Diferensiasi adalah salah satu hal yang sangat penting – bahkan sangat mahal – dalam dunia pemasaran. Berbagai cara dilakukan oleh biro iklan dan perusahaan untuk menjadikan produknya sebagai sesuatu yang tidak ada duanya. Tidak terkecuali untuk perusahaan-perusahaan pembuat ponsel. Di dalam industri yang tren dan perubahannya bergerak secepat kilat ini, perusahaan-perusahaan yang mampu membuat perbedaan biasanya akan menjadi pemenang. Apple dengan iPhone berlayar sentuhnya, RIM dengan Blackberry ber-QWERTY-nya, Sony Ericcsson dengan ponsel Walkman-nya, atau HTC dengan ponsel-ponsel Android-nya bisa menjadi contoh betapa perbedaan adalah hal yang sangat penting.
Tapi bagaimana dengan vendor-vendor ponsel lokal di Indonesia? Perlukah perusahaan-perusahaan ini berinvestasi untuk mengejar diferensiasi yang terkadang alih-alih bikin untung besar justru bisa bikin bangkrut total? Hmmm, apa pun alasan dan risikonya, tidak ada salahnya untuk membeberkan beberapa ide terkait diferensiasi ini. Berikut strategi diferensiasi khusus untuk vendor ponsel lokal ala penulis:
1. Gunakan DVORAK, Lupakan QWERTY

Gara-gara Blackberry ber-QWERTY sedang booming di Indonesia, hampir semua vendor ponsel saat ini jadi sibuk untuk membuat dan menjual tiruannya – kecuali Sony Ericcsson. Mulai dari vendor internasional sekelas Nokia, Samsung, dan Motorola, sampai vendor ponsel kelas China dan lokal seperti HT dan D-One ramai menggeber ponsel QWERTY masing-masing. Dampaknya tragis, konsumen Indonesia tampaknya lama kelamaan akan jenuh dan merasa bosan dengan ponsel jenis ini. Saya pikir tidak hanya konsumen, produsen pun mungkin akan ikut-ikutan stuck dengan kenyataan ini.
Bila Anda adalah seorang pimpinan perusahaan yang mempunyai tanggung jawab besar untuk membentuk identitas (brand) institusi Anda, maka tidak ada salahnya jika Anda membuat gebrakan besar yang bisa membuat perusahaan Anda keluar dari hiruk pikuk – getting out of the crowd. Salah satunya adalah dengan menanamkan keyboard bertipe DVORAK di ponsel-ponsel buatan Anda.
Wait, tampaknya Anda belum tahu sama sekali tentang spesies baru layout keyboard DVORAK ini bukan? Agar Anda bisa memahami dengan jelas kelebihan DVORAK dibanding QWERTY, sebaiknya Anda unduh saja langsung kartun tentang DVORAK VS QWERTY ini. (download pdf)
Setelah membaca dan merenung betapa “kelamnya” sejarah di balik munculnya layout keyboard QWERTY, saya harap Anda langsung membentuk tim khusus untuk mendesain sekaligus meriset tentang kemungkinan untuk menjual ponsel berkeyboard dengan layout DVORAK di pasar potensial bernama Indonesia.
2. Gaetlah high tech ambassador, jangan artis!


Budi Putra & Nukman Luthfie: The Next Techie Ambassador!
Samsung sudah mengontrak Nicholas Saputra & Dian Sastro, Toshiba punya Luna Maya, lalu perusahaan Anda akan pilih siapa? Kalau perusahaan Anda ingin tampil beda, cobalah merekrut Budi Putra atau Nukman Luthfie . Selain karena sudah punya brand bagus, keduanya juga punya banyak follower dan audience yang tidak segan untuk mencari tahu, mendiskusikan, bahkan membeli dan memakai gagdet-gadget yang juga dipakai oleh kedua tokoh digital tersebut.
Mungkin awalnya konsumen merasa agak sedikit aneh dan risih, tapi kenapa tidak? Bukankah segala sesuatu yang beda itu pasti akan terasa “aneh” di awal-awal. Ngomong-ngomong, selain Budi Putra dan Nukman Luthfie, saya pikir masih ada satu kandidat lagi yang sangat cocok untuk menjadi iCon diferensiasi Anda. Siapa dia? Mark Zuckerberg!
Nama terakhir yang saya sebut memang “sangat mahal”, tapi kalau perusahaan Anda bisa menggaetnya maka produk Anda saya rasa siap untuk dipasarkan di mana saja di kolong dunia selama di sana ada masih pengguna facebook-nya!
Take action, just do idiot !
To be continued ….
Note:
Tulisan Strategi diferensiasi untuk vendor ponsel china dan lokal adalah tulisan berseri. Di waktu-waktu mendatang, penulis mungkin akan menerbitkan seri-seri berikutnya. Siapa tahu Anda berminat? So stay tuned in gadnix, thanks.




