Suatu saat saya mendapatkan pertanyaan, bagaimana memberikan hadiah berupa aplikasi ataupun suatu voucher agar bisa dibelikan aplikasi untuk orang lain di platform iOS. Dipikir-pikir seharusnya itu bukan permasalahan yang sulit, tapi ternyata App Store Indonesia tidak mengakomodasi pembayaran selain menggunakan kartu kredit. Ini menutup kemungkinan “membelikan” suatu aplikasi untuk orang lain, kecuali misalnya memiliki akun bersama.
Di sejumlah negara maju, seperti Amerika Serikat, Jepang, dan Australia, penggunaan Gift Card untuk membeli aplikasi adalah hal yang lazim. Gift Card dapat dibeli dengan mudah, layaknya membeli voucher pulsa, dan credit akun iTunes Anda akan bertambah.
Di Indonesia, di mana penetrasi kartu kredit sebenarnya masih sangat kecil dibanding jumlah penduduk, opsi prabayar dengan gift card ternyata belum ada. Padahal kesukaan orang Indonesia adalah hal-hal yang dibayar di muka, itulah sebabnya kenapa jumlah pelanggan layanan ponsel 95%-nya adalah pengguna prabayar. Sayangnya metode pembayaran yang “dipaksakan” di Indonesia hanyalah menggunakan kartu kredit.
Saya tahu bahwa segmen pengguna iOS (iPod touch, iPhone, iPad) di Indonesia dianggap pasti atau setidaknya kebanyakan memiliki kartu kredit, tapi membatasi opsi pembayaran justru malah mengurangi kesempatan masyarakat untuk mengenal dan mencoba membeli aplikasi melalui app store. Dengan pembatasan seperti ini, orang yang tidak memiliki kartu kredit akan dipaksa untuk membeli melalui App Store negara lain atau bahkan lebih buruk, membajak melalui marketplace macam Installous.
Buat saya selaku pengguna App Store di Indonesia, sudah seharusnya Apple memikirkan langkah untuk memperluas opsi pembayaran menggunakan Gift Card di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Keinginan ini jelas logis jika dikaitkan dengan kultur budaya orang Indonesia yang cenderung tidak suka berutang di belakang dan memilih pembayaran secara tunai.
Yang perlu dipikirkan lebih lanjut seandainya langkah ini jadi dilaksanakan adalah 2 hal, [1] Siapa yang berhak memegang distribusi Gift Card secara nasional dan [2] Bagaimana dengan perpajakannya. Penjualan seperti ini pasti bakal dikenakan pajak, yang mungkin saja skema perpajakannya bakal lebih rumit ketimbang pembelian langsung menggunakan kartu kredit.
Ada 3 opsi yang bisa dipilih untuk pendistribusiannya. Yang pertama adalah melalui operator partner — saat ini Apple memiliki Telkomsel dan XL selaku partner. Keuntungannya adalah jaringan distribusi yang luas. Kerugiannya jika bekerja sama dengan operator adalah kemungkinan cut/fee yang lebih besar mengingat operator adalah entitas yang besar dan memiliki bargaining dalam negosiasi ini.
Opsi kedua adalah menggunakan reseller Apple (termasuk premium reseller). Keuntungan bagi Apple adalah reseller seperti ini akan lebih mudah dikontrol karena memang menggantungkan jangkar bisnisnya murni untuk membantu Apple memperluas pasarnya di sini. Kerugiannya adalah jaringan distribusi yang masih teratas di kota-kota besar saja, meskipun sementara ini memang pangsa terbesar produk Apple masih di kota-kota tertentu saja.
Opsi terakhir adalah menggunakan distributor pihak ketiga yag sudah lama bermain di pasar penjualan voucher berskala nasional. Taruhlah kesuksesan penjualan voucher permainan online yang menggunakan metode seperti ini. Faktor keuntungannya bakal mirip dengan operator, tapi mungkin dibutuhkan waktu yang lebih lama untuk membangun sikap saling percaya antara Apple dan partner distribusinya ini.
Untuk perpajakan, Apple tentu harus memiliki kesepakatan dengan partnernya tentang bagaimana teknis pembayaran pajak dan bagaimana caranya supaya tidak merugikan bagi keuntungan kedua belah pihak.
Menurut saya, bagi Apple yang paling feasible adalah opsi kedua dan ketiga, tergantung seberapa masif dan seberapa tinggi kepercayaan Apple untuk meningkatkan penetrasi dan penggunaan Gift Card di sini. Apapun metode yang dipilih dan bagaimanapun teknis pelaksanaannya, saya harapkan pembelian aplikasi melalui App Store Indonesia menggunakan metode Gift Card dapat segara terwujud.