Samsung siapkan Galaxy Tab untuk saingi iPad

Samsung kembali menunjukkan bahwa pihaknya yang paling pantas menjadi penantang terkuat Apple di ranah gadget. Setelah ponsel Galaxy S yang mendapatkan sambutan hangat dari pecinta Android, kini Samsung menyiapkan Galaxy Tab, tablet berukuran 7 inch yang dipersenjatai oleh OS 2.2 (Froyo).

Secara fisik, Galaxy Tab nampak seperti Galaxy S yang diperbesar dengan memiliki resolusi antara 800×480 atau 1024×600. Tentunya harus banyak aspek yang diperhatikan untuk mendapatkan hasil yang optimal saat aplikasi dijalankan di ukuran 7 inch, sekitar dua kali lipat dari rata-rata layar smartphone yang berukuran 3.5 inch. iPad sendiri memiliki layar 9.7 inch.

Galaxy Tab akan diperkenalkan tanggal 2 September di Berlin. Sambil menunggu spesifikasi lengkap beserta skema harganya, berikut adalah video teaser tentang hal apa saja yang diusung Galaxy Tab:


[tautan untuk tampilan mobile]

Indosat buka pre-order Pearl 3G dan Curve 3G

Meskipun agak telat informasinya, diberitahukan lagi bahwa Indosat menjadi operator pertama di Indonesia yang memberikan penawaran ponsel BlackBery terbaru, Pearl 3G dan Curve 3G. Update terbaru menyebutkan bahwa slot pre-order Curve 3G sudah habis, sehingga pilihan tinggal untuk Pearl 3G yang berkode 9105. Penawaran ini merupakan kerjasama Indosat dan Bank Mandiri sebagai penyedia layanan bantuan keuangannya, sehingga tak heran program ini eksklusif untuk pemegang kartu kredit Mandiri, dengan harga spesial, di alamat berikut.

Meskipun saat peluncurannya masih menggunakan sistem operasi BlackBerry 5, kedua ponsel ini sudah dikonfirmasi untuk dapat di-upgrade ke BlackBerry 6. Suatu tantangan adalah keduanya hanya memiliki RAM 256MB, separuh dari yang ditawarkan oleh BlackBerry Torch yang secara native menggunakan sistem operasi terbaru ini.

Pearl 3G yang masuk ke Indonesia adalah versi yang menggunakan keypad T9 standar abc, berbeda dengan versi Eropa dan Kanada yang menggunakan keyboard SureType. Curve 3G, di sisi lain, adalah pengembangan dari seri 85xx yang sukses (di sini dikenal dengan kodenama Gemini) dengan penambahan konektivitas jaringan 3G dan GPS secara built-in.

Menarik mencermati sepak terjang kedua ponsel ini, apakah mampu mempertahankan hegemoni BlackBerry di tanah air yang nampaknya mulai tergerus dengan hadirnya ponsel lokal mid-to-low end berbasis Android, seperti misalnya Nexian Journey.