
Apple Worldwide Developer Conference (WWDC) 2009 telah menghasilkan sejumlah keluaran penting bagi Apple (dan Apple fanboys). Ditandai dengan ketidakhadiran Steve Jobs, Apple mengeluarkan jenis OS terbarunya, OS X 10.6 berkode Snow Leopard, dan iPhone 3G S dengan kode S untuk Speed yang diklaim memiliki kecepatan 2x lebih cepat dibanding iPhone 3G. Sebagian dari Anda mungkin sudah menongkrongi WWDC semalaman dan membaca update terbarunya di sejumlah blog asing. Tapi bagi Anda yang lebih memilih membaca blog berbahasa Indonesia, kami menghadirkan rekapitulasi WWDC 2009 untuk Anda.
Keluarga MacBook
Keluarga MacBook memiliki perubahan dari segi harga dan pengkategorian. Saat ini MacBook (saja) adalah MacBook putih (saja) polycarbonate shell dengan kecepatan 2.13 GHz, RAM 2 GB, dan Harddisk 160GB. MacBook ini juga dipersenjatai dengan chipset grafis NVidia GeForce 9400M. Harganya tetap US$ 999.
Berikutnya segala bentuk MacBook unibodi terbaru masuk dalam kategori MacBook Pro, termasuk MacBook 13 inch yang sebelumnya tanpa embel-embel Pro. Harga secara umum turun secara signifikan. MacBook Pro 13 mulai dari US$ 1199 (sebelumnya 1299) dengan kecepatan prosesor sekarang adalah 2.26GHz dan 2.53GHz. Sementara MacBook Pro 15 mulai dari US$ 1699 (sebelumnya US$ 1999).
Sementara itu, MacBook Air juga memiliki perubahan harga yang signifikan. Versi harddisk sekarang “hanya” US$ 1499, sementara versi Solid State Drive (SSD) sekarang berharga US$ 1799.
Snow Leopard dan Safari 4
Apple menawarkan sistem operasi terbaru Mac OS X, 10.6 berkode Snow Leopard. Untuk pengguna Leopard sebelumnya bisa meng-upgrade dengan US$ 29, sementara pembeli baru dapat membelinya dengan harga US$ 129. Snow Leopard akan hadir mulai September.
Perubahan mendasar di Snow Leopard dibanding versi pendahulunya adalah versi Finder yang lebih baik, dukungan built-in terhadap Microsoft Exchange Server 2007, Quicktime X dengan tampilan baru dan pengguna dapat lebih mudah mengunggah (upload) video ke MobileMe dan YouTube.
Selain itu dibanding Leopard, Snow Leopard lebih hemat 6GB dan lebih cepat 45% saat peng-install-an. Dukungan terhadap handwriting recognition dan aksesoris wireless Braille juga tersedia. Semua aplikasi core akan berjalan di ranah 64 bit, yang akan mempercepat secara signifikan kinerja OS. Terakhir, Snow Leopard memiliki “Crash Resistance” untuk Safari 4 (sudah bukan beta) untuk mengantisipasi adanya plugin crash dan pengguna tinggal me-refresh halaman. Berkinerja di 64 bit juga diklaim mempercepat performa JavaScript hingga 50%.
iPhone 3G S dan iPhoneOS 3.0
Ini merupakan gadget paling ditunggu-tunggu. Sesuai dengan prediksi John Gruber, iPhone yang baru akan dinamai iPhone 3G S, di mana S di sini artinya Speed (kecepatan). Klaimnya iPhone terbaru ini memiliki kemampuan 2x lebih cepat dibanding iPhone 3G, meskipun belum dilansir berapa sebenarnya kecepatan prosesor iPhone 3G S (iPhone 3G sendiri berprosesor 412MHz).
Update: Menurut berita di engadget, spesifikasi resmi iPhone 3G S — seperti yang dilansir T-Mobile Belanda — adalah prosesor berkecepatan 600 MHz, RAM 256MB, dan chip grafis PowerVR SGX yang mendukung OpenGL ES 2.0. Baca lebih lanjut tentang OpenGL ES 2.0 di sini. [pdf]
iPhone 3G S secara fisik luar tidak memiliki perbedaan signifikan dibanding pendahulunya. Meskipun demikian, perubahan yang ditampilkan di dalam sangat menggoda. Dipersenjatai dengan iPhoneOS 3.0, iPhone 3G S (dan iPhone 3G setelah upgrade) akan memiliki kemampuan copy-cut-paste, landscape keyboard, MMS, Spotlight Search untuk pencarian terintegrasi dan Voice Memos.
Selain itu iPhoneOS 3.0 juga memiliki Calendar yang lebih baik, dan sejumlah perubahan lainnya, terutama di sisi aplikasi pendukung. OS terbaru ini akan mendukung tethering modem, penggunaan iPhone untuk modem bagi komputer, meskipun di US sendiri belum akan ditawarkan. iPhoneOS 3.0 adalah gratis untuk pengguna iPhone dan berharga US$ 9.95 untuk upgrade iPod Touch. iPhoneOS 3.0 akan hadir mulai 17 Juni.
iPhone 3G S sendiri memiliki sejumlah kelebihan dibanding iPhone 3G, yaitu performa secara rata-rata 2x lebih cepat — meskipun tidak diinformasikan kecepatan eksak prosesornya, kamera 3 megapiksel autofocus dengan macro mode dan auto white balance, perekam video 30fps VGA dengan kemampuan editing, voice control untuk pemutaran nomor (dialing) dan musik, konektifitas HSDPA 7.2Mbps, Wi-Fi, Bluetooth 2.1 + Enhanced Data Rate (EDR), finishing yang tahan air dan minyak, kompas magnetis terintegrasi, dan inline remote untuk kontrol musik.
Ketahanan batere diklaim lebih baik untuk berbagai pemakaian, meskipun dengan dimensi 2 gram lebih berat. iPhone 3G S memiliki varian 16GB dan 32GB dengan masing-masing berharga US$ 199 dan US$ 299 plus kontrak 2 tahun dengan pilihan warna hitam dan putih. Selain itu, iPhone 3G akan tetap ditawarkan seharga US$ 99 plus kontrak 2 tahun untuk varian 8GB berwarna hitam.

Meskipun sudah akan tersedia di US mulai 19 Juni, di Indonesia sendiri baru akan tersedia mulai Agustus. Di Apple Store Indonesia sendiri sudah ada tampilan iPhone 3G S di halaman depan, meskipun belum ada informasi harga. Kita tentu saja mengharapkan harga turun yang lebih signifikan untuk iPhone 3G dibanding harga yang saat ini ditawarkan oleh Telkomsel. Apakah iPhone 3G S ini sudah memenuhi ekspektasi Anda untuk spesifikasi iPhone yang lebih baik?
Update: Telkomsel termasuk dalam operator yang akan mendapat privilege memasarkan iPhone 3G S sebagai tethering modem. Apakah Anda minat menjadikan iPhone 3G S ini sebagai modem??
[sumber berita]