Era komputasi bergerak (mobile) sudah bergeser ke paradigma baru. Apabila 2 tahun terakhir smartphone yang menjadi idola pasar, maka sekarang eranya tablet yang bangkit dan bergerak menguasai pasar. Melihat ini, HTC sebagai salah satu pabrikan besar dan pemain utama di segmen komputasi bergerak pun tak tinggal diam. Pabrikan asal Taiwan yang menjadi salah satu partner tersukses Google dalam memasarkan sistem operasi Android ini meluncurkan produk pertamanya di lini tablet yang diberi nama HTC Flyer yang dirilis untuk pertama kali tanggal 13 Mei lalu di wilayah Inggris Raya.
HTC Flyer hadir dengan layar capacitive touch screen yang berukuran 7 inchi, Diperkuat dengan processor 1.5 GHz , ram 1 GB dan media simpan sebesar 32 GB yang mendukung penuh sistem operasi Android 2.3 (Gingerbread) dan interface HTC Sense 3.0 sebagai added value yang ditawarkan. Keputusan HTC untuk menggunakan sistem operasi android 2.3 ini terbilang mengejutkan, karena para pesaingnya di dunia tablet sudah menyuguhkan sistem operasi android 3.0 yang memang dikhususkan untuk tablet, bersandi Honeycomb, meskipun HTC Flyer sendiri dijanjikan untuk bisa di-upgrade ke Honeycomb juga.
Apakah keputusan ini tepat atau merupakan blunder dari pihak HTC ? Silahkan simak ulasan berikut.


