Bhinneka menjual iPhone 3GS

Capek menunggu Telkomsel yang tidak kunjung mengeluarkan seri iPhone terbaru ini? Tidak punya teman di luar negeri yang bisa dititipi? Bhinneka akhirnya secara “terang-terangan” menjual iPhone 3GS (tentunya barang dari importir) untuk kedua varian, 16GB dan 32GB. “Hebatnya” di masa promo Ramadhan ini, Bhinneka berani memberikan diskon khusus plus cicilan 0% selama 6 bulan melalui BCA. Yang terakhir ini transaksinya harus dilakukan di tokonya langsung, tak bisa secara online.

Harga yang ditawarkan oleh Bhinneka sebenarnya tidak murah. Varian 16GB dijual bersih seharga IDR 9.9 juta, sementara varian 32GB dijual seharga IDR 11.9 juta. Tapi dasar orang Indonesia, barang mahal seperti ini pun nampaknya laku keras. Varian iPhone 3GS 32GB berwarna hitam ternyata menjadi best selling product di kategori GSM. Sebagai catatan, di halaman depan Bhinneka sama sekali tidak ada gambar iklan tentang iPhone 3GS ini.

Tentunya Bhinneka bersaing dengan waktu. Dia menutupi celah yang dibuka oleh Telkomsel sampai akhirnya operator terbesar di Indonesia ini mendistribusikan secara resmi iPhone 3GS melalui distributor-distributor yang telah ditunjuk dan Bhinneka bukanlah satu di antaranya. Kemungkinan besar sih 3GS baru akan diperkenalkan setelah lebaran, setelah tadinya digadang-gadang untuk masuk bulan Agustus. Apakah Anda tahan menunggu?

[Hat tip untuk Mr. X]

Disclaimer: tulisan ini juga dimuat di blog fring Indonesia

Harga MacBook Bhinneka sama dengan di USA

macbook-bhinneka

Kita tahu bahwa harga rata-rata MacBook di Indonesia melalui reseller adalah sekitar US$ 100 lebih mahal. Harga ini tentunya sebagai margin untuk penjual plus biaya lain (termasuk pajak?). Tapi tahukah Anda bahwa bhinneka.com menawarkan harga MacBook yang sama persis — bahkan ada yang lebih murah — dibanding di USA?

Silakan bandingkan halaman MacBook Bhinneka dan Apple Store USA. Saya bandingkan satu-satu yang berbeda hanyalah MacBook putih seri sebelumnya yang dijual US$ 50 lebih mahal, dua seri barunya persis sama harganya. Harga MacBook unibody 2.0 GHz di iBox adalah sekitar IDR 15 juta, sementara di Bhinneka adalah US$ 1299, sebagaimana yang ditawarkan oleh Apple Store USA. Menggunakan kalkulator kurs Bhinneka, harga tersebut setara IDR 13.67 juta.

Jika kita perhatikan seri MacBook yang lain, harga yang ditawarkan adalah persis sama untuk 3 varian MacBook Pro dan bahkan lebih murah untuk harga MacBook Air 1.6 GHz! Di Apple Store USA, MacBook Air 1.6 GHz ditawarkan seharga US$ 1799, sedangkan di Bhinneka produk yang sama bisa dijual dengan harga US$ 1789! Memang “hanya” US$ 10 lebih murah, tapi bisa menjual sedikit lebih murah saja adalah suatu prestasi untuk barang seperti ini.

Sekali lagi, saya tidak tahu apa status Bhinneka dalam hal ini. Reseller? Premium Reseller? Yang jelas saya ingin tahu bagaimana pihak Bhinneka mendapat margin keuntungan dalam hal ini. Apakah jika Bhinneka menjadi importir skala besar mendapatkan diskon khusus?

Satu “kerugian” membeli lewat Bhinneka adalah ketidakadaan skema cicilan 0% selama 6 bulan melalui sejumlah bank yang biasa dinikmati jika membeli melalui reseller lainnya. Plus Anda bisa mendapat bonus-bonus seperti mouse pad atau aksesoris lainnya. Tapi, jika Anda punya uang tunai, tidak ada salahnya menghemat hingga IDR 1.5 juta untuk berbelanja di Bhinneka ;)

Disclaimer: bukan suatu post yang disposori oleh Bhinneka, sebagaimana kontes oleh NavinoT :D

Update: Thanks untuk @pamungkas, ek-gadgets juga menawarkan MacBook 2GHz unibody dengan harga yang “pas-pasan” murahnya.. IDR 13.2  juta

HP Mini Vivienne Tam mulai dipasarkan di Indonesia

hp-vivienne-tam-netbook-fashion

Para wanita di negeri ini tentu senang dengan kenyataan bahwa limited edition dari HP Mini akhirnya benar-benar masuk Indonesia. HP Mini berwarna merah yang dirancang oleh Vivienne Tam ini sudah mulai dipromosikan di sejumlah media wanita terkemuka dan ditawarkan oleh Bhinneka secara terbatas.

Ya, Bhinneka mendapatkan kesempatan untuk menjual 10 unit produk Hewlett Packard yang memang ditujukan untuk wanita aktif, mobile, dan bercita rasa fashion tinggi. Ukuran netbook ini, seperti yang terlihat di gambar atas adalah 10.2 inch. Beratnya sendiri adalah hanya 1.09 kg.

Continue reading

Beli Macbook, dapatkan Windows Vista harga diskon

bhinneka-macbook

Semakin kreatif saja orang berjualan komputer di Indonesia. Tengok hal yang dipromosikan oleh Bhinneka ini. Orang semua tahu bahwa Macbook dipersenjatai oleh Mac OS X. Meskipun demikian masih banyak new-converted people yang belum bisa sepenuhnya meninggalkan Windows yang sehari-hari digunakannya.

Meng-install Windows di Mac adalah legal, tetapi adalah tidak legal jika Windows-nya tidak terlegitimasi secara sah. Bhinneka memanfaatkannya dengan mem-bundle paket Macbook dan Windows Vista asli “murah”. Memang murah jika membandingkan harga promo dengan harga aslinya. FYI, harga asli Windows Vista Home Basic adalah US$ 200. Harga US$ 69 itu berarti kita hanya membayar sepertiga harga saja!

Mau mau mau?

Netbook di Indonesia, quo vadis?

lg-xnote-mini-netbook

Salah satu “trend” yang berkembang di tahun 2008 dan saya prediksikan akan berlanjut di tahun ini adalah “netbook”. Netbook secara istilah bisa diartikan sebagai notebook berlayar kecil, antara 7 hingga 11 inch (12 inch saya kira seharusnya belum bisa dikategorikan sebagai netbook), dengan performa lumayan (lebih rendah dibanding notebook tentunya), dan berharga murah atau “sangat murah”.

Di US sendiri, penjualan netbook sudah mendominasi pasar notebook. Berdasarkan hasil penjualan di Amazon, best seller di kategori PC sudah didominasi oleh netbook. Di jajaran 10 besar, hanya Macbook yang terdaftar sebagai notebook berlayar >12 inch. Asus EEE PC, Samsung NC10, Acer Aspire One, dan MSI Wind adalah raja diraja di perang notebook yang baru.

Salah satu pemicu booming-nya pasar netbook adalah krisis ekonomi global. Penyusutan budget untuk kebutuhan elektronik keluarga bisa jadi memicu keluarga Amerika untuk berlomba-lomba memiliki netbook, padahal awalnya netbook diposisikan hanya sebagai “notebook kedua”. Harga netbook sendiri buat mereka sangatlah murah. Dengan penghasilan rata-rata “hanya” US$ 2000 per bulan misalnya, netbook berharga US$ 300-400 seharusnya bisa dibeli dengan menyisihkan dana selama dua bulan (atau bahkan bisa langsung tanpa budgeting).

Bagaimana dengan Indonesia? Berdasarkan pengamatan saya, nampaknya pasar netbook belum semeriah di Amerika. Sangatlah jarang saya melihat ada orang di mall yang nongkrong dengan netbook-nya. Masih lebih banyak orang bawa Macbook malah. Memang saya belum ada survei menyeluruh tentang ini, tapi pengamatan umum bisa jadi tidak jauh meleset.

Ada sejumlah alasan yang mendasari kondisi ini. Berikut adalah beberapa alasan menurut analisis saya:

  1. Harga vs Performa. Rata-rata harga netbook di Indonesia lebih mahal dibanding di Amerika. Ini disebabkan pajak dan “ongkos-ongkos” yang lain yang justru makin menjauhkan netbook dari citra murah. Dengan performa yang tidak jauh berbeda, orang di Indonesia lebih memilih membeli notebook 14 inch second dengan harga yang lebih murah, layar lebih mumpuni, dan performa yang belum mengecewakan
  2. Kurang promosi dan insentif. Ini kesan saya dari iklan-iklan yang biasa nampang di koran. Netbook hanya diiklankan saat awal-awal peluncurannya. Tidak ada pula iklan netbook di situs komputer macam Bhinneka, bahkan netbook berukuran 9 inch bisa ditawarkan lebih mahal dibandingkan yang 12 inch. Seberapa sering Anda melihat pameran netbook di mall misalnya? Sangat sedikit. Ini berarti tidak ada insentif ataupun usaha intensif dari produsen netbook di Indonesia untuk mempromosikan produknya
  3. Gaya hidup. Satu lagi alasan yang bisa jadi hanya ada di Indonesia. Kepemilikan netbook belumlah menjadi bagian dari gaya hidup. Dengan dana yang sama, masyarakat cenderung akan lebih memilih membeli BlackBerry yang bisa dimasukkan ke saku (dibanding VAIO P?), lebih enak dibawa ke mana-mana, dan sudah menjadi bagian dari gaya hidup. Atau jika bersedia menabung lebih lama, Macbook tentunya lebih memiliki prestise.

Dengan sedikitnya 3 alasan di atas, saya melihat 2009 belum menjadi momen yang tepat untuk netbook berkembang di Indonesia. Saya pikir hanya ada 1 alasan di mana netbook tiba-tiba bisa booming di Indonesia. Alasan tersebut adalah jika Apple mengeluarkan versi “kecil” dari Macbook. Saya yakin hal tersebut akan menjadi stimulus yang dahsyat untuk perkembangan netbook, terutama di Indonesia, karena tentunya vendor pasti akan berlomba-lomba membuat produk yang lebih chic supaya pangsa pasarnya tidak direbut oleh produk Apple. Tapi kapan hal tersebut akan terjadi?

[Gambar oleh LG]