Core i5 dalam 140 Karakter (atau kurang)!

intel core i5

Anda yang masih awam dengan spesies baru dalam jajaran prosesor intel mungkin belum mengerti benar tentang Core i5. Tulisan berikut mencoba untuk membantu Anda agar bisa lebih “ngeh” sedikit tentang Core i5 dengan gaya Twitter: 140 karakter atau lebih kecil dari itu, tidak lebih!

1. Dibangun di atas arsitektur mikroprosesor terbaru intel, Nehalem. (65 karakter)

2. Kode nama: Lynnfield (nama kota kecil di Massachusetts). (56 karakter)

3. Tersedia dalam frekuensi 2.93GHz, 2.8GHz and 2.66GHz. (53 karakter)

4. Core 15 750 (2.66 GHz) tidak mendukung teknologi Hyper Threading. (65 karakter)

5. Termasuk ke dalam kelas quad-core dengan 8MB L3 cache. (54 karakter)

6. Lebih cepat daripada prosesor intel Core 2 Quad. (48 karakter)

7. Lebih cepat dari semua prosesor AMD yang ada di pasaran. Setidaknya sampai saat ini. (84 karakter)

8. Harga prosesor Core i5 terendah berkisar antara Rp 2.250.000 – Rp 2.500.000. (76 karakter)

[ TechRadar ]

USB 3.0 :10 kali lebih cepat ketimbang USB 2.0

USB3

Saat ini, port (bahasa ndesonya: colokan) terpopuler yang sering dijumpai di gadget-gadget terbaru adalah port USB 2.0 – tidak kurang dari 3 miliar port USB disertakan dalam gadget pada tahun 2008. Port USB jenis ini sangat digemari oleh konsumen, selain karena ukurannya yang kecil, kecepatan transfer datanya pun lumayan bagus (maksimal bisa sampai 480Mbps). Tapi dalam waktu yang tidak lama lagi – mungkin di tahun 2012, USB generasi kedua ini mungkin sudah akan dipensiunkan untuk kemudian digantikan dengan USB 3.0.

10X lebih cepat

Generasi ketiga USB sering juga disebut dengan SuperSpeed USB karena mampu mentransfer data 10 kali lebih cepat ketimbang USB 2.0. Jadi jika dengan USB 2.0 seorang pengguna mampu memindahkan data berukuran 25 GB dalam waktu 14 menit – atau 9 jam menggunakan USB 1.1, maka dengan USB 3.0 ia hanya membutuhkan waktu kurang lebih 70 detik saja. Mantap! [Saya yakin para pembajak film pasti langsung memburu gadget yang datang dengan port generasi terbaru ini]

Note: Semoga 2012 tidak jadi kiamat. Amin.

[TechRadar]

Apple Store Indonesia: Sejumlah varian warna iPod hadir eksklusif dan Magic Mouse

Tak cuma menjual produk yang relatif sama dengan apa yang ditawarkan oleh Apple Premium Reseller (APR), Apple Store ternyata memberikan diferensiasi dengan menawarkan beberapa varian produk yang secara eksklusif tidak dapat diperoleh di toko ritel manapun.

Dihadirkan secara eksklusif di Apple Store (termasuk Apple Store Indonesia) adalah iPod shuffle dengan nuansa kilap baja tahan karat (stainless steel) dengan harga IDR 250 ribu lebih mahal dibanding edisi 4GB lainnya — harga iPod shuffle polished stainless steel adalah IDR 1.249.000, serta varian warna merah dan kuning iPod Nano dengan harga yang tidak terbeda — IDR 2.299.000. Tentunya Anda tetap mendapatkan tambahan laser engraving gratis dan pengiriman cuma-cuma dalam waktu selambatnya 24 jam.

ipod-nano-merah-kuning

Di bulan Desember ini Apple Store Indonesia juga mengkonfirmasi kehadiran Magic Mouse yang merupakan tetikus multisentuh (multitouch screen) pertama di dunia. Magic Mouse tersedia dalam paket pembelian iMac atau bisa dibeli secara terpisah dengan harga IDR 699.000. Cukup mahal memang namun secara teknologi dirasa sebanding dengan kemampuan yang dimilikinya.

Ya, ini merupakan holiday season dan saatnya juga berbelanja untuk kebutuhan gadget Anda :D

Maxis: Flashdisk 4GB termurah di Yogyakomtek 2009

usb-flash-disk-mb

Salah satu varian flashdisk yang ada di Yogyakomtek 2009

Salah satu aksesoris komputer yang sangat banyak dicari juga dibeli (kalau laptop sih biasanya orang baru mencari-cari, belinya nanti habis pameran) di acara Yogyakomtek 2009 adalah USB flashdrive. Para pengunjung tertarik membeli flashdisk di pameran-pameran komputer seperti Yogyakomtek karena toko-toko biasanya gencar menurunkan harga koleksi mereka.

Menurut hasil pencarian saya pada HARI KEDUA pameran, flashdisk 4GB termurah dengan kualitas lumayan jatuh ke tangan Maxis. Dari segi brand, Maxis memang belum sebeken Kingstone, Adata, Transcend, atau Apacer, tapi dengan harga Rp 85.000 per unit plus garansi seumur hidup (lifetime warranty) dari toko komputer yang jelas keberadaannya, saya kira Maxis adalah pilihan bagi konsumen yang ingin menghemat uangnya.

Jika tertarik, USB Flashdrive 4GB Maxis dapat dibeli di booth milik Angkasa Computer. Produk ini tersedia dalam tiga warna; hitam, hijau, dan biru. Kalau ada problem, Angkasa Computer siap melayani di Kios mereka yang terletak di Ramai Mall atau di daerah Kebun Binatang Gembira Loka.

Disclaimer:

Gadnix dan Angkasa Computer tidak memiliki hubungan kerjasama. Tapi jika mereka mengajak pun kami tidak keberatan.

Update: I’m too late for this. I’m sorry. But I hope it’s still usefull :P

gambar

YOGYAKOMTEK 2009; CONNECTIVITY

yogyakomtek

Minggu tanggal 18 Oktober 2009 adalah hari ketika saya berkunjung ke Yogyakomtek – hari kedua penyelenggaraan Yogyakomtek 2009 – sebuah pameran komputer “khas Indonesia” yang konon hanya bisa disaingi oleh Indocomtech yang diselenggarakan hanya sekali dalam setahun di ibukota negeri ini.

Disebut “khas Indonesia” karena pameran ini secara umum sebenarnya tak jauh berbeda dengan pameran-pameran komputer yang sudah-sudah. Sebuah perhelatan besar yang diselenggarakan oleh suatu EO, Himpunan Mahasiswa satu Jurusan, atau Asosiasi untuk mempertemukan vendor dan dealer/toko dengan konsumen. Jadi misi utamanya jelas; vendor bisa menjual produk sebanyak-banyaknya sementara pembeli bisa membeli sebanyak-banyaknya sekaligus semurah-murahnya.

What’s new?

Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, Yogyakomtek – yang kali ini bertemakan “Connectivity” – tetap diselenggarakan di Jogja Expo Center; tempat sama, tag line beda. Hal yang baru pada pameran tahun ini adalah adanya penyelenggaraan seminar dan konferensi bersifat B2B (Business to Business) yang mempertemukan para vendor dengan pengusaha-pengusaha komputer & IT yang berdomisili di DIY & Jateng.

Tujuan utama acara-acara ini adalah untuk membangun kerjasama sekaligus meningkatkan nilai investasi para vendor di sektor yang selalu booming ini. Sebuah ide yang wajar mengingat DIY & Jateng termasuk sentra bisnis di wilayah Indonesia barat.

Banjir Laptop

acer-aspire-timeline2

Acer Timeline

Tidak banyak berubah dari tahun-tahun sebelumnya, Yogyakomtek 2009 masih tetap diminati oleh vendor dan toko komputer. Hanya saja, tahun ini tampaknya booth-booth besar dalam gedung cenderung dipesan oleh vendor-vendor laptop seperti HP, Acer, MSI, Dell, Benq, Forsa, Advan, Point of View dan Axioo. Beberapa vendor besar lain seperti Toshiba dan Lenovo masih memiliki perwakilan, tapi tidak semegah 9 peserta di atas.

Selain vendor laptop, Yogyakomtek 2009 juga diikuti oleh Toko Buku ANDI, Elex Media dan Gramedia Majalah. Beberapa Bank juga ikut membuka booth, umumnya mereka menawarkan pembiayaan kredit untuk belanja barang-barang elektronik. Khusus USB Flashdisk, Transcend adalah satu-satunya vendor yang berani memesan satu booth. Untuk peminat printer, perlu diketahui bahwa vendor anda tampaknya sedang tidak ingin buka warung khusus di sana.

Trend booth vendor laptop bisa dimaklumi, era PC – khususnya di DIY – tampaknya sudah hampir berakhir kalaulah tidak boleh dikatakan TAMAT. Para mahasiswa dan pelajar yang menjadi pasar utama para vendor di DIY tampaknya sadar bahwa laptop atau netbook jauh lebih menguntungkan tinimbang PC.

Baca “Tips memilih netbook untuk Orang Indonesia“.

Dengan harga yang hanya berselisih 1 hingga 2 juta, konsumen bisa mendapatkan sebuah gadget yang mudah dibawa-bawa, baik itu ke sekolah, kampus, pondok pesantren, mall, warnet, bahkan rumah makan. Heiii… jangan lupa kalau di Yogya sudah banyak hotspot gratisan.

Yang unik, lucu dan menarik

Kalau Anda punya waktu, jangan lupa untuk mengunjungi booth milik Intel. Bukan, bukan untuk melihat atau bertanya apa bedanya Core 2 Solo dengan Core 2 Duo. Saya hanya ingin mengingatkan anda kepada pesaing utama mereka, AMD.

Hihihihi … tahun ini AMD pasti malu kalau buka booth, maklum belum ada yang bisa dibanggakan. FYI, seri termutakhir AMD Phenom saja ternyata masih bisa ditaklukkan oleh lini Core 2 Duo milik Intel. But I love AMD. Sampai detik ini saya masih setia dengan AMD Athlon Xp 1800+ yang saya beli di bulan Agustus 2003. Alhamdulillah belum pernah error. Semoga saja dia abadi di dalam sana. Hahaha …..

Yogyakomtek 2009 berlangsung selama 5 hari (17 – 21 Oktober 2009). Tiket masuk hanya Rp. 3000,00. Saya sarankan pengunjung membawa minuman mineral sebelum masuk ke gedung karena di dalam agak sesak dengan manusia, jadi saya yakin anda bakal haus. Kalau hendak keluar hanya untuk membeli minum, tiket biasanya dinyatakan hangus dan harus membeli tiket lagi jika ingin masuk. Hmmmm….that’s a bad practice.

Update: Yogyakomtek 2009 sudah tutup. Insyaallah buka lagi tahun depan. Mohon maaf tulisan ini terlambat di publish.

gambar