kesempatan ini.

BlackBerry Torch adalah generasi BlackBerry baru yang pertama kali menggunakan dengan model slider. Susunan keyboard-nya mirip milik Bold 9000, sementara layarnya adalah layar sentuh khas seri Storm. Fitur unggulannya antara lain kamera 5 megapiksel, browser terbaru berbasis webkit yang mendukung HTML5, dukungan multimedia yang lebih baik, dan tak lupa sistem operasi BlackBerry 6 yang lebih fluid.

Pre-order di Indonesia saat ini tersedia melalui beberapa channel. Yang pertama melalui situs resmi BlackBerry yang didukung oleh 3 distributor nasional, TAM, Selular Shop, dan Oke Shop. Channel berikutnya adalah melalui operator, saat ini sudah 2 operator yaitu XL dan Telkomsel yang membuka pendaftaran resmi di situsnya. Anda tinggal pilih mana yang sesuai dengan preferensi pribadi.

Barang diperkirakan akan tersedia mulai akhir Oktober ini dengan perkiraan harga di atas IDR 6 juta. Sebagai informasi, harga ponsel ini secara non-kontrak melalui AT&T adalah US$499.99.

Update: harga resmi melalui Telkomsel adalah IDR 6.499.000.

Update2: Indosat dan Tri juga telah membuka pre-order untuk BlackBerry Torch