About Wim Permana

Lulusan S1 Ilmu Komputer UGM tahun 2008. Tertarik dengan dunia Web 2.0, SEO, gadget , startup, entrepreneurship, blogging, twitter, dan social network. Saat ini masih sibuk mencari kerja dan jualan kaos. Di luar itu, Wim tetaplah seorang biker dan pujangga yang ingin sekali menulis dan menerbitkan novel yang sudah lama ada di kepalanya.

Motorola mau bikin Tablet Phone tahun 2010

Sholes-Tablet

Setelah sakit-sakitan di tahun 2008 dan mulai berdenyut kembali di tahun 2009 dengan Moto Droidnya, Motorola tampaknya kini semakin bugar saja. Menurut salah satu sumber, pabrikan ponsel asal Amerika ini kemungkinan akan meramaikan pasar tablet phone ala N900 di quartal pertama tahun 2010 dengan Motorola Sholes tablet.

Berikut spesifikasi Motorola Sholes tablet:

  • layar 854 x 480 pixel
  • layar 3.7 inchi capacitive touchscreen
  • prosesor berfrekuensi 550 MHz TI OMAP 3430 CPU
  • 8-megapixel camera dengan Xenon flash
  • HDMI port, 720p playback dan DLNA support
  • Android 2.0

Menarik untuk dilihat, siapa yang akan menjadi pemenang di pasar sedang menggeliat ini, apakah Nokia dengan N900-nya ataukah Motorola dengan Sholes tablet-nya?

[Phone Arena]

Now on sale for only Rp 55.000 [check other types]

Membuka selubung Nokia X6 yang asli

NokiaX6-box

Stuff.TV menunjukkan bagaimana tampilan dan wujud asli dari Nokia X6, ponsel touch screen full entertainment yang dirilis beberapa minggu lalu. Menurut blog yang berbasis di Inggris ini, Nokia X6 layak dinobatkan sebagai salah satu ponsel touch screen terbaik Nokia karena sudah mendukung capacitive touch screen yang lebih responsif ketimbang seri 5800 ataupun N97. Masih menurut Stuff.TV, meskipun bagus, kualitas layar Nokia X6 ternyata masih kalah dibanding iPhone dan ponsel-ponsel berbasis Android. Ughhh…tetap saja, memori internal Nokia X6 yang berkapasitas 32 GB dan standar audio jack 3,5 inci bisa jadi nilai jual yang bagus untuk memikat para penggemar dedemit ponsel musik.

[Stuff.TV]

Now on sale for only 55 Thousands IDR. [check other colors]

ACER Gemstone; laptop Intel Core i7 berkapasitas 1000 GB

Acer Gemstone AS8940G BR101 i7 1080p Notebook PC BW

Beruntunglah kita-kita yang belum punya laptop sampai hari ini. Kenapa? Karena tabungan kita mungkin bisa kita pakai untuk membeli – atau mencicil – laptop berprosesor Core i7 keluaran Intel. Salah satu laptop Core i7-inside yang sudah beredar adalah ACER Gemstone AS8940G-BR101 . Laptop seri terbaru dari Acer ini datang dengan spesifikasi yang sungguh menyilaukan. Betapa tidak? Notebook yang baru beredar di Jepang ini dilengkapi dengan Intel Core i7-720QM (1.6GHz), RAM dengan kapasitas 4GB, hardrive super besar berkapasitas 1TB (jutaan lagu siap masuk deh), kartu grafis GeForce varian GTS 250M dengan VRAM sebesar 1GB (NFS atau Prince of Persia bakal kayak Mario Bros era Sega jadul nih), pemutar Blu-Ray lengkap dengan DVD RW, slot HDMI dan layar HD ukuran jumbo 18.4 inchi. Alamak….

Di Jepang, laptop berbobot 4,6 kg ini dibanderol dengan harga 199800 Yen atau mungkin setara dengan Rp 39.960.000 (1 Yen = Rp 200,00). Tapi bagaimana dengan Indonesia? Mungkinkah semahal itu? Saya rasa tidak akan! Kita semua sudah tahu bagaimana reputasi Acer di Indonesia bukan. Vendor laptop nomor wahid di negeri ini biasanya sangat peduli dengan konsumen mainstream. Jadi alih-alih menjual notebook dengan harga di atas Honda Tiger, Acer mungkin akan menjual laptop varian Core i7 mereka pada kisaran 8 – 12 juta. Harga taksiran ini bahkan mungkin bisa turun kalau ada vendor laptop lain yang berani menjual di bawah harga ini (sssttt, Acer gitu loh). Tapi dengan catatan, mungkin akan ada spesifikasi dari varian Gemstone di atas yang dikurangi atau diganti seperti ukuran layar, dukungan Blue Ray, dan kapasitas memori.

Nah, kalau Anda memang benar-benar butuh laptop sekarang juga, saya sarankan Anda untuk PINJAM TEMAN dulu atau BELI SECOND saja. Tapi kalau Anda masih bisa menahan nafsu Anda, sebaiknya pantengin gadnix.com dan bersiap-siaplah dengan preview kami untuk serbuan laptop-laptop Core i7 di Indonesia. Brrrrooooommmm …….!

[akihabara]

a3

Now only IDR 55 Thousands. Check Distro Kaos for other Color and Type.

Nokia 5330 Mobile TV Edition

nokia-5330-mobile-tv-edition

Nokia 5330 seri terbaru datang dengan fitur-fitur hiburan yang lumayan lengkap. Dengan gadget berteknologi 3G ini, pengguna diberi keleluasaaan untuk menikmati internet, musik, video, gambar, dan tentu saja Mobile TV.

Mobile TV di Indonesia

Nokia menggunakan standar teknologi DVB-H TV untuk mendukung fitur mobile TV-nya. Dengan penggunaan standar teknologi ini, ada kemungkinan Nokia hanya akan menjual gadget dengan layar 2,4 inchi ini di negara-negara yang sudah mendukung DVB-H seperti Austria, Finlandia, Italia, Belanda and Swiss, Ghana, Kenya, India, Namibia, Nigeria and Filipina.

Lalu bagaimana dengan Indonesia? Tidak usah khawatir, meskipun standar DVB-H TV belumlah populer di Indonesia, masih ada kemungkinan Nokia tetap akan merilis dan menjual gadget ini. Tapi kalau mau menonton TV sih lebih baik di gadget yang berukuran 24 inchi, bukan 2,4 inchi. Hahaha … lagipula vendor ponsel lokal sudah banyak yang menyediakan TV berantena alias ber TV Tuner. So, why should Nokia?

Wear one! for only 55 ribu. [Distro Kaos]

Why your Blackberry is so sweet?

obama-b

The first Blackberry President is … Obama. Change he can’t permit.

Sudah tidak bisa dipungkiri, Blackberry memang benar-benar mewabah di Indonesia. Bahkan menurut saya, syndrome smartphone asal Kanada dengan keypad khasnya ini boleh dibilang sudah berhasil mengalahkan wabah flu babi yang sempat panas beberapa bulan lalu. Bedanya jelas, wabah flu babi sungguh negatif nan desktruktif sementara wabah Blackberry sebaliknya.

Di lain pihak, iPhone 3G dan iPhone 3Gs – smartphone asal Paman Sam yang digadang-gadang akan memberangus kedigdayaan Blackberry di Indonesia – ternyata belum bisa berbicara banyak. Di hari pertama atau bulan pertama peluncurannya, si primadona layar sentuh memang sempat bikin ramai jagat gadget Indonesia – sesuatu yang juga lumrah di belahan dunia lain. Tapi setelah periode itu habis, desing kemolekan iPhone lambat laun tertelan hingar bingar BB.

Tapi bagaimana dengan penantang lain selain iPhone? Hasilnya sama saja. Blackberry tetaplah juara. Tidak peduli varian BB apapun yang diluncurkan oleh RIM, orang-orang Indonesia ramai menyerbu dan membelinya. Dan kalaulah boleh saya mendaftar, berikut beberapa alasan kenapa Blackberry tampak begitu manis di mata orang-orang Indonesia.

1. Blackberry masuk duluan

Kalau alasan ini memang valid, seharusnya Palm yang mewabah di Indonesia, bukannya BB. Tapi di era interkonektivitas, jalan ceritanya menjadi berbeda. Bagi orang Indonesia, Palm adalah PDA, sementara BB adalah smartphone. Dan tampaknya orang Indonesia sudah tidak perlu lagi PDA. Hahaha … hari gini.

Dengan fitur pembunuhnya, push email, BB mampu memikat kalangan menengah ke atas yang saat itu memang sedang mencari sebuah perangkat “kecil” yang bisa menghubungkannya dengan dunia maya, tapi bukan laptop. Dan BB ternyata berhasil. Banyak orang Indonesia yang memuji alih-alih mencibirnya. Dan ini bertahan sampai sekarang.

2. Blackberry “terbuka”

BB saya sebut “terbuka” karena RIM membebaskan semua operator selular di Indonesia untuk berkreasi guna mengambil sebanyak mungkin manfaat dari gadget terbaiknya. Tidak pelak, tawaran-tawaran fantastis dari operator-operator seluler ternama negeri ini terkadang membuat banyak orang yang tadinya hanya menggunakan ponsel-ponsel mainstream seperti Nokia c.s. menjadi pengguna BB setia. Dan hasilnya sangat luar biasa. Kalau tidak percaya tanya saja sama CEO-nya Telkomsel, Indosat, dan XL.

obama-blackberry

3. Blackberry sering jadi headline

Kasus pertama

Mungkin karena jumlah permintaan yang jauh melebihi persediaan, beberapa oknum pengusaha ponsel sampai ada yang pernah ketahuan mengimpor ribuan BB dalam kontainer secara ilegal dari luar negeri. Dan ini bukanlah kasus yang remeh bagi wartawan, baik yang bekerja untuk media cetak maupun elektronik.

Kasus kedua

Sudah lupa masyarakat kita dengan drama penyelundupan BB, kali ini BB bikin heboh lagi. Depkominfo, selaku lembaga yang berwenang dalam perlindungan konsumen atas produk-produk IT, meminta pengusaha untuk menghentikan impor BB ke Indonesia jika RIM enggan membuka authorized dealer dan service center. Well, RIM adalah perusahaan yang pintar. Jadi akhirnya mereka mau mengalah.

4. Blackberry terlalu sering muncul di sinetron dan infotainment

Pernahkah anda memperhatikan ponsel yang sering diangkat-angkat oleh Manohara dalam jumpa pers ketika sang mantan tuan putri ini hendak menunjukkan bekas luka penganiayaan yang diterimanya akibat ulah suaminya? Yoa, itu adalah BB.

Sewaktu Indonesia dihebohkan dengan drama ala dongeng Cindrelella ini, apapun ponsel yang dipakai sang tuan putri akan menjadi kesohor. Dan BB sebaiknya mengirimkan kartu ucapan terima kasih kepada Manohara atas ulahnya pada saat jumpa pers tempo hari.

5. Blackberry tidak lagi mahal

BB tidak lagi mahal karena penjualnya banyak. Pun demikian dengan stoknya. Di samping itu, seorang pengguna BB sudah bisa menikmati paket layanan telekomunikasi hanya dengan biaya Rp 3000 sampai Rp 5000 untuk satu hari per sekian MB data. Guys, this is cheap!

6. Pecinta Blackberry punya banyak komunitas

Kalau di Yogya ada perkumpulan yang disebut JogjaBerry dan Jogja Blackberry Community (JBC). Entah bagaimana dengan kota Anda tapi yang jelas antusiasme komunitas BB mungkin hanya bisa ditandingi oleh para ontelis atau biker yang biasanya tergabung dalam komunitas-komunitas ala Bike to Work dan sejenisnya.

Sama seperti sepeda, pengguna BB akan terus bertambah seiring dengan bertambahnya jumlah komunitas penggemar. Di era social media seperti ini, saran dari seorang peer adalah prioritas. Iklan sudah tidak lagi banyak berpengaruh. Masih ingatkah Anda terakhir kali RIM mengiklankan BB versi awal di TV-TV swasta nasional?

7. Tiruan Blackberry banyak dan murah meriah

Ketika para selebritis dan pejabat ramai menggunakan BB, rakyat jelata biasanya ingin ikut-ikutan. Dengan harga selangit, kaum marjinal hanya bisa bermimpi memakai gadget sekelas BB. Tapi syukur tak dapat ditolak, para vendor ponsel lokal sadar akan hal ini, lantas dengan semangat mereka meluncurkan species-species baru berakhiran Berry seperti NexianBerry, SPC Berry, e Touch Berry, Beyond Berry, dan sebagainya. [cek theponsel.com untuk daftar ponsel-ponsel cina dan lokal yang meniru BB]

Sebenarnya tidak hanya vendor lokal yang bersenang-senang dengan demam BB, vendor-vendor ternama pun ikut arus. Sebut saja Nokia dengan seri E71 dan E72, Samsung Corby TXT, Moto Q, dan banyak lagi lainnya. Yah, those BB-ish.

Satu-satunya vendor ponsel mainstream yang saya anggap belum mau mengeluarkan ponsel BB-ish adalah Sony Ericcsson. Ada apa dengan SE? Mungkin kah mereka gengsi karena merasa Satio lebih powerful. Sama seperti Apple kah?

8. Gara-gara Budi Putra (BP Factor)

Faktor istimewa ini saya letakkan di akhir tulisan. Jangan salah, memang BP tidak seheboh BB tapi anda keliru kalau menganggap BP tidak punya andil sama sekali dalam meningkatkan popularitas BB.

Sebagai seorang selebritis dunia maya dan Web 2.0 Indonesia, BP secara tidak langsung mampu mempengaruhi para simpatisannya. Entah itu yang menjadi teman di facebook, pengikutnya (follower) di twitter, atau penggemarnya di budiputra.com.

Sebagai mantan bloggernya di 3GWeek, saya tahu betapa kentalnya persahabatan antara BP dan BB. Dan tidak jarang, dalam beberapa kesempatan biasanya BP mengucapkan terima kasih yang mendalam kepada gadget yang sudah menemaninya kemana pun ia pergi.

Testimoni-testimoni tulus inilah yang pada akhirnya saya kira bisa turut mempengaruhi para simpatisannya untuk turut membeli sekaligus menjadikan BB sebagai seorang sahabat alih-alih hanya sekedar ponsel. Btw, RIM Indonesia mungkin bisa menjadikan BP sebagai brand ambassador suatu hari nanti. Tapi itu kalau Yahoo mengizinkan. Hehehe …

Dan semoga saya tidak salah…..

NB: kalau anda punya alasan lain, silahkan tinggalkan komentar ya. terima kasih. viva Blackberry!

Wear one! Now Blacksweet T-Shirt is on sale for only IDR 55 thousands. [Distro Kaos]