7 hal kenapa tidak perlu BlackBerry

blackberry

Setelah kami mengulas tentang hal-hal yang bisa mendorong Anda untuk tidak memiliki iPhone, kini sebagai pembanding kami memberikan sejumlah saran, terutama bagi Anda yang biasanya menempatkan gadget sebagai alat gaya hidup, perlu atau tidaknya Anda memiliki handset BlackBerry. BlackBerry seperti kita tahu saat ini sudah menjadi bagian terbaru dari gaya hidup masyarakat kota besar di Indonesia dengan adanya paket data dari 3 operator GSM ternama.

Tentunya hal-hal berdasarkan pertimbangan fungsionalitas semata, yang bisa saja Anda acuhkan ketika dana yang dimiliki berlimpah dan Anda berada dalam kondisi berlomba-lomba menjadi yang terdepan dalam kepemilikan gadget, meskipun belum tentu digunakan semua fiturnya.

Langsung saja, berikut adalah daftar kenapa Anda tidak perlu BlackBerry:

  1. Tidak butuh push email. Ini merupakan syarat wajib untuk handset BlackBerry. Kemahiran BlackBerry mengolah push email dengan bentuk compact dan masuknya email hampir bersamaan seperti di komputer biasa melambungkan nama RIM sebagai yang terdepan dalam penyediaan ponsel bisnis. Jika Anda bukanlah pengguna hard core email dan tidak biasa untuk sering-sering mengecek email, seharusnya BlackBerry bukanlah untuk Anda
  2. Butuh banyak aplikasi dan games. RIM, sebagai pembuat BlackBerry, dikenal sangat selektif untuk menentukan aplikasi mana yang berhak dimasukkan ke BlackBerry atau tidak. Kebijakan ini berbeda dengan langkah yang diambil oleh Symbian dan Apple yang membolehkan siapapun membuat aplikasi untuk S60 dan iPhone. iPhone kini bahkan memiliki lebih dari 15.000 aplikasi yang tersedia di Apple App Store. Kebijakan RIM ini membuat jumlah aplikasi yang tersedia untuk BlackBerry tidak sebanyak dua handset saingannya.  Memang RIM sudah (akan) membuat BlackBerry App World, tapi agak diragukan keefektifan App World ini untuk mendongkrak jumlah aplikasi di BlackBerry
  3. Butuh ponsel dengan batere tahan lama. Sudah bukan rahasia lagi bahwa kemampuan push email yang terus-terusan aktif sangat menguras kekuatan batere. Lha wong ponsel biasa saja jika dipakai telpon non stop saja pasti habis batere-nya dalam waktu 3-4 jam saja. Rata-rata handset BlackBerry dengan push email aktif memiliki waktu aktif batere selama 20-24 jam, sehingga perlu di-recharge setiap hari. Tidak suka nge-charge setiap hari? Jangan pakai BlackBerry kalau begitu
  4. Butuh dukungan purnajual (khusus di Indonesia). Ya ini memang dilema di Indonesia. Memang jika kita beli secara resmi melalui operator, dijamin adanya garansi satu tahun. Tapi garansi ini mungkin baru bisa dipakai saat barang yang dipakai benar-benar parah kerusakannnya dan tidak bisa digunakan lagi karena adanya product defect. Jika tiba-tiba handset Anda terjatuh dan meninggalkan “noda” yang tidak menyenangkan, akan menjadi sangat sulit untuk mencari perbaikannya atau membeli sparepart barunya. Semoga keluhan ini bisa didengar oleh pihak RIM yang memang rumornya akan segera secara resmi masuk ke Indonesia untuk penyediaan service center
  5. Butuh fitur radio. Memang tidak semua orang butuh, tapi orang seperti saya kadang-kadang bosan dengan playlist yang itu-itu saja di media player. Radio bisa jadi alternatif untuk mendengarkan playlist yang baru, penyiar yang asyik, ataupun acara yang memberi pengetahuan bermanfaat, seperti Career Coach ataupun Financial Clinic, keduanya di Hard Rock FM Jakarta. BlackBerry sayangnya belum memiliki fitur radio secara built-in untuk semua device-nya. Dengar-dengar sih ada software yang memungkinkan untuk mendengarkan radio secara streaming, tapi saya belum tahu ada versi yang legit/valid dan gratis
  6. Butuh bluetooth untuk menerima transfer file. Ini salah satu fitur pertama yang terasa banget manfaatnya ketika Anda beralih ke BlackBerry. Anda tentunya ingin mentransfer addressbook, berkas media, ataupun simpanan SMS ke BlackBerry baru Anda. Sayang seribu sayang, bluetooth yang ada di BlackBerry tidak mau menerima transfer dari ponsel yang lain. Terpaksalah kita transfer dulu ke komputer, baru dari komputer melalui Desktop Tools, kita transfer lagi ke BlackBerry. Cukup menyita waktu! Meskipun demikian, bluetooth BlackBerry masih bisa digunakan untuk mentransfer berkas ke device lainnya
  7. Butuh handset sebagai modem. Koneksi 3G dan HSDPA yang dipunyai oleh BlackBerry sayangnya tidak bisa digunakan sebagai modem Anda (istilahnya tethered modem) untuk berselancar Internet di komputer dengan mudah. Setau saya, hanya beberapa jenis BlackBerry yang dibolehkan untuk berlaku sebagai modem, misalnya seri 8707v, 8800, dan 83xx. Seri terbaru seperti Bold, Curve 8900, Pearl Flip 8220, ataupun Storm, nampaknya hanya akan membuat Anda terpaku dengan handset semata tanpa membolehkan sharing konektivitas Internet dengan komputer. [update: menurut link terbaru ini ternyata seri-seri baru, seperti Storm, Bold, dll, bisa dijadikan sebagai tethered modem. Hanya memang sebagai modem tidak akan bisa menggunakan fasilitas APN BlackBerry, dan akan dikenakan tarif GPRS biasa].

Setelah menelaah 7 6 hal di atas, apakah ada diantara alasan-alasan tersebut yang membuat Anda berpaling dari BlackBerry?

Situs berbahasa Indonesia oleh BlackBerry

bbcurve8900

Setelah RIM mengadakan pameran resmi di Senayan City (sayangnya saya tidak bisa hadir untuk live report), sekarang RIM melangkah lebih jauh di dunia online untuk lebih meningkatkan awareness masyarakat Indonesia akan produknya, BlackBerry. RIM membuat situs khusus berbahasa Indonesia untuk produk teranyarnya, BlackBerry Curve 8900. Situs yang beralamat di http://www.blackberrycurve8900.co.id ini adalah translasi dari situs resminya.

Entah kenapa hanya BlackBerry Curve 8900 saja yang dibikin versi Indonesianya, apalagi nama situsnya yang “tidak banget”, tetap saja kita berikan apresiasi untuk RIM yang sudah menganggap Indonesia sebagai pasar potensialnya.

Sayangnya, untuk menu Tempat Membeli, karena memang operator di Indonesia tidak membuka gerai secara langsung untuk berjualan, tidak terdapat informasi yang komprehensif. Semoga di tahun ini kita bisa menyaksikan perkembangan yang progresif dari BlackBerry di Indonesia, termasuk edukasinya bahwa ponsel BlackBerry SEHARUSNYA bukan cuma untuk gaya-gayaan, melainkan lebih sebagai ponsel pintar untuk kebutuhan selalu terhubung di mana saja dan kapan saja.

Pre-order Javelin XL sementara ditutup, sudah melebihi quota

javelin-xl

Tampaknya kesuksesan penjualan BlackBerry Bold diikuti oleh “adiknya”, Javelin a.k.a BlackBerry Curve 8900. Pre-order yang ditawarkan XL, sebanyak 777 buah, sudah abis terpesan. Sementara XL tidak akan membuka pendaftaran lagi sampai pre-order tahap pertama ini terselesaikan. Sebagai informasi, sampai sekarang XL belum resmi memperkenalkan Curve 8900 ke publik, sebagaimana yang sudah dilakukan oleh Indosat.

Bagaimana dengan Telkomsel? Operator terbesar di Indonesia ini justru nampaknya lebih sibuk mengurusi iPhone dibandingkan line up BlackBerry-nya. Memang selama ini hubungan Telkomsel dan RIM bukanlah “hubungan langsung, sebagaimana antara RIM dan Indosat. Telkomsel memanfaatkan gateway yang sudah ada di salah satu induknya, SingTel.

Oh ya, saat ini Indosat dan BNI sedangkan mengadakan promo pembelian Curve 8900. Berlaku terakhir hingga hari ini, Indosat menawarkan Curve 8900 seharga 6.9 juta dengan cicilan 0% selama 6 bulan, tentunya menggunakan kartu kredit BNI. Penawaran ini berlaku di Gerai Indosat Kantor Pusat (Medan Merdeka Barat), Gerai Indosat Artha Graha, dan Kantor BNI di Wisma BNI46.

BlackBerry Javelin: pre-oder di e-motion, hadir pertengahan Februari?

javelin-emotion

e-motion, perusahaan milik Piyu Padi yang juga reseller BlackBerry, telah mengumumkan bahwa BlackBerry Javelin, atau yang punya nama resmi BlackBerry Curve 8900, akan hadir di pertengahan Februari. Anda yang berminat bisa melakukan pre-order sekarang juga.

Usut punya usut, menurut salah satu sumber, Telkomsel akan meluncurkan Javelin ini di pertengahan atau akhir Januari ini, tapi nampaknya sampai sekarang masih nampak adem ayem saja. Oh ya, jangan kaget jika di e-motion ini harga Javelin yang ditawarkan mungkin melambung, mengingat di store ini, harga Bold (untuk Indosat) saja ditawarkan lebih dari IDR 9 juta, padahal harga resmi operator adalah di bawah IDR 8.5 juta (atau malah sudah lebih murah sekarang?). FYI, di pasaran, harga BlackBerry Bold dari luar negeri sudah ditawarkan dengan kisaran IDR 7-7.5 juta.

BlackBerry Javelin adalah ponsel BlackBerry terbaru yang memiliki kamera 3.2 megapixels. Bentuknya seukuran dengan seri Curve yang lain, namun memiliki style seperti Bold. Selain ukuran, yang membedakan antara Javelin dan Bold adalah ketidaktersediaan kemampuan konektivitas 3G. Meskipun demikian, Javelin tetap dilengkapi dengan fitur GPRS/EDGE dan WiFi untuk kenyamanan berinternet.

BlackBerry Curve 8900 (Javelin) di Indonesia bulan Januari?

attcurve8900-1

Anda tentu pernah mendengar nama BlackBerry Javelin. Ya, ponsel terbaru RIM ini akan segera mendatangi berbagai tempat di belahan dunia sebagai kompetitor utama produk ponsel bisnis. Ditahbiskan sebagai Curve 8900, ponsel ini akan menggantikan seri 8300 yang sangat sukses dengan ukuran yang pas di genggaman. Saingan keras diperkirakan akan datang dari produk terbaru Nokia Eseries, E71, E66, dan upcoming E63.

Sepintas Anda akan mengatakan bahwa Javelin ini sangat mirip dengan pendahulunya, BlackBerry Bold. Betul, Javelin dan Bold memiliki form factor yang hampir sama, begitu juga dengan User Interface-nya. Memang keduanya menggunakan BB OS versi terbaru, yaitu 4.6 (Javelin lebih advance keluarannya).

Continue reading