Windows 7 God Mode

win7-god-mode

“Windows 7 God Mode” adalah istilah yang digelontorkan oleh jKOnTheRun untuk mendeskripsikan satu folder yang dapat digunakan untuk mengatur semua aspek kendali dalam lingkungan Sistem Operasi Windows 7 kesayangan Anda. Berikut cara untuk melakukannya:

  1. Buat satu folder baru (new folder) di manapun Anda suka.
  2. Berilah nama folder yang anda buat tadi dengan kode di bawah ini:

    GodMode.{ED7BA470-8E54-465E-825C-99712043E01C}

god-mode-folkder

Ok, itu saja. Sekarang Anda sudah memiliki sebuah folder yang berisi icon Control Panel untuk mengontrol semua aspek Windows 7. Enjoy! Btw, menurut Kompas, God Mode ternyata tidaklah spesial. Benarkah ?

[jKOnTheRun ]

Setitik pemikiran untuk bada, samudera aplikasi milik Samsung

samsung-bada-1

Ketika Samsung merilis bada, banyak gadget blogger yang rada menyindirnya. Umumnya sindiran itu lebih mengarah ke dugaan bahwa Samsung hanya ingin meniru-niru Apple dengan App Store-nya, Google dengan Android Market Place-nya, atau Nokia dengan Ovi Store-nya. Singkat kata, “paling Si Sammy mau cari untung lagi”. Meminjam kutipan Steve Jobs, “Well, they just creating products, not culture.” [Ini sindiran Jobs untuk perusahaan yang suka mem-Beo, Microsoft maksudnya]

Meniru memang baik tapi menjiplak juga tidak jelek

Kalau memang bisa untung dengan bada , kenapa tidak? Lagipula, keputusan utama Samsung untuk membuat divisi Samsung Mobile adalah mencari untung sebesar-besarnya bukan? Sebelum ada ponsel bermerk Samsung, dunia sebenarnya sudah lumayan sesak dengan ponsel dari Nokia, Motorola, Sony, Ericsson, Siemens, dll. Lalu buat apa memproduksi kotak persegi panjang yang intinya hanya untuk menelepon dan mengirim pesan? Bukankah dunia sudah punya banyak?

Nasionalisme dalam teknologi

Kalau kita berkunjung ke Korea Selatan, kita akan mendapati pemandangan unik. Umumnya warga pribumi di sana lebih cenderung untuk menggunakan produk-produk dalam negeri ketimbang produk luar. Jadi kita tidak perlu terkejut ketika orang-orang Korsel lebih senang dengan ponsel bermerk Samsung, LG, dan Pantech ketimbang Nokia, Blackberry, Motorola, dll. Atau kita tidak usah heran juga kalau jalan-jalan di Seoul padat dengan mobil berlogo Hyundai dan Kia alih-alih Toyota atau BMW. Bung, orang Korea memang cinta mati dengan bangsanya sendiri. What about us?

Baik untuk dunia, baik untuk Korea

Kasus serupa kini terjadi di ranah mobile OS. Saat ini, industri ponsel memang sedang hingar bingar dengan kelahiran sistem operasi khusus: Android, Symbian, iPhone OS, Blackberry OS, Windows Mobile, WebOS, dll. Dan kini, yang paling baru, bada.

So, dengan begitu banyaknya OS tersedia, adakah developer yang akan mendukung Bada? Mungkin orang-orang yang terlibat dalam tim iPhone-dev bukanlah tipikal developer yang mau mendukung bada. Pun begitu dengan orang-orang Finlandia yang sudah jatuh hati dengan Symbian milik Nokia. Tapi bagaimana dengan mahasiswa-mahasiswa Korea Selatan? Apakah mereka akan mendukung bada? Ah, saya rasa saya tahu apa jawab para mahasiswa Korsel yang sangat nasionalis itu, “kenapa tidak?!”

Masa depan bada

Sebelum benar-benar diujicoba di pasar, tak akan ada yang tahu bagaimana nasib bada beserta armada ponsel pendukungnya setahun atau dua tahun nanti. Mungkin bada akan layu sebelum berkembang. Atau bahkan “hidup” dalam kurun waktu seminggu seperti cuil yang naas itu. Apapun itu, satu hal yang sudah pasti terjadi dari lahirnya bada adalah bahwa Samsung sudah bangga dan berani membuka pintu bagi para developer-developer lokalnya untuk menguji coba karya-karya mereka dalam samudera ponsel buatan anak bangsa mereka sendiri.

Go Ahead Samsung, start it up!

Wear one. Get one !

Rekapitulasi WWDC 2009: iPhone 3G S, Snow Leopard, MacBook yang lebih murah

iphone-3gs

Apple Worldwide Developer Conference (WWDC) 2009 telah menghasilkan sejumlah keluaran penting bagi Apple (dan Apple fanboys). Ditandai dengan ketidakhadiran Steve Jobs, Apple mengeluarkan jenis OS terbarunya, OS X 10.6 berkode Snow Leopard, dan iPhone 3G S dengan kode S untuk Speed yang diklaim memiliki kecepatan 2x lebih cepat dibanding iPhone 3G. Sebagian dari Anda mungkin sudah menongkrongi WWDC semalaman dan membaca update terbarunya di sejumlah blog asing. Tapi bagi Anda yang lebih memilih membaca blog berbahasa Indonesia, kami menghadirkan rekapitulasi WWDC 2009 untuk Anda.

Keluarga MacBook

Keluarga MacBook memiliki perubahan dari segi harga dan pengkategorian. Saat ini MacBook (saja) adalah MacBook putih (saja) polycarbonate shell dengan kecepatan 2.13 GHz, RAM 2 GB, dan Harddisk 160GB. MacBook ini juga dipersenjatai dengan chipset grafis NVidia GeForce 9400M. Harganya tetap US$ 999.

Berikutnya segala bentuk MacBook unibodi terbaru masuk dalam kategori MacBook Pro, termasuk MacBook 13 inch yang sebelumnya tanpa embel-embel Pro. Harga secara umum turun secara signifikan. MacBook Pro 13 mulai dari US$ 1199 (sebelumnya 1299) dengan kecepatan prosesor sekarang adalah 2.26GHz dan 2.53GHz. Sementara MacBook Pro 15 mulai dari US$ 1699 (sebelumnya US$ 1999).

Sementara itu, MacBook Air juga memiliki perubahan harga yang signifikan. Versi harddisk sekarang “hanya” US$ 1499, sementara versi Solid State Drive (SSD) sekarang berharga US$ 1799.

Snow Leopard dan Safari 4

Apple menawarkan sistem operasi terbaru Mac OS X, 10.6 berkode Snow Leopard. Untuk pengguna Leopard sebelumnya bisa meng-upgrade dengan US$ 29, sementara pembeli baru dapat membelinya dengan harga US$ 129. Snow Leopard akan hadir mulai September.

Perubahan mendasar di Snow Leopard dibanding versi pendahulunya adalah versi Finder yang lebih baik, dukungan built-in terhadap Microsoft Exchange Server 2007, Quicktime X dengan tampilan baru dan pengguna dapat lebih mudah mengunggah (upload) video ke MobileMe dan YouTube.

Selain itu dibanding Leopard, Snow Leopard lebih hemat 6GB dan lebih cepat 45% saat peng-install-an. Dukungan terhadap handwriting recognition dan aksesoris wireless Braille juga tersedia. Semua aplikasi core akan berjalan di ranah 64 bit, yang akan mempercepat secara signifikan kinerja OS. Terakhir, Snow Leopard memiliki “Crash Resistance” untuk Safari 4 (sudah bukan beta) untuk mengantisipasi adanya plugin crash dan pengguna tinggal me-refresh halaman. Berkinerja di 64 bit juga diklaim mempercepat performa JavaScript hingga 50%.

iPhone 3G S dan iPhoneOS 3.0

Ini merupakan gadget paling ditunggu-tunggu. Sesuai dengan prediksi John Gruber, iPhone yang baru akan dinamai iPhone 3G S, di mana S di sini artinya Speed (kecepatan). Klaimnya iPhone terbaru ini memiliki kemampuan 2x lebih cepat dibanding iPhone 3G, meskipun belum dilansir berapa sebenarnya kecepatan prosesor iPhone 3G S (iPhone 3G sendiri berprosesor 412MHz).

Update: Menurut berita di engadget, spesifikasi resmi iPhone 3G S — seperti yang dilansir T-Mobile Belanda — adalah prosesor berkecepatan 600 MHz, RAM 256MB, dan chip grafis PowerVR SGX yang mendukung OpenGL ES 2.0. Baca lebih lanjut tentang OpenGL ES 2.0 di sini. [pdf]

iPhone 3G S secara fisik luar tidak memiliki perbedaan signifikan dibanding pendahulunya. Meskipun demikian, perubahan yang ditampilkan di dalam sangat menggoda. Dipersenjatai dengan iPhoneOS 3.0, iPhone 3G S (dan iPhone 3G setelah upgrade) akan memiliki kemampuan copy-cut-paste, landscape keyboard, MMS, Spotlight Search untuk pencarian terintegrasi dan Voice Memos.

Selain itu iPhoneOS 3.0 juga memiliki Calendar yang lebih baik, dan sejumlah perubahan lainnya, terutama di sisi aplikasi pendukung. OS terbaru ini akan mendukung tethering modem, penggunaan iPhone untuk modem bagi komputer, meskipun di US sendiri belum akan ditawarkan. iPhoneOS 3.0 adalah gratis untuk pengguna iPhone dan berharga US$ 9.95 untuk upgrade iPod Touch. iPhoneOS 3.0 akan hadir mulai 17 Juni.

iPhone 3G S sendiri memiliki sejumlah kelebihan dibanding iPhone 3G, yaitu performa secara rata-rata 2x lebih cepat — meskipun tidak diinformasikan kecepatan eksak prosesornya, kamera 3 megapiksel autofocus dengan macro mode dan auto white balance, perekam video 30fps VGA dengan kemampuan editing, voice control untuk pemutaran nomor (dialing) dan musik, konektifitas HSDPA 7.2Mbps, Wi-Fi, Bluetooth 2.1 + Enhanced Data Rate (EDR), finishing yang tahan air dan minyak, kompas magnetis terintegrasi, dan inline remote untuk kontrol musik.

Ketahanan batere diklaim lebih baik untuk berbagai pemakaian, meskipun dengan dimensi 2 gram lebih berat. iPhone 3G S memiliki varian 16GB dan 32GB dengan masing-masing berharga US$ 199 dan US$ 299 plus kontrak 2 tahun dengan pilihan warna hitam dan putih. Selain itu, iPhone 3G akan tetap ditawarkan seharga US$ 99 plus kontrak 2 tahun untuk varian 8GB berwarna hitam.

apple-store-id

Meskipun sudah akan tersedia di US mulai 19 Juni, di Indonesia sendiri baru akan tersedia mulai Agustus. Di Apple Store Indonesia sendiri sudah ada tampilan iPhone 3G S di halaman depan, meskipun belum ada informasi harga. Kita tentu saja mengharapkan harga turun yang lebih signifikan untuk iPhone 3G dibanding harga yang saat ini ditawarkan oleh Telkomsel. Apakah iPhone 3G S ini sudah memenuhi ekspektasi Anda untuk spesifikasi iPhone yang lebih baik?

Update: Telkomsel termasuk dalam operator yang akan mendapat privilege memasarkan iPhone 3G S sebagai tethering modem. Apakah Anda minat menjadikan iPhone 3G S ini sebagai modem??

[sumber berita]

Strategi baru Microsoft: “harga yang lebih murah”?

“I am Apple Mac, and I am PC”. Pasti masih inget dunk iklan itu. Di situ terlihat pertarungan yang sengit antara PC (dalam hal ini Microsoft) dan Apple tentang perkembangan teknologi. Iklan paling baru dari Microsoft ini masih saja membandingkan Apple dengan PC yang dipersenjatai oleh Windows.

Kali ini, strategi yang paling baru adalah menggunakan argumentasi harga. Di iklan disebutkan bahwa tidak ada notebook Apple yang berharga lebih murah dibanding US$ 1000, sementara dengan budget yang sama, Lauren–karakter perempuan dalam iklan ini–memperoleh sebuah notebook HP ber-Windows Vista dan masih mendapat kembalian, karena harganya “hanya” US$ 699, meskipun tentu saja kita tidak tahu apakah spesifikasi komputernya sama atau tidak.

Apakah strategi ini akan berhasil? Sampai sekarang, pertumbuhan Apple yang begitu pesat–bahkan menghasilkan rekor penjualan baru di kuartal terakhir–sangat membuat Microsoft khawatir. Hegemoninya sebagai pembuat Sistem Operasi terbesar (dan terbanyak penjualannya) semakin terancam.

Jika perbandingan fitur, seperti di iklan-iklan sebelumnya justru menjadi bumerang karena Apple bisa meyakinkan para fanboys dan konsumen baru bahwa generasi Mac terbarunya jauh lebih baik, akankah strategi “harga” ini juga menjadi bumerang untuk meningkatkan sentimen bahwa harganya murah dengan kualitas “murahan” dibanding kualitas MacOS?

Patut dicatat bahwa sistem operasi Mac baru-baru ini berhasil di-hack hanya dalam waktu 10 detik saja di ajang Kompetisi Pwn2Own. Sayangnya karena kita tahu bahwa produk Microsoft (Vista dalam hal ini) tidak lebih baik dalam hal security. Jadi, seberapa berpengaruh strategi “perang harga” yang dilancarkan oleh Microsoft ini?

Windows 7: saatnya Microsoft merebut kembali kejayaan?

Medio 2008 ditutup dengan perkasanya MacOS X Leopard menghantam hegemoni Windows Vista. Semua orang juga tahu bahwa Windows Vista ini hampir kalah segala-galanya terhadap kucing Mac. Linux, terutama Ubuntu, makin mendapatkan tempat di hati savvy users. Pengguna setia Windows pun banyak yang enggan beralih dari Windows XP-nya, sampai-sampai Microsoft tetap membuka dukungan terhadap OS yang diluncurkan tahun 2001 ini. Apakah Microsoft, yang meski tetap mayoritas, sudah kalah?

Continue reading