About Wim Permana

Lulusan S1 Ilmu Komputer UGM tahun 2008. Tertarik dengan dunia Web 2.0, SEO, gadget , startup, entrepreneurship, blogging, twitter, dan social network. Saat ini masih sibuk mencari kerja dan jualan kaos. Di luar itu, Wim tetaplah seorang biker dan pujangga yang ingin sekali menulis dan menerbitkan novel yang sudah lama ada di kepalanya.

Strategi diferensiasi untuk vendor ponsel china dan lokal (jilid satu)

Diferensiasi adalah salah satu hal yang sangat penting – bahkan sangat mahal – dalam dunia pemasaran. Berbagai cara dilakukan oleh biro iklan dan perusahaan untuk menjadikan produknya sebagai sesuatu yang tidak ada duanya. Tidak terkecuali untuk perusahaan-perusahaan pembuat ponsel. Di dalam industri yang tren dan perubahannya bergerak secepat kilat ini, perusahaan-perusahaan yang mampu membuat perbedaan biasanya akan menjadi pemenang. Apple dengan iPhone berlayar sentuhnya, RIM dengan Blackberry ber-QWERTY-nya, Sony Ericcsson dengan ponsel Walkman-nya, atau HTC dengan ponsel-ponsel Android-nya bisa menjadi contoh betapa perbedaan adalah hal yang sangat penting.

Tapi bagaimana dengan vendor-vendor ponsel lokal di Indonesia? Perlukah perusahaan-perusahaan ini berinvestasi untuk mengejar diferensiasi yang terkadang alih-alih bikin untung besar justru bisa bikin bangkrut total? Hmmm, apa pun alasan dan risikonya, tidak ada salahnya untuk membeberkan beberapa ide terkait diferensiasi ini. Berikut strategi diferensiasi khusus untuk vendor ponsel lokal ala penulis:

1. Gunakan DVORAK, Lupakan QWERTY

dvorak

Gara-gara Blackberry ber-QWERTY sedang booming di Indonesia, hampir semua vendor ponsel saat ini jadi sibuk untuk membuat dan menjual tiruannya – kecuali Sony Ericcsson. Mulai dari vendor internasional sekelas Nokia, Samsung, dan Motorola, sampai vendor ponsel kelas China dan lokal seperti HT dan D-One ramai menggeber ponsel QWERTY masing-masing. Dampaknya tragis, konsumen Indonesia tampaknya lama kelamaan akan jenuh dan merasa bosan dengan ponsel jenis ini. Saya pikir tidak hanya konsumen, produsen pun mungkin akan ikut-ikutan stuck dengan kenyataan ini.

Bila Anda adalah seorang pimpinan perusahaan yang mempunyai tanggung jawab besar untuk membentuk identitas (brand) institusi Anda, maka tidak ada salahnya jika Anda membuat gebrakan besar yang bisa membuat perusahaan Anda keluar dari hiruk pikuk – getting out of the crowd. Salah satunya adalah dengan menanamkan keyboard bertipe DVORAK di ponsel-ponsel buatan Anda.

Wait, tampaknya Anda belum tahu sama sekali tentang spesies baru layout keyboard DVORAK ini bukan? Agar Anda bisa memahami dengan jelas kelebihan DVORAK dibanding QWERTY, sebaiknya Anda unduh saja langsung kartun tentang DVORAK VS QWERTY ini. (download pdf)

Setelah membaca dan merenung betapa “kelamnya” sejarah di balik munculnya layout keyboard QWERTY, saya harap Anda langsung membentuk tim khusus untuk mendesain sekaligus meriset tentang kemungkinan untuk menjual ponsel berkeyboard dengan layout DVORAK di pasar potensial bernama Indonesia.

2. Gaetlah high tech ambassador, jangan artis!

budiputranukmanbisnis

Budi Putra & Nukman Luthfie: The Next Techie Ambassador!

Samsung sudah mengontrak Nicholas Saputra & Dian Sastro, Toshiba punya Luna Maya, lalu perusahaan Anda akan pilih siapa? Kalau perusahaan Anda ingin tampil beda, cobalah merekrut Budi Putra atau Nukman Luthfie . Selain karena sudah punya brand bagus, keduanya juga punya banyak follower dan audience yang tidak segan untuk mencari tahu, mendiskusikan, bahkan membeli dan memakai gagdet-gadget yang juga dipakai oleh kedua tokoh digital tersebut.

Mungkin awalnya konsumen merasa agak sedikit aneh dan risih, tapi kenapa tidak? Bukankah segala sesuatu yang beda itu pasti akan terasa “aneh” di awal-awal. Ngomong-ngomong, selain Budi Putra dan Nukman Luthfie, saya pikir masih ada satu kandidat lagi yang sangat cocok untuk menjadi iCon diferensiasi Anda. Siapa dia? Mark Zuckerberg!

Nama terakhir yang saya sebut memang “sangat mahal”, tapi kalau perusahaan Anda bisa menggaetnya maka produk Anda saya rasa siap untuk dipasarkan di mana saja di kolong dunia selama di sana ada masih pengguna facebook-nya!

Take action, just do idiot !

To be continued ….

Note:

Tulisan Strategi diferensiasi untuk vendor ponsel china dan lokal adalah tulisan berseri. Di waktu-waktu mendatang, penulis mungkin akan menerbitkan seri-seri berikutnya. Siapa tahu Anda berminat? So stay tuned in gadnix, thanks.

[Gambar Nukman Luthfie] | [Gambar Budi Putra ]

USB 3.0 :10 kali lebih cepat ketimbang USB 2.0

USB3

Saat ini, port (bahasa ndesonya: colokan) terpopuler yang sering dijumpai di gadget-gadget terbaru adalah port USB 2.0 – tidak kurang dari 3 miliar port USB disertakan dalam gadget pada tahun 2008. Port USB jenis ini sangat digemari oleh konsumen, selain karena ukurannya yang kecil, kecepatan transfer datanya pun lumayan bagus (maksimal bisa sampai 480Mbps). Tapi dalam waktu yang tidak lama lagi – mungkin di tahun 2012, USB generasi kedua ini mungkin sudah akan dipensiunkan untuk kemudian digantikan dengan USB 3.0.

10X lebih cepat

Generasi ketiga USB sering juga disebut dengan SuperSpeed USB karena mampu mentransfer data 10 kali lebih cepat ketimbang USB 2.0. Jadi jika dengan USB 2.0 seorang pengguna mampu memindahkan data berukuran 25 GB dalam waktu 14 menit – atau 9 jam menggunakan USB 1.1, maka dengan USB 3.0 ia hanya membutuhkan waktu kurang lebih 70 detik saja. Mantap! [Saya yakin para pembajak film pasti langsung memburu gadget yang datang dengan port generasi terbaru ini]

Note: Semoga 2012 tidak jadi kiamat. Amin.

[TechRadar]

Dampak booming ponsel, twitter dan facebook bagi para penarik becak di Yogyakarta

becak

Apa dampak booming ponsel bagi para penarik becak di Yogyakarta? Well, setidaknya ada dua dampak langsung yang terjadi akibat booming-nya penggunaan ponsel di Kota Yogyakarta terhadap tukang becak. Berikut dua diantaranya:

1. Mengurangi penghasilan tukang becak.

Beberapa tukang becak mengaku penghasilan mereka mengalami penurunan drastis akibat meledaknya penggunaan ponsel. “Betapa tidak”, ujar salah seorang mantan penarik becak yang sudah berganti profesi menjadi penambal ban kepada saya, “Lha wong sekarang para penumpangnya selalu minta jemput pakai motor. Ketika mereka tiba di bandara (baca: Adisucipto), mereka tinggal telpon atau SMS temannya untuk minta dijemput. Pas turun di stasiun, penumpangnya tinggal mengeluarkan hape terus SMS. Habis belanja dari pasar tradisional atau mall, eh minta jemput lagi. Anak-anak sekolah kebanyakan sekarang juga begitu, kalau pulang mereka tinggal SMS terus minta jemputan. Kalau begini terus kan tukang becaknya yang susah.”

2. Menambah penghasilan tukang becak.

Lha terus bagaimana mungkin ponsel bisa menambah penghasilan tukang becak. Tidakkah ini kontra produktif dengan poin pertama? Sekilas memang iya, tetapi sejatinya tidak. Para penarik becak yang modern dan adaptif ini ternyata cerdik melihat peluang. Mereka beralasan bahwa keberadaan ponsel sangat membantu mereka untuk menerima informasi alias “update status” dari sesama rekan seprofesinya tentang titik-titik potensial yang berstatus “urgently required: a pedicab “.

Sebagai contoh, ketika ada rombongan turis luar kota atau luar negeri – kecil kemungkinan mereka minta jemputan – yang hendak membutuhkan becak dalam jumlah yang besar, maka salah satu tukang becak yang ada di dekat hotel itu akan mengirimkan “update status” kepada rekan seprofesinya yang mungkin sedang mangkal di lokasi lain. Dus, si tukang becak yang menerima “update status” itu pun bisa langsung merespon panggilan itu secepat mungkin agar “rezekinya tidak dipatok” oleh tukang becak lain.

hib01

Kesimpulan

Dari dua poin di atas, saya ingin berhipotesis sebagai berikut:

  1. Ponsel bersifat netral,
  2. Tukang becak yang tidak bisa memanfaatkan ponsel akan tergilas oleh pelanggannya yang sesekali harus memakai ponselnya untuk meminta jemputan,
  3. Tukang becak yang bisa memanfaatkan ponsel akan menangguk untung dari “update status” yang cepat dari rekan seprofesinya yang juga memiliki ponsel,
  4. I guess those pedicab drivers should purchase a cellphone that supports facebook or twitter somehow.
  5. Technology couldn’t kill human yet. It is human – because of its interpretation -that kill themselves using their technology.

Enjoy Jogja! Enjoy Gadnix!

[gambar 1] | [gambar 2 ]

Gosip: Nokia merilis ponsel dual-sim card

Nokia-dual-SIM-phone-1

Anda hobi menggosip tapi tidak suka ghibah? Kalau Anda menjawab ya, maka gadnix punya bahan untuk disebar nih. Berdasarkan informasi dari salah satu blogger gadget ternama, Eldar Murtazin, Nokia bakal merilis ponsel dengan fitur dual-sim card di antara bulan April – Juni 2010. Sayang, sampai saat ini masih belum jelas akan seperti apa penampakan serta jeroan spesies baru dalam keluarga besar ponsel Nokia ini. Apakah GSM-CDMA ataukah GSM-GSM?

Fitur dual-sim card adalah fitur andalan ponsel-ponsel pabrikan dari Cina untuk membedakannya dari ponsel-ponsel mainstream yang dikeluarkan oleh Nokia, Motorola, LG, dll. Yang menarik untuk ditunggu adalah respon pasar Indonesia terhadap ponsel Nokia dual-on ini; apakah pasar terpesona ataukah justru sebaliknya; ganti meledek Nokia sebagai tukang tiru.

Wow, Nokia tukang tiru? Kadang, bisa jadi begitu ….

[UV]

Tips membuat threaded SMS di Blackberry

blackberry-storm

Teman kami dari Australia, Mr. Gadget Australia punya berita baik buat BB fans di Indonesia. Bagi BB user yang mendambakan threaded SMS ala iPhone atau ponsel-ponsel touch screen LG, Anda sekarang bisa menggunakan aplikasi Empower Threaded SMS. Aplikasi yang bersifat shareware (coba dulu, bayar belakangan) ini bisa diinstall di BB yang mendukung OS 4.2 atau versi di atasnya.

Bosan dengan UI SMS BB yang begitu-begitu aja? Jangan marah, mending langsung download Empower Threaded SMS .

Iklan: Kaus Blacksweet now in sale for only 55 thousands IDR [check other types ]