Menkominfo dengan kacamata 3D dan data streaming Telkomsel
Saya masih ingat ketika saya memiliki layanan Internet pertama di rumah. Itu terjadi sekitar 12 tahun yang lalu. Dial up modem yang saya miliki masih menunjukkan angka 33.6 Kbps, terbaik pada waktu itu, dengan layanan menumpang jaringan telepon dan bunyi khas saat men-dial layaknya saat mengirim data melalui faksimili. Pada saat itu, tampilan Internet masih belum seperti sekarang, kebanyakan hanya berupa teks dan gambar, format Web 1.0 katanya orang-orang. Saat itu, layanan telepon seluler masih hanya untuk menelepon, untuk ber-SMS antar operator pun belum bisa.
Sekarang kita flash forward kembali ke tahun 2010. Semuanya sudah berbeda. Web 2.0, Sosial media, Layanan video streaming, broadband dengan kecepatan minimal 1Mbps, iPhone, Android, dan BlackBerry. Telepon seluer tak hanya digunakan untuk menelepon dan mengirimkan pesan teks, tapi juga sebagai modem untuk berselancar di Internet. Evolusinya bermula dari GPRS, EDGE, 3G, HSDPA, Single Carrier HSPA+, Dual Carrier HSPA+, dan kini yang paling baru dan digadang-gadang sebagai kandidat kuat untuk generasi 4 (4G), Long Term Evolution atau biasa disingkat sebagai LTE.
LTE dan Mobile WiMAX (IEEE 802.16e) adalah dua kandidat kuat platform konektivitas menuju jaringan 4G. Meskipun demikian, keduanya masih disebut sebagai 3.9G karena belum memenuhi seluruh kriteria yang disyaratkan oleh International Telecommunication Union (ITU). Di Indonesia sendiri, Mobile WiMAX tidak diregulasi untuk diimplementasikan oleh pemerintah. Pemerintah memberikan peluang bagi Fixed WiMAX (IEEE 802.16d) dan LTE untuk bersaing memberikan kualitas layanan data tercepat bagi masyarakat.
Telkomsel sebagai operator terbesar di Indonesia berdasarkan jumlah pelanggan, adalah satu di antara sejumlah operator yang berkomitmen untuk memberikan layanan data terbaik bagi masyarakat. Mengikuti evolusi platform layanan data yang telah disebutkan sebelumnya, setelah mengimplementasikan Single Carrier HSPA+ 21Mbps tahun lalu, tahun ini Telkomsel meluncurkan kualitas layanan jaringan Dual Carrier (DC) HSPA+ berkecepatan 42Mbps plusĀ Departemen R&D mulai melakukan riset dan uji coba tentang teknologi LTE.
Di launching perkenalan teknologi DC HSPA+ dan pemulaian riset dan uji coba LTE, Telkomsel mendemokan video conference secara terbatas kecepatan layanan LTE generasi awal hingga kecepatan teoritis 70Mbps. LTE sendiri menjanjikan kecepatan maksimal 172.8 Mbps untuk antena 2×2 dan 326.4Mbps untuk antena 4×4, di mana keduanya mengutilisasi spektrum 20MHz. Menkominfo sendiri dalam acara ini menyebutkan bahwa implementasi LTE ini baru akan dilakukan paling cepat dua tahun mendatang, meskipun beberapa teman pemerhati teknologi ini meyakini bahwa LTE secara penuh baru bisa diimplementasi sekitar tahun 2015.
Saya pribadi tentunya berharap bahwa teknologi data melalui jaringan seluler tak lagi menjadi jaringan alternatif ketika jaringan fixed broadband macam Telkom Speedy atau FastNet tidak tersedia, terutama di daerah remote. Kita tahu bahwa Internet saat ini dapat menjadi akselerator bagi pembangunan. Jaringan seluler seharusnya lebih handal dan dengan kecepatan minimum tertentu untuk meningkatkan penetrasi Internet ke berbagai daerah, baik sebagai modem maupun pengaksesan melalui ponsel itu sendiri.
LTE yang berkecepatan total throughput hingga 172 Mbps, tentunya akan sia-sia jika kecepatan riil yang diperoleh konsumen perorangan kurang dari 1-3 Mbps, meskipun saya pribadi menginginkan kecepatan yang jauh lebih tinggi misalnya di atas >10Mbps, tak kalah dengan negara maju Internet di kawasan ini yaitu Jepang dan Korea Selatan. Bagaimana memberikan layanan dengan kecepatan tersebut per pengguna tentunya adalah PR utama bagi operator. Semoga ini menjadi perhatian bagi operator penyelenggara dan regulator untuk tetap memberikan yang terbaik bagi masyarakat.
Informasi lebih lanjut tentang perkembangan teknologi terkini Telkomsel dan jaringan LTE dapat diperoleh di halaman berikut ini.
Disclaimer: Tulisan ini adalah tulisan berbayar dengan tetap obyektif menampilkan realitas di masyarakat
semoga LTE ini bisa cepat terlaksana yaa, dan indonesia semakin cepat lagi internetnya