Why your Blackberry is so sweet?

obama-b

The first Blackberry President is … Obama. Change he can’t permit.

Sudah tidak bisa dipungkiri, Blackberry memang benar-benar mewabah di Indonesia. Bahkan menurut saya, syndrome smartphone asal Kanada dengan keypad khasnya ini boleh dibilang sudah berhasil mengalahkan wabah flu babi yang sempat panas beberapa bulan lalu. Bedanya jelas, wabah flu babi sungguh negatif nan desktruktif sementara wabah Blackberry sebaliknya.

Di lain pihak, iPhone 3G dan iPhone 3Gs – smartphone asal Paman Sam yang digadang-gadang akan memberangus kedigdayaan Blackberry di Indonesia – ternyata belum bisa berbicara banyak. Di hari pertama atau bulan pertama peluncurannya, si primadona layar sentuh memang sempat bikin ramai jagat gadget Indonesia – sesuatu yang juga lumrah di belahan dunia lain. Tapi setelah periode itu habis, desing kemolekan iPhone lambat laun tertelan hingar bingar BB.

Tapi bagaimana dengan penantang lain selain iPhone? Hasilnya sama saja. Blackberry tetaplah juara. Tidak peduli varian BB apapun yang diluncurkan oleh RIM, orang-orang Indonesia ramai menyerbu dan membelinya. Dan kalaulah boleh saya mendaftar, berikut beberapa alasan kenapa Blackberry tampak begitu manis di mata orang-orang Indonesia.

1. Blackberry masuk duluan

Kalau alasan ini memang valid, seharusnya Palm yang mewabah di Indonesia, bukannya BB. Tapi di era interkonektivitas, jalan ceritanya menjadi berbeda. Bagi orang Indonesia, Palm adalah PDA, sementara BB adalah smartphone. Dan tampaknya orang Indonesia sudah tidak perlu lagi PDA. Hahaha … hari gini.

Dengan fitur pembunuhnya, push email, BB mampu memikat kalangan menengah ke atas yang saat itu memang sedang mencari sebuah perangkat “kecil” yang bisa menghubungkannya dengan dunia maya, tapi bukan laptop. Dan BB ternyata berhasil. Banyak orang Indonesia yang memuji alih-alih mencibirnya. Dan ini bertahan sampai sekarang.

2. Blackberry “terbuka”

BB saya sebut “terbuka” karena RIM membebaskan semua operator selular di Indonesia untuk berkreasi guna mengambil sebanyak mungkin manfaat dari gadget terbaiknya. Tidak pelak, tawaran-tawaran fantastis dari operator-operator seluler ternama negeri ini terkadang membuat banyak orang yang tadinya hanya menggunakan ponsel-ponsel mainstream seperti Nokia c.s. menjadi pengguna BB setia. Dan hasilnya sangat luar biasa. Kalau tidak percaya tanya saja sama CEO-nya Telkomsel, Indosat, dan XL.

obama-blackberry

3. Blackberry sering jadi headline

Kasus pertama

Mungkin karena jumlah permintaan yang jauh melebihi persediaan, beberapa oknum pengusaha ponsel sampai ada yang pernah ketahuan mengimpor ribuan BB dalam kontainer secara ilegal dari luar negeri. Dan ini bukanlah kasus yang remeh bagi wartawan, baik yang bekerja untuk media cetak maupun elektronik.

Kasus kedua

Sudah lupa masyarakat kita dengan drama penyelundupan BB, kali ini BB bikin heboh lagi. Depkominfo, selaku lembaga yang berwenang dalam perlindungan konsumen atas produk-produk IT, meminta pengusaha untuk menghentikan impor BB ke Indonesia jika RIM enggan membuka authorized dealer dan service center. Well, RIM adalah perusahaan yang pintar. Jadi akhirnya mereka mau mengalah.

4. Blackberry terlalu sering muncul di sinetron dan infotainment

Pernahkah anda memperhatikan ponsel yang sering diangkat-angkat oleh Manohara dalam jumpa pers ketika sang mantan tuan putri ini hendak menunjukkan bekas luka penganiayaan yang diterimanya akibat ulah suaminya? Yoa, itu adalah BB.

Sewaktu Indonesia dihebohkan dengan drama ala dongeng Cindrelella ini, apapun ponsel yang dipakai sang tuan putri akan menjadi kesohor. Dan BB sebaiknya mengirimkan kartu ucapan terima kasih kepada Manohara atas ulahnya pada saat jumpa pers tempo hari.

5. Blackberry tidak lagi mahal

BB tidak lagi mahal karena penjualnya banyak. Pun demikian dengan stoknya. Di samping itu, seorang pengguna BB sudah bisa menikmati paket layanan telekomunikasi hanya dengan biaya Rp 3000 sampai Rp 5000 untuk satu hari per sekian MB data. Guys, this is cheap!

6. Pecinta Blackberry punya banyak komunitas

Kalau di Yogya ada perkumpulan yang disebut JogjaBerry dan Jogja Blackberry Community (JBC). Entah bagaimana dengan kota Anda tapi yang jelas antusiasme komunitas BB mungkin hanya bisa ditandingi oleh para ontelis atau biker yang biasanya tergabung dalam komunitas-komunitas ala Bike to Work dan sejenisnya.

Sama seperti sepeda, pengguna BB akan terus bertambah seiring dengan bertambahnya jumlah komunitas penggemar. Di era social media seperti ini, saran dari seorang peer adalah prioritas. Iklan sudah tidak lagi banyak berpengaruh. Masih ingatkah Anda terakhir kali RIM mengiklankan BB versi awal di TV-TV swasta nasional?

7. Tiruan Blackberry banyak dan murah meriah

Ketika para selebritis dan pejabat ramai menggunakan BB, rakyat jelata biasanya ingin ikut-ikutan. Dengan harga selangit, kaum marjinal hanya bisa bermimpi memakai gadget sekelas BB. Tapi syukur tak dapat ditolak, para vendor ponsel lokal sadar akan hal ini, lantas dengan semangat mereka meluncurkan species-species baru berakhiran Berry seperti NexianBerry, SPC Berry, e Touch Berry, Beyond Berry, dan sebagainya. [cek theponsel.com untuk daftar ponsel-ponsel cina dan lokal yang meniru BB]

Sebenarnya tidak hanya vendor lokal yang bersenang-senang dengan demam BB, vendor-vendor ternama pun ikut arus. Sebut saja Nokia dengan seri E71 dan E72, Samsung Corby TXT, Moto Q, dan banyak lagi lainnya. Yah, those BB-ish.

Satu-satunya vendor ponsel mainstream yang saya anggap belum mau mengeluarkan ponsel BB-ish adalah Sony Ericcsson. Ada apa dengan SE? Mungkin kah mereka gengsi karena merasa Satio lebih powerful. Sama seperti Apple kah?

8. Gara-gara Budi Putra (BP Factor)

Faktor istimewa ini saya letakkan di akhir tulisan. Jangan salah, memang BP tidak seheboh BB tapi anda keliru kalau menganggap BP tidak punya andil sama sekali dalam meningkatkan popularitas BB.

Sebagai seorang selebritis dunia maya dan Web 2.0 Indonesia, BP secara tidak langsung mampu mempengaruhi para simpatisannya. Entah itu yang menjadi teman di facebook, pengikutnya (follower) di twitter, atau penggemarnya di budiputra.com.

Sebagai mantan bloggernya di 3GWeek, saya tahu betapa kentalnya persahabatan antara BP dan BB. Dan tidak jarang, dalam beberapa kesempatan biasanya BP mengucapkan terima kasih yang mendalam kepada gadget yang sudah menemaninya kemana pun ia pergi.

Testimoni-testimoni tulus inilah yang pada akhirnya saya kira bisa turut mempengaruhi para simpatisannya untuk turut membeli sekaligus menjadikan BB sebagai seorang sahabat alih-alih hanya sekedar ponsel. Btw, RIM Indonesia mungkin bisa menjadikan BP sebagai brand ambassador suatu hari nanti. Tapi itu kalau Yahoo mengizinkan. Hehehe …

Dan semoga saya tidak salah…..

NB: kalau anda punya alasan lain, silahkan tinggalkan komentar ya. terima kasih. viva Blackberry!

Wear one! Now Blacksweet T-Shirt is on sale for only IDR 55 thousands. [Distro Kaos]

Ketika XL Lupa, Indonesia Tertawa

humor xl

Hmmm ….. ada-ada saja.

Sudah lama saya tidak memposting hal yang bisa mengundang tawa. Tapi kali ini saya harap saya sudah melakukannya. Hahahaha … Kalau anda ingin ikut tertawa, cobalah perhatikan bagian yang di-highlight.

Untuk pejabat XL, tolong jangan marah kepada Web Master, sebagai seorang web master dan administrator, saya tahu bagaimana rasanya ‘khilaf’ dan ‘lupa’.

NB:

Gambar ini saya lihat pertama kali di mailing-list ilmu komputer UGM. Thanks for Ipung .

Strategi membangun powerful branding untuk toko komputer

Docket branding

Mau kayak mereka?

Menciptakan branding untuk toko komputer anda dalam semalam memang hal yang sulit, tapi kalau untuk seminggu atau sebulan, saya kira saya punya solusinya. Berikut kiat-kiat sehat untuk mengembangkan brand toko komputer yang kuat ala Malcolm Gladwell Wimkhan.

1. Datangi calon konsumen anda.

Kesuksesan di dunia memang bukan milik para pemalas. Jika anda ingin calon konsumen anda berbelanja di toko kebanggan anda, maka aktif lah berpromosi di lokasi strategis tempat calon konsumen anda berpusat. Untuk yang mengincar segmen mahasiswa, kegiatan dan lokasi yang masih bernuansa kampus adalah hal yang tepat. Ingin merangsek para pelajar? Jangan ragu untuk datang langsung ke sekolah-sekolah. Anda ingin menjual produk ke para santri? Ya langsung ke pesantren. Bagaimana kalau target market anda adalah para pegawai negeri? Mudah saja, beriklanlah di acara-acara yang sering digelar oleh departemen-departemen atau BUMN. Di seminar boleh, simposium bisa, diskusi panel atau workshop juga oke.

2. Beri mereka insight bukan price list.

Well, hampir semua toko komputer membuat daftar harga barang dagangan mereka. Tapi jarang ada yang mau memberikan insight bagi calon konsumennya. Jika anda masih bingung dengan bentuk konkrit insight, maka saya anjurkan anda untuk segera membeli majalah-majalah komputer seperti CHIP, Info Komputer, Info Linux, PC Media, Macworld, dan sejenisnya. Setelah anda membeli salah satunya, carilah rubrik review produk. Sebuah ruang dalam majalah yang acap digunakan untuk membedah baik-buruk suatu produk. Bagi anda yang tidak suka membeli majalah, anda tetap bisa mencari review sejenis dari beberapa situs atau blog di internet, Make Mac adalah salah satu contoh bagus untuk memulai.

Setelah anda mengetahui baik dan buruk suatu produk dari majalah-majalah itu, anda sebaiknya jangan tinggal diam. Ringkaslah review tersebut untuk konsumen anda. Beri mereka pengetahuan yang mendalam sekaligus objektif tentang beberapa produk sekaligus. Apa kelebihan produk X? Apa kekurangannya? Untuk siapa dan apa produk X diciptakan? Adakah alternatifnya?

Jika anda sudah selesai membuat ringkasan. Langkah selanjutnya adalah membuat flyer atau brosur yang didesain dengan cantik dan enak dibaca. Ingat, flyer ini bukan untuk anda, tapi untuk calon konsumen anda. Jadi alih-alih meletakkannya di toko komputer anda, anda sebaiknya membagi-bagikannya secara gratis kepada calon konsumen anda. Buruan, mumpung toko komputer lain masih tidur. Zzzz…..

3. Buatlah pancingan!

Seperti yang sudah saya ungkap di artikel sebelumnya, pancingan adalah hal yang sangat penting. Di dalam flyer yang anda buat tadi, pasanglah pengumuman yang mencolok. Beritahu calon konsumen anda bahwa di toko anda sedang ada promo untuk sebuah produk yang sangat mereka gemari. Bisa berupa flashdisk 4GB yang dibanderol miring. Bisa juga sebuah laptop berprosesor Core2 Duo dengan harga 3,9 juta saja! Terpikir yang lain? Kenapa tidak? Coba saja! Kan yang punya toko anda. Hehehe …..

Bantinglah harga salah satu produk yang digemari itu. Tapi jangan membanting harga semua produk karena saya takut anda justru akan merugi. Dengan banderol harga suatu produk populer yang lebih murah dibanding dengan harga toko lain, calon konsumen besar kemungkinan akan senang berkunjung ke toko komputer anda. Diantaranya mungkin ada yang hanya berniat untuk melihat-lihat, tapi itu tidak masalah karena toko komputer yang ramai dengan pengunjung basanya mampu memancing para pengunjung dan calon pembeli lain dibanding toko yang sepi. Lihatlah, saya tahu anda sendiri sedang mengangguk-angguk bukan?

4. Pegawai yang menyenangkan.

Layanilah para pengunjung dan calon pembeli di toko anda dengan baik. Semuanya, baik itu kepada mereka yang sungguh-sungguh ingin membeli atau kepada mereka yang hanya sekedar bertanya-tanya. Entah sudah berapa banyak calon pembeli potensial yang lenyap hanya karena para pegawai anda tidak memperlakukan mereka dengan baik ketika mereka hanya sedang ingin bertanya-tanya. Bung, calon pembeli juga punya hati bukan? Lalu apa yang akan terjadi kalau pegawai anda menyakiti hati mereka? Ya ke toko sebelah!

5. Awasi after sales

Oke, sekarang calon pembeli sudah benar-benar melakukan pembelian di toko anda. Mereka dapat barangnya, anda dapat uangnya. Anda senang bukan? Boleh senyum tapi jangan puas dulu! Sebagai pemilik toko komputer yang baik, anda tidak boleh meremehkan after sales atau layanan purna jual.

Di dunia ini tidak ada produk elektronik yang tidak membutuhkan servis. Jadi sewaktu-waktu barang yang anda jual rusak di tangan konsumen, anda sebaiknya sudah siap untuk melayani mereka dengan lebih baik lagi. Saya meminta anda untuk melayani mereka lebih baik lagi karena konsumen anda sedang sulit dan sempit hatinya. Maklum, barang yang disenanginya dan sangat dibutuhkannya untuk bekerja sedang rusak. Hmmm….toko komputer memang harus bisa berempati juga kali ya …

Di dalam artikel sebelumnya, “Powerful Branding untuk Toko Komputer“, saya dengan sengaja memuji nama toko komputer terkenal di Jogja, el’s. Hal ini semata-mata karena saya ingin berterima kasih atas bagusnya layanan purna jual mereka. Memang el’s sendiri masih banyak kekurangan. Tapi dengan pelayanan yang baik dan komprehensif, saya dan teman saya yang tadinya memiliki masalah dengan laptop ANote akhirnya bisa pulang dengan riang gembira. Kami senang karena pegawai el’s langsung mengganti memori laptop ANote yang tidak berfungsi dengan memori yang baru sehingga laptop pun bisa dipakai.

Ketika konsumen senang, toko anda akan mendapatkan promosi gratis. Damn, we love a good computer store and I hope your store will be one.

And that should be your mantra, isn’t it?

Powerful Branding untuk Toko Komputer

personal-branding

Di Jogja, ada beberapa dealer atau toko komputer yang sangat populer di mata mahasiswa. Beberapa nama diantaranya yaitu Computa, Harrisma, Hyper End, Quadra, dan el’s. Kelima toko ini memang memiliki perbedaan dalam banyak hal. Mulai dari lokasi dan etalase toko, produk yang dijual, hingga ke segmen pasar yang dibidik.

Powerful branding?

Meskipun begitu, ada satu kesamaan dari kelima toko komputer di atas yang sangat menarik untuk dibahas; powerful branding! Untuk urusan mendefinisikan istilah, saya akan menyerahkannya kepada Hermawan Kertajaya – guru marketing Indonesia. Tapi jika anda bertanya apa makna istilah ini dari kacamata konsumen maka saya hanya bisa menjawab bahwa powerful branding akan sangat mirip dengan kaitan antara “kaos oblong Jogja dengan dagadu”.

Jadilah yang pertama di otak konsumen

Jika anda adalah turis yang mencari dan bertanya tentang kaos oblong khas Yogya, maka hampir seratus persen orang akan menjawab, “Oh carinya di Dagadu saja mister/pak/bu/mas/mbak/dik.” Sulit, bahkan adalah hil yang mustahal bila ada yang menjawab “Wah enaknya ke C59 saja.” Gubraks!

Bagi anda yang belum tahu, pabrikan kaos beken asal Bandung yang sudah go nasional, C59 sejatinya sudah punya cabang di Yogya, yakni di Jalan dr. Sardjito dekat kampus FK UGM. Tapi siapa sih yang peduli? Jogja gitu loh …..

Bagi pecinta dan pemilik C59 saya meminta maaf yang sebesar-besarnya, tapi saya tidak berbohong. Omset Dagadu di Yogya per bulan dari hasil penjualan kaos dan cindera mata bisa mencapai MILLIARAN. Orang dalam Dagadu sendiri yang bilang kepada saya pada saat job interview. Dan lucunya mereka masih sempat-sempatnya mengatakan “kami sebenarnya masih sangat kewalahan memenuhi permintaan.” (Don’t get me wrong here. I’m actually a C59 lover.)

Mencari Dagadunya “Toko Komputer”?

20090624111312 LOGO DAGADU

Sadar atau tidak sadar, hal yang sama sebenarnya juga terjadi di dunia jual beli komputer dan produk IT. Toko-toko yang memiliki powerful branding, seperti kelima toko di atas, biasanya menikmati promosi gratis dari konsumen-konsumen mereka sendiri. Contoh sederhana,

Ronaldikin: “Eh Jo (baca: Jo untuk Paijo bukan Jonathan), kamu tahu nggak tempat beli laptop yang murah tapi bagus?” Aku sebenarnya sudah mencari ke mana-mana, tapi sampai sekarang belum dapat.”

Paijo: “Oh kalau mau cari laptop sebaiknya ke el’s saja kin. El’s memang bukan yang termurah tapi layanan purna jualnya bagus.”

Iklan bisa bohong tapi konsumen tidak

Dari cerita di atas, saya yakin anda sudah semakin paham dengan makna powerful branding bukan? Bagi anda pemilik toko, bisa jadi branding bukanlah segala-galanya, tapi saya yakin kita semua sepakat bahwa branding adalah hal yang vital bagi perkembangan usaha anda di kemudian hari. Betul apa betul?

Lalu maukah toko anda disebut-sebut seperti saya menyebut el’s di atas. Jika ya, maka anda sebaiknya juga membaca tulisan saya berikutnya, “Strategi membangun powerful branding untuk toko komputer

gambar | gambar

Tips agar booth anda ramai dikunjungi oleh para pengunjung pameran

yogyakomtek20093

Stan vendor laptop ADVAN termasuk yang oke dari segi marketing dan sales. Kenapa ya?

Sewaktu pameran, termasuk ketika Yogyakomtek 2009 berlangsung, saya sering mengamati sebuah fenomena menarik; kenapa tidak semua booth ramai dikunjungi oleh peserta pameran? Why?

Setelah saya pulang dari lokasi pameran, saya pikir saya punya beberapa alasan yang layak untuk dipertimbangkan oleh semua vendor, atau bahkan pengunjung, terkait fenomena di atas. Berikut hasil renungan saya:

1. SPG anda terlalu seksi (baca: roknya mungkin terlalu mini).

Adanya akses dan dana untuk “menginstall” seorang SPG yang cantik nan aduhai bukanlah jaminan kalau booth anda akan ramai dirubungi oleh pengunjung. Hal ini sudah terbukti di Yogyakomtek 2009, keberadaan seorang SPG yang super cantik dan seksi ternyata kadang tetap tidak mampu mendongkrak jumlah pengunjung booth anda. Bahkan, alih-alih mendongkrak, pengunjung justru malah bisa kabur. Kenapa?

Sebelum menginstal seorang SPG, sebaiknya anda sadar siapa calon konsumen yang akan menjadi pengunjung pameran. Khusus Yogya, sebaiknya anda harus berhati-hati, mayoritas penduduk Yogya adalah masyarakat yang sangat peduli (baca: concern) dengan masalah kesopanan. Sebagai contoh, coba anda bayangkan seorang Bapak yang mengajak istri dan anaknya ke lokasi pameran guna memburu sebuah PC atau laptop yang akan digunakan oleh anaknya yang masih SD, SMP, SMA, atau mahasiswa. How about that?

Jika anda adalah Bapak yang saya maksud, apakah anda tidak risih untuk mengajak anggota keluarga anda ke booth yang memajang SPG dengan rok sangat mini plus dandanan ala lenong? Bahkan jika konsumen anda pun adalah seorang mahasiswa, ia terkadang masih punya rasa risih untuk bertanya ke SPG anda. Jangankan bertanya, mendekat saja biasanya takut.

Solusi kasus seperti ini sangat sederhana; ubahlah dandanan dan penampilan SPG anda. Rok mini menjadi celana panjang dan tentu saja, anda benar-benar tidak perlu menyuruhnya memakai bedak sampai bercenti-centi…. sumpah… sederhana saja. Keep it simple & easy and you’ll win. I hope so.

2yogyakomtek20093

Microsoft dan Kaspersky emang teman baik ya … Hihihihi…

2. Booth anda tidak memasang display harga.

Jika tujuan anda mengikuti pameran adalah untuk meningkatkan penjualan produk/jasa anda untuk quartal yang sedang berjalan, maka memajang display harga merupakan sebuah keharusan. Meskipun saya belum pernah melakukan penelitian terkait asumsi ini, tapi keadaan di Yogya sedikit banyak sudah membuktikan hal tersebut.

Secara umum, para pedagang atau pemilik jasa di Yogyakarta cenderung untuk memajang harga produk/layanan mereka di depan tokonya. Entah itu warung makan, fast food, warnet, foto kopi, laundry, rental komputer, cuci motor, jasa sablonase, dll, tampaknya semua mengerti bahwa konsumen di daerah Yogya adalah konsumen yang ingin tahu harga suatu produk sebelum mereka membeli atau sekedar melakukan penawaran.

Tapi bagaimana kalau booth-nya malah jadi tidak keren alias turun kelas?

Tenang saja, anda tidak harus memajang harga produk/jasa itu persis di depan booth anda. Sebagai gantinya, anda bisa menugasi karyawan anda (ingat, jangan SPG yang super seksi lagi) untuk membagikan selebaran atau brosur penawaran itu di depan pintu masuk gedung pameran.

3. Booth anda tidak menawarkan diskon besar-besaran.

Well, sebenarnya anda tidak harus mendiskon semua produk/jasa anda, walaupun saya tetap mengusulkan demikian. Sejatinya, anda cukup membanting harga salah satu produk/jasa anda. Sementara yang lain biarkan tetap pada harga yang semestinya.

Contoh kasusnya mudah, jika anda adalah toko komputer yang menjual flashdisk selama pameran, maka jual lah salah satu tipe flashdisk milik toko anda itu di bawah harga rata-rata. Jadi jika toko lain rata-rata menjual flashdisk 2GB merk Kingston seharga Rp. 80.000,00, anda bisa membanting salah satu tipe flashdisk yang anda punya dengan harga yang sama, tapi dengan kapasitas dua kali lipat lebih besar, yakni 4 GB.

Anda mungkin akan bilang saya gila. Ya itu benar, tapi ingat saya tidak bilang bahwa anda harus menjual merk yang sama bukan? Jadi alih-alih membanting harga flashdisk 4GB Kingston, anda bisa saja menjual merk lain yang tidak sepopuler Kingston. Anda yang punya toko pasti tahu merk apa yang saya maksud: Maxis, Ziggy, Vandisk, dll.

Oke, saya rasa itulah tiga poin hasil renungan saya. Ketiga hal di atas mungkin tidak bisa digunakan oleh semua toko atau vendor yang mengikuti pameran, khususnya untuk Yogyakomtek 2009. Namun saya rasa tidak ada salahnya untuk mempertimbangkan. Meski hanya sebentar ….

Tulisan saya sebelumnya:

Bagaimana sebaiknya Kaspersky menjual anti virus seharga Rp 200.000,00 di kota yang terbiasa menggunakan anti virus gratisan atau membajak dari rental CD dengan harga Rp 2.500,00 per unit CD dengan isi berbagai macam anti-virus non-free. Termasuk Kaspersky?

Anda penasaran, makanya sering-sering berkunjung ke gadnix ya? Blog ini tidak hanya bermanfaat bagi konsumen, tapi juga vendor. Percayalah!

gambar