Evolusi layanan data Telkomsel

Menkominfo dengan kacamata 3D dan data streaming Telkomsel

Menkominfo dengan kacamata 3D dan data streaming Telkomsel

Saya masih ingat ketika saya memiliki layanan Internet pertama di rumah. Itu terjadi sekitar 12 tahun yang lalu. Dial up modem yang saya miliki masih menunjukkan angka 33.6 Kbps, terbaik pada waktu itu, dengan layanan menumpang jaringan telepon dan bunyi khas saat men-dial layaknya saat mengirim data melalui faksimili. Pada saat itu, tampilan Internet masih belum seperti sekarang, kebanyakan hanya berupa teks dan gambar, format Web 1.0 katanya orang-orang. Saat itu, layanan telepon seluler masih hanya untuk menelepon, untuk ber-SMS antar operator pun belum bisa.

Sekarang kita flash forward kembali ke tahun 2010. Semuanya sudah berbeda. Web 2.0, Sosial media, Layanan video streaming, broadband dengan kecepatan minimal 1Mbps, iPhone, Android, dan BlackBerry. Telepon seluer tak hanya digunakan untuk menelepon dan mengirimkan pesan teks, tapi juga sebagai modem untuk berselancar di Internet. Evolusinya bermula dari GPRS, EDGE, 3G, HSDPA, Single Carrier HSPA+, Dual Carrier HSPA+, dan kini yang paling baru dan digadang-gadang sebagai kandidat kuat untuk generasi 4 (4G), Long Term Evolution atau biasa disingkat sebagai LTE.

LTE dan Mobile WiMAX (IEEE 802.16e) adalah dua kandidat kuat platform konektivitas menuju jaringan 4G. Meskipun demikian, keduanya masih disebut sebagai 3.9G karena belum memenuhi seluruh kriteria yang disyaratkan oleh International Telecommunication Union (ITU). Di Indonesia sendiri, Mobile WiMAX tidak diregulasi untuk diimplementasikan oleh pemerintah. Pemerintah memberikan peluang bagi Fixed WiMAX (IEEE 802.16d) dan LTE untuk bersaing memberikan kualitas layanan data tercepat bagi masyarakat.

Telkomsel sebagai operator terbesar di Indonesia berdasarkan jumlah pelanggan, adalah satu di antara sejumlah operator yang berkomitmen untuk memberikan layanan data terbaik bagi masyarakat. Mengikuti evolusi platform layanan data yang telah disebutkan sebelumnya, setelah mengimplementasikan Single Carrier HSPA+ 21Mbps tahun lalu, tahun ini Telkomsel meluncurkan kualitas layanan jaringan Dual Carrier (DC) HSPA+ berkecepatan 42Mbps plus  Departemen R&D mulai melakukan riset dan uji coba tentang teknologi LTE.

Di launching perkenalan teknologi DC HSPA+ dan pemulaian riset dan uji coba LTE, Telkomsel mendemokan video conference secara terbatas kecepatan layanan LTE generasi awal hingga kecepatan teoritis 70Mbps. LTE sendiri menjanjikan kecepatan maksimal 172.8 Mbps untuk antena 2×2 dan 326.4Mbps untuk antena 4×4, di mana keduanya mengutilisasi spektrum 20MHz. Menkominfo sendiri dalam acara ini menyebutkan bahwa implementasi LTE ini baru akan dilakukan paling cepat dua tahun mendatang, meskipun beberapa teman pemerhati teknologi ini meyakini bahwa LTE secara penuh baru bisa diimplementasi sekitar tahun 2015.

Saya pribadi tentunya berharap bahwa teknologi data melalui jaringan seluler tak lagi menjadi jaringan alternatif ketika jaringan fixed broadband macam Telkom Speedy atau FastNet tidak tersedia, terutama di daerah remote. Kita tahu bahwa Internet saat ini dapat menjadi akselerator bagi pembangunan. Jaringan seluler seharusnya lebih handal dan dengan kecepatan minimum tertentu untuk meningkatkan penetrasi Internet ke berbagai daerah, baik sebagai modem maupun pengaksesan melalui ponsel itu sendiri.

LTE yang berkecepatan total throughput hingga 172 Mbps, tentunya akan sia-sia jika kecepatan riil yang diperoleh konsumen perorangan kurang dari 1-3 Mbps, meskipun saya pribadi menginginkan kecepatan yang jauh lebih tinggi misalnya di atas >10Mbps, tak kalah dengan negara maju Internet di kawasan ini yaitu Jepang dan Korea Selatan. Bagaimana memberikan layanan dengan kecepatan tersebut per pengguna tentunya adalah PR utama bagi operator. Semoga ini menjadi perhatian bagi operator penyelenggara dan regulator untuk tetap memberikan yang terbaik bagi masyarakat.

Informasi lebih lanjut tentang perkembangan teknologi terkini Telkomsel dan jaringan LTE dapat diperoleh di halaman berikut ini.

Disclaimer: Tulisan ini adalah tulisan berbayar dengan tetap obyektif menampilkan realitas di masyarakat

iPhone 4, Berubahkah Segalanya?

It Changes Everything.. Again. Ini merubah segalanya..Lagi.

Untaian kata inilah yang dipakai oleh Apple dalam memasarkan produk terbarunya, iPhone 4. Sebuah kalimat yang terkesan berani, percaya diri dan menantang untuk para pesaingnya, Namun benarkah ia adalah sebuah gadget yang fenomenal dan revolusioner? mari kita telusuri melalui ulasan singkat berikut.

Sebelum saya mulai ulasan sederhana mengenai iPhone 4, perlu digarisbawahi bahwa ulasan ini ditulis berdasarkan pengalaman menggunakan beberapa unit iPhone 4 dalam kurun waktu kurang dari 48 jam, sehingga apabila ada elemen yang dirasa kurang mendetail mohon dimaklumi.

Kemasan dan Kelengkapan

Iphone 4 in box

Sama dengan 2 edisi sebelumnya iPhone 4 dikemas dalam wadah yang relatif kecil dengan tampak muka yang didominasi oleh gambar dari iPhone 4 itu sendiri. Sedikit mengurangi kesan elegan yang biasanya terpancar dari kemasan sebuah Iphone, namun tetap terlihat menarik. Kelengkapan yang disertakan masih sama dengan edisi sebelumnya yaitu satu buah wall-charger, satu buah kabel usb untuk keperluan charging dan koneksi data, earphone, dan sebuah jarum kecil yang berfungsi untuk mengeluarkan sim-card tray.

Dimensi dan Build Quality

iPhone 4 dirancang dengan konsep “industrial design” yang tegas namun jauh dari kesan kaku.Desain ini menghilangkan lekukan lekukan yang terdapat pada edisi iPhone sebelumnya. Lapisan kaca pada bagian depan dan belakang yang dipadukan dengan garis abu abu sebagai rangka membuatnya tampak elegan. Lapisan kaca ini bermaterikan kaca tipis yang berteknologi anti-gores sehingga anda tidak perlu khawatir saat membawanya dalam kantung maupun tas tanpa pelindung ekstra berupa sarung maupun aksesoris lain. Namun begitu, saya masih yakin mereka yang over-protective tidak akan ragu mengeluarkan dana ekstra untuk melindunginya dengan lapisan plastik anti gores yang sudah tersedia di pasaran.

iPhone 4

Panjang,lebar dan besarnya ukuran layar relatif sama jika dibandingkan dengan edisi sebelumnya, satu pembeda yang cukup mencolok adalah ketebalan gadget ini yang lebih tipis dari edisi sebelumnya. Sayang sekali saya tidak dapat memberikan gambaran yang lebih mendetail mengenai ketebalan ini dibandingkan dengan iPhone 3Gs. Sebagai penggantinya, saya mencoba membandingkannya dengan gadget lain yaitu HTC desire dan Google Nexus One yang kebetulan tersedia sebagai bahan pembanding.

Meski tidak terlalu signifikan, namun pada gambar gambar dibawah terlihat jelas perbedaan ketebalan yang ada di antara beberapa device tersebut. Usaha Apple untuk membuat device berspesifikasi tinggi disertai dengan pemangkasan ketebalan dari gadget itu sendiri layak untuk kita acungi jempol. Meski sangat nyaman dipegang, bagian belakang yang berlapis kaca terkadang terasa terlalu licin yang menimbulkan rasa was-was apabila kita kurang berhati-hati saat memegangnya.

Nexus One - iPhone 4 - HTC Desire

DSCF0034-300x225

iOS4 dan Performa

Tiba saatnya untuk menyalakan gadget ini, tentunya sebelum mulai menyalakan kita harus memasukkan sebuah simcard sbagai syarat aktivasi selain koneksi dengan software iTunes, Sim tray sudah dikeluarkan dan ups…segala eforia dan excitement membuat saya lupa bahwa Iphone 4 menggunakan sim card yang berbeda ukuran dengan simcard pada umumnya yaitu microSIM card.

MicroSIM card berukuran lebih kecil daripada SIM card normal. Anda harus meminta penggantian SIM card pada operator anda untuk bisa menggunakan iPhone 4, atau sebagai alternatif anda dapat memotongnya menggunakan alat pemotong SIM card seperti ini atau memotongnya secara manual menggunakan alat bantu gunting dan cutter sesuai dengan petunjuk yang ada disini. Karena dirundung rasa penasaran yang mendalam, saya putuskan untuk menggunakan cara ketiga yaitu memotong sendiri menggunakan gunting yang sukses saya jalankan pada 3 SIM card berbeda.

Seperti telah diberitakan oleh media sebelumnya, Apple menanamkan sistem operasi terbarunya pada iPhone 4 yaitu iOS4. iOS4 membawa beberapa perubahan penting yang dinanti oleh para penggemar iPhone diantaranya adalah kemampuan multitasking dan grouping pada koleksi aplikasi yang dimiliki.

Ketika mencoba menyalakan gadget ini pertama kali saya takjub dengan layarnya yang terang,jernih dan tajam, menurut saya pribadi layarnya mengalahkan kualitas layar HTC Desire yang sebelumnya adalah gadget dengan layar terbaik yang pernah saya pegang. Pada level brightness yang sama iPhone 4 menyajikan ketajaman dan detil yang lebih baik dibandingkan HTC Desire.

Tambahan fitur sederhana yaitu mengganti background di home screen, cukup menyenangkan mengingat pada versi terdahulu fungsi ini baru bisa dijalankan apabila iPhone sudah dalam kondisi Jailbroken. Konyol memang mengharapkan fitur sederhana seperti ini pada gadget sekelas iPhone 4, namun kenyataan mengatakan bahwa baru kali ini lahh Apple “berbaik hati” mengijinkan kita melakukan sedikit kustomisasi pada tampilan.

Fitur grouping sangat nyaman digunakan, pengguna hanya perlu klik satu ikon kemudian menggesernya ke ikon lain yang akan dikelompokkan dan secara otomatis iOs4 akan membentuk sebuah folder baru berisikan kedua aplikasi tersebut, dan memberikan opsi untuk penamaan folder sesuai keinginan kita. Jika Folder yang diinginkan sudah tersedia untuk menambahkan aplikasi lain ke dalamnya pengguna hanya perlu menarik ikon aplikasi tersebut dan mengarahkannya ke folder yang dituju. Fitur ini sangat bermanfaat untuk pengguna yang ingin mengelompokkan aplikasi yang dimiliki menjadi beberapa kategori.

Fitur Email juga mendapat polesan yang cukup berguna yaitu threaded message dan unified inbox yang memungkinkan kita melihat email dari beberapa akun dalam satu inbox. Seperti edisi sebelumnya, push notification di iOS4 berjalan lancar tanpa kendala berarti, namun secara pribadi saya masih kurang nyaman menggunakan iPhone dan iOS4 sebagai mesin email, Android masih pilihan terbaik bagi saya untuk penanganan dan manajemen email.

Multitasking adalah fitur yang paling ditunggu di iPhone 4 dan iOS4. Multitasking di iOS4 sedikit unik, sistem akan menjalankan aplikasi di background dengan metode “pause” sehingga aplikasi yang berjalan di background tidak menghabiskan resource memori namun tetap dapat berpindah antar aplikasi dengan cepat (fast app switching). Sayangnya metode ini menuntut developer aplikasi untuk mengupdate kode pemrograman pada aplikasinya sehingga pada saat saya mencoba menggunakannya masih sedikit aplikasi yang dapat menjalankan fungsi ini dengan baik, namun anda tak usah khawatir, saat anda membaca ulasan ini, sudah banyak aplikasi yang terupdate dan jumlahnya terus bertambah dengan signifikan.

Dari sedikit aplikasi yang bisa memanfaatkan multitasking yang tersedia pada saat percobaan saya sempat mencoba menggunakan aplikasi dropbox dan twitter for iPhone. Aplikasi dropbox yang merupakan media penyimpanan online (cloud server service) memungkinkan proses upload dan download untuk berjalan di background di iOS4, yang artinya kita tidak perlu lagi menunggu prosesnya selesai, dan bisa berpindah ke aplikasi lain. Pada aplikasi twitter for iPhone, Fast app switching difungsikan dengan maksimal sehingga kegiatan ber-twitter menjadi jauh lebih menyenangkan dibandingkan pada iOS edisi sebelumnya. Sangat menarik untuk ditunggu pemanfaatan fitur multitasking ini pada aplikasi messenger yang tentunya akan merubah iPhone 4 menjadi messenger machine yang sangat menggoda.

Secara umum, performa yang dihasilkan oleh processor baru A4 1 Ghz yang ditanamkan oleh Apple ke dalam iPhone 4 sangat memuaskan, loading aplikasi dan fungsi fungsi lain berjalan dengan cepat dan nyaris tanpa kendala berarti. Grafis grafis berat dapat dirender dengan cepat dengan hasil yang memuaskan, browser Safari pun terkena imbasnya dengan adanya kenaikan performa utamanya di kecepatan menampilkan halaman web meskipun harus diakui masih kalah cepat jika dibandingkan dengan browser handset Android yang diperkuat sistem operasi terbaru 2.2 (froyo) pada jaringan selular atau wi-fi yang sama.

Performa multimedia sebagai video player, music player , sangat bisa diandalkan seperti pendahulunya. iPhone 4 memutar HD video dalam kualitas yang sangat baik tanpa ditemukan lag yang bisa mengganggu kenikmatan anda dalam menonton video. Hardware baru termasuk prosesor yang ditanamkan oleh Apple tampak sangat berfungsi dalam mendukung performa handset ini secara keseluruhan.

Performa Kamera

Foto

Kamera merupakan salah satu fitur utama yang mendapatkan upgrade cukup signifikan. Apple menanamkan kamera dengan sensor 5 megapixel pada iPhone 4, peningkatan dari 3,2 Megapixel pada iPhone 3GS. Selain itu Apple juga menanamkan front facing camera disisi depan untuk keperluan video call atau mengambil gambar diri sendiri (sangat berguna untuk anda yang hobi mengambil gambar diri sendiri,hehehe..). Hasil pengambilan gambar dari kamera iPhone sangat memuaskan untuk ukuran kamera ponsel, kualitas gambar yang dihasilkan cukup mumpuni baik pada kondisi di dalam ruangan maupun di luar ruangan.

nexusindoor-300x225 iphone4indoor-300x224

Gambar diatas adalah perbandingan antara hasil jepretan dua device berbeda, Di sebelah kiri adalah hasil jepretan menggunakan Google nexus one sedangkan di sebelah kanan adalah hasil jepretan dari iPhone4. Kedua gambar diambil pada lokasi yang sama dalam kondisi minim cahaya. Secara umum, kedua device manghasilkan gambar yang cukup baik, namun Google nexus one menghasilkan warna yang lebih cerah dan lebih mendekati ke warna aslinya jika dibandingkan dengan hasil dari iPhone 4 pada kondisi pencahayaan seperti ini.

nexus-outdoor-one-300x225 iphone-4-outdoor-1-300x224

Gambar diatas diambil diluar ruangan (outdoor) pada kondisi cuaca yang berawan. Sama seperti sebelumnya ,gambar di sebelah kiri adalah hasil jepretan Google Nexus One sedangkan di sebelah kanan adalah hasil jepretan iPhone 4. Menurut pendapat saya pribadi perbandingan hasil diatas menunjukkan bahwa iPhone menghandle contrast gambar lebih baik pada area outdoor, warna yang dihasilkan menjadi lebih nyata dan tajam jika dibandingkan hasil jepretan Google nexus one. Hal ini bisa kita perhatikan pada bangunan stasiun berwarna coklat yang terdapat pada gambar. Warna coklat pada bangunan tersebut tampak lebih nyata dan lebih tajam hasilnya pada gambar yg dihasilkan oleh iPhone 4.

nexus-outdoor-two-300x225 iphone-4-outdoor-2-300x224

Kedua gambar diatas diambil diluar ruangan (outdoor) pada kondisi cuaca yang lebih baik dimana sinar matahari menjadi faktor pembeda dengan gambar sebelumnya. Pada kondisi ini, lagi lagi handle contrast yang baik ditunjukkan oleh iPhone (gambar kedua) yang membuat gambar jadi tampak lebih nyata pewarnaannya.

Video

Kedua video diatas adalah perbandingan hasil video antara Google nexus one dan iPhone 4. Perlu digarisbawahi bahwa Nexus one yang dipakai adalah Nexus one standar yang belum dimodifikasi untuk mensupport 720p recording. Yang ingin saya tekankan disini adalah perbandingan hasil kedua device secara out of the box yang lazimnya digunakan oleh pengguna awam. Pada video kedua yang merupakan hasil dari iPhone 4 hasil yang diperoleh sangat mengagumkan ,ketajaman gambar dan tidak adanya frame yang patah membuat saya langsung jatuh hati, Kualitas suara yang terekam pun terdengar lebih jelas dan jernih apabila dibandingkan dengan video pertama. Singkatnya, kualitas perekaman video dari iPhone 4 bisa saya sebut outstanding atau luar biasa.

“Cara anda memegang …salah”

Beberapa jam setelah hari pertama peluncuran iPhone, saya dikejutkan dengan adanya isu sinyal telepon yang drop apabila kita memegang iphone menggunakan tangan kiri utamanya di bagian bawah. Isu ini sangat serius dan menjadi bahan pembicaraan yang hangat pada hari itu, bahkan hingga saat ini. Sebagai salah satu konsumen di hari pertama peluncuran tentunya hal ini sangat menarik perhatian saya untuk membuktikan kebenarannya. Hasil uji yang saya lakukan pada 6 device iPhone 4 yang ada di tangan, 4 Device mengalami isu tersebut pada 2 operator berbeda (Vodafone UK dan O2 UK) sementara dua device sisanya hanya bermasalah jika menggunakan jaringan milik O2 UK.

Anehnya, pada 4 device pertama yang saya sebutkan diatas, meskipun terjadi kasus sinyal drop hingga 2 bar tapi koneksi telepon masih tetap lancar digunakan di sisi saya,sementara lawan bicara saya mengatakan suara saya sedikit mengecil dibandingkan sebelumnya. Pada dua device terakhir, hilangnya sinyal juga berimbas pada jatuhnya kualitas suara saat menelepon bahkan sempat beberapa kali sambungan telepon yang saya lakukan terputus.

Dari hasil pengujian yang saya lakukan diatas, saya menarik kesimpulan bahwa isu ini memang terjadi di semua handset, tapi impact atau akibat yang dirasakan masih berbeda beda pada tiap tiap handset.Ada handset yang benar benar terimbas secara kualitas dan ada handset yang tidak mengalami imbas kualitas namun tetap mengalami penurunan sinyal. Tentu saja kita berharap Apple segera mengeluarkan solusi untuk masalah ini selain mengatakan “cara memegang anda salah” atau menawarkan bumper (aksesoris pelindung bagian rangka pinggir iPhone 4 yang dijual terpisah) sebagai solusi.

Mengenai bumper sendiri, Apple menjualnya cukup mahal yaitu £25 atau sekitar 350 ribu rupiah. Ketika bumper dipasangkan pada iPhone 4 ,memang isu penurunan sinyal tak lagi ditemukan, tapi menurut saya pribadi bumper merusak estetika iPhone 4 dengan ketebalan tambahan yang dihasilkan dari pemasangan bumper. Selain itu, harga yang terlalu mahal membuat saya menyarankan anda untuk membeli barang serupa buatan China yang sudah mulai membanjiri pasar. Secara fungsional menurut laporan seorang rekan, bumper buatan China ini mampu menghasilkan fungsi yang dicari dari bumper original keluaran Apple yaitu mencegah penurunan sinyal.

Kesimpulan

iPhone 4 adalah gadget yang sangat menggoda untuk dimiliki, terlepas dari isu penurunan sinyal, fitur fitur dan fasilitas yang ditawarkan cukup menggoda para gadget mania untuk memiliki gadget yang satu ini. Buat saya pribadi kualitas hasil perekaman video beresolusi tinggi adalah salah satu fitur penggoda yang utama tanpa mengesampingkan kelebihan kelebihan yang lain. Bagi anda pemilik iPhone 3GS , apabila video call dan video recording bukan fitur yang anda inginkan ,tampaknya anda masih bisa bersabar menunggu penurunan harga pasaran iPhone 4 di pasar lokal tanah air, sementara anda bisa upgrade ke iOs4 dan mencoba segala fitur terbarunya disana.

Tagline “It changes everything..again” mungkin adalah sebuah kalimat yang menarik dan kuat dari sudut pandang marketing. Namun bagi saya pribadi, masih banyak hal yang sama pada iPhone4 yang bisa kita temukan di edisi sebelumnya,pengalaman dalam menggunakannya pun tak banyak berubah, dan mungkin lebih tepat untuk dikatakan perubahan kali ini adalah “evolusi” dan bukan sebuah “revolusi” yang mungkin terbayang di benak kita ketika kita membaca kalimat iklan dari produk ini.

Perang tarif BlackBerry Internet Service

Masih tentang BlackBerry Internet Service (BIS), setelah sebelumnya XL Axiata menurunkan harga paket BlackBerry Internet Service bulanannya secara permanen, kini AXIS juga melakukan hal yang sama. Harga paket bulanan AXIS versi unlimited saat ini menjadi IDR 79,000 per bulan, beda tipis dengan harga “paket hemat”-nya. Secara tidak langsung, perang tarif BIS ini juga diikuti dengan penurunan harga paket data operator (APN operator) hingga ada yang berani menawarkan paket unlimited seharga IDR 25,000 per bulan untuk Fair Usage 500MB.

Di satu sisi, konsumen cukup diuntungkan dengan adanya penurunan harga paket data ini. Harga paket data yang murah biasanya mendorong konsumen untuk “konsumtif” mengambil paket ini cepat-cepat, mumpung masih belum banyak yang menggunakan katanya. Di sisi lain, peningkatan arus penggunaan data, jika tidak diimbangi dengan kestabilan dan ketersediaan bandwidth akan menimbulkan bottleneck, yang pada ujungnya justru merugikan kedua belah pihak.

Ibu Ventura Elisawati sudah membahas panjang lebar tentang masalah profit margin tipis dan sejumlah kerugian bisa yang diperoleh oleh operator dengan adanya perang tarif BIS ini. Saya setuju bahwa sebenarnya konsumen BIS ini cenderung adalah golongan menengah ke atas, kelas konsumsi A dan B yang tidak begitu price sensitive seperti laiknya konsumen promo telepon dan SMS murah beberapa waktu lalu.

Reliabilitas dan kecepatan adalah isu yang lebih penting bagi golongan ini ketimbang masalah harga. Toh selama ini, dari beberapa perbincangan yang saya lakukan dengan sesama pengguna paket BIS, orang pindah paket BIS BUKAN karena harga yang lebih murah tapi lebih ke masalah kestabilan coverage jaringan dan kecepatannya. Mohon teman-teman dari operator mencamkan lagi kalimat tersebut. Buat apa kita pindah ke operator yang menawarkan harga tarif bulanan separuh operator yang lain, jikalau kualitas jangkauan layanan dan kecepatannya juga tinggal separuhnya saja?

Saya coba menggali alternatif-alternatif, selain penurunan harga, yang dapat menjadi insentif operator untuk menarik minat pelanggan menggunakan layanan BIS-nya. Hal paling utama adalah reliabitas jaringan dan peningkatan coverage area. Data terbaru menunjukkan Telkomsel saat ini sudah kembali menjadi yang terbanyak pelanggan BIS-nya. Hal ini dipengaruhi tak lain dan tak bukan karena luasnya area pelayanan BIS hingga ke pelosok. Masyarakat cukup nyaman mengetahui bahwa BlackBerry-nya akan tetap mendapatkan GPRS atau EDGE besar jika dibawa ke daerah manapun. Ini sampai sekarang masih belum ditandingi oleh operator lain, meskipun Indosat sebagai pionir mengekor dengan ketat.

Hal kedua adalah menjamin kecepatan minimal layanan BIS-nya. Daripada mengiklankan kecepatan up to sekian Mbps, lebih baik operator menjamin hal seperti MINIMAL kecepatan yang bisa diperoleh adalah 384 Kbps untuk 2G, ataupun 1Mbps untuk 3G. Ini jauh lebih menyenangkan ketimbang mengatakan kecepatan teoritis up to sekian Mbps, tapi di jam-jam sibuk kecepatannya drop hingga cuma di bawah 100 Kbps.

Hal lain yang bisa dieksplorasi lebih lanjut adalah peningkatan kerjasama roaming internasional yang lebih luas, memungkinkan masyarakat untuk membawa layanan BIS-nya di negeri seberang tanpa khawatir tagihannya jebol. XL Axiata sudah memulainya dengan harga IDR25,000 untuk paket pascabayar saat roaming di sejumlah negara di Asia. Ada baiknya kerjasama diperluas lagi, misalnya ke Australia, dan bahkan negara-negara Eropa dan Amerika.

Solusi ultimate layanan ini adalah adanya paket global roaming, memungkinkan adanya satu harga saat dibawa bepergian ke manapun di belahan dunia ini. Paket semacam ini sudah ditawarkan oleh Verizon Wireless dari USA dan kabarnya sejumlah orang Indonesia yang memang sering sekali bepergian untuk bisnis sudah menggunakannya. IDR500,000 – 1 juta per bulan untuk layanan global roaming, kenapa tidak?

Dari penjelasan-penjelasan di atas, tampak bahwa masih ada sejumlah ruang yang bisa diambil operator sebagai nilai tambah layanannya ketimbang perang harga. Maukah alternatif-alternatif itu diambil ketimbang jor-joran menurunkan harga tanpa mempertimbangkan kualitas layanan, itulah pertanyaannya.