Seharusnya App Store Indonesia Punya Opsi Gift Card Sebagai Alat Pembayaran

Suatu saat saya mendapatkan pertanyaan, bagaimana memberikan hadiah berupa aplikasi ataupun suatu voucher agar bisa dibelikan aplikasi untuk orang lain di platform iOS. Dipikir-pikir seharusnya itu bukan permasalahan yang sulit, tapi ternyata App Store Indonesia tidak mengakomodasi pembayaran selain menggunakan kartu kredit. Ini menutup kemungkinan “membelikan” suatu aplikasi untuk orang lain, kecuali misalnya memiliki akun bersama.

Di sejumlah negara maju, seperti Amerika Serikat, Jepang, dan Australia, penggunaan Gift Card untuk membeli aplikasi adalah hal yang lazim. Gift Card dapat dibeli dengan mudah, layaknya membeli voucher pulsa, dan credit akun iTunes Anda akan bertambah.

Di Indonesia, di mana penetrasi kartu kredit sebenarnya masih sangat kecil dibanding jumlah penduduk, opsi prabayar dengan gift card ternyata belum ada. Padahal kesukaan orang Indonesia adalah hal-hal yang dibayar di muka, itulah sebabnya kenapa jumlah pelanggan layanan ponsel 95%-nya adalah pengguna prabayar. Sayangnya metode pembayaran yang “dipaksakan” di Indonesia hanyalah menggunakan kartu kredit.

Continue reading

Android lewati Symbian di Asia

Symbian seperti kita ketahui masih menjadi raja di arena pertarungan ponsel pintar dunia. Meskipun demikian, Symbian yang didukung penuh oleh Nokia seharusnya waspada bahwa mahkota ini dapat dalam waktu dekat diambil alih oleh platform terbuka Android.

Seperti dilansir cellular-news, Kekalahan pertama Symbian (tentunya selain di USA yang tak pernah dimenanginya) adalah di Asia, di mana untuk pertama kalinya penjualan Symbian diklaim jeblok dan dilewati oleh Android yang melejit setahun terakhir ini.

Analisis yang dikeluarkan oleh GfK Asia, salah satu lembaga riset ternama, menyebutkan bahwa di Q3 2010 total 4.7 juta ponsel pintar yang terjual di Asia (naik 270% dibanding kuartal yang sama tahun lalu).

Penjualan Android sendiri meningkat drastis mencapai hampir 40% market share dan menjadi yang terdepan di arena ponsel pintar, sementara Symbian turun hingga di angka 30an%. Di Q2 2010 padahal penjualan Android masih kurang dari 20% total pangsa pasar.

Tentunya penjualan yang sangat baik ini dipicu oleh rekor penjualan Sony Ericsson Xperia X10 di Jepang dan Samsung Galaxy S di Korea dan beberapa negara lainnya. Di Asia Tenggara sendiri disebutkan Symbian masih merajai.

Yang cukup mengejutkan, angka penjualan iPhone tidak memperoleh peningkatan signifikan, walau secara umum iPhone 4 diluncurkan di Asia pada periode ini. Pangsa pasar yang dimiliki iPhone di Asia relatif seimbang dengan yang dipunyai oleh produk RIM.

Sebagai perbandingan di Q3 2009, Symbian masih mendominasi pasar Asia dengan pangsa lebih dari 60%, diikuti dengan Windows Mobile yang juga merosot setahun terakhir ini.

Update: Banyak pihak meragukan klaim hasil survei ini karena tidak memasukkan China dan India sebagai sumber survei padahal keduanya merupakan kawasan pengguna ponsel terbesar

Market share ponsel di Indonesia

Disclaimer: saya tidak memiliki data akurat tentang kondisi market share ponsel di Indonesia di periode apapun

AdMob, salah satu pemberi layanan periklanan mobile terbesar, merilis sebuah laporan [pdf] tentang market share selama tahun 2008. Datanya diolah dari 6000 situs mobile dan 1000 buah aplikasi di mana AdMob adalah pengelola periklanannya. Secara umum, hal paling mencolok dari data tersebut adalah penguasaan iPhone (baik versi pertama maupun kedua/3G) terhadap pasar smartphone, terutama di USA.

Di USA sendiri, produk Apple ini berhasil menguasai hampir 50% pasar! Itu artinya 1 dari 2 pengguna smartphone di USA menggunakan iPhone. Secara internasional, iPhone juga secara mengejutkan menguasai pasar smartphone dengan total market share sebesar 33%. Peringkat kedua yang diduduki oleh Nokia N70 hanya memperoleh share sebesar 7.1%. Data ini juga menandai menurun drastisnya penjualan ponsel berbasis Symbian dan Windows Mobile.

indonesia-admob

Satu hal menarik yang juga terangkum dalam laporan tersebut adalah AdMob menyertakan market share ponsel (tidak hanya smartphone) di Indonesia. Memang untuk segi mobile advertising, Indonesia sangatlah diperhitungkan karena memiliki potensi penduduk yang besar dan sifat konsumtif yang mendorong pembelian ponsel secara lebih sering. Menurut data tersebut, market share Indonesia di tahun 2008 dikuasai dengan telak oleh Nokia. Suatu hasil yang tidak mengejutkan. Nokia memperoleh 63.9%, diikuti oleh Sony Ericsson sebesar 26.6%.

Hal yang cukup menarik adalah data Other yang mencakup nilai 7%, di luar Nokia, Sony Ericsson, Motorola, dan Samsung. Seperti kita tahu, di tahun 2008 fenomena BlackBerry amatlah menggaung, terutama di kota besar. Nampaknya data tentang BlackBerry belum ada ataupun memang belum dianggap signifikan secara nasional. Data yang lebih seru pastinya akan didapatkan di tahun 2009, karena iPhone 3G sudah dimasukkan oleh Telkomsel secara resmi, sementara RIM semakin akan menancapkan tajinya dengan mengeluarkan BlackBerry Storm–BlackBerry pertama dengan layar sentuh–melalui XL.

Prediksi saya, penjualan Nokia dan Sony Ericsson–terutama di ponsel Symbian–akan mengalami penurunan di tahun 2009. Ceruk tersebut dimanfaatkan oleh kedatangan (yang intensif) dari BlackBerry dan iPhone. Meskipun demikian, ada baiknya kita menelaah lebih lanjut tentang “kualitas” laporan ini. AdMob sendiri hanya memilki data ini berdasarkan jumlah request dari ponsel yang digunakan. Tentunya ada disclaimer bahwa laporan ini tidak ditujukan sebagai suatu dokumen resmi, sehingga Anda sah-sah saja menduga bahwa data yang dikompilasi belumlah benar-benar valid.