gadnix

blog gadget yang baik

Android GMS & Android OHD, mana yang baik untuk Indonesia?

Android

Android

Android OS yang bersifat open source dan dikembangkan oleh Google ini, ternyata memilki dua versi. Versi yang pertama adalah Android dengan GMS atau Google Mobile Services dan Android OHD atau Open Handset Distribution.

Apa Bedanya?

Android yang dilengkapi dengan Google Mobile Services (GMS) adalah Android yang didukung penuh oleh Google. Artinya di dalam ponsel Android tersebut telah dilengkapi oleh fasilitas-fasilitas yang tersinkronisasi langsung dengan Google Account kita. Beberapa contoh aplikasi tersebut antara lain, Gmail, Google Contact, Google Calendar dan Youtube. Sebagai tambahan, ponsel Android yang dilengkapi dengan GMS memiliki Android Market. Android Market itu sendiri adalah tempat dimana user bisa mengunduh atau bahkan membeli aplikasi-aplikasi untuk ponsel Android nya.

HTC Magic with Google

HTC Magic with Google

Sayangnya, Google tidak memberi lisensi GMS ini ke setiap negara. Tanah air kita Indonesia, merupakan salah satu negara yang belum mendapat lisensi GMS :(

Sementara itu Android OHD (Open Handset Distribution) adalah plain Android OS, artinya OS Android yang sangat dasar, tanpa ada support dari Google sama sekali. User masih dapat melakukan fungsi-fungsi dasar yang biasa kita dapat dari perangkat smartphone lain, akan tetapi tidak ada Google apps sama sekali, and yeah.. termasuk tidak adanya Android Market :(

Akan tetapi telah ada beberapa aplikasi dari third party developer yang mendevelop sebuah portal application pengganti dari Android Market, eg. SlideMe. Menurut saya, aplikasi tersebut cukup bagus, ada banyak aplikasi-aplikasi yang ada di Android Market, juga dapat ditemukan disana. But still, it’s not Android Market.

What do I think?

Let me say this one more time. Android without Google support , dalam hal ini tanpa GMS, is just another Smartphone OS’s. Sementara, Android dengan GMS akan memberikan pengalaman mobile yang berbeda dengan OS lain.

BUT! There’s always a but.. Menurut saya ini bisa memiliki arti yang berbeda untuk Indonesia :D

Memang, Android tanpa GMS hanyalah ponsel dengan OS canggih saja, Ingat walau tanpa GMS pun, Android OHD tetap merupakan Android OS. Yang artinya tetap merupakan OS open source yang memiliki segudang fitur dan tiap developer dapat berkontribusi secara langsung dan secara nyata terhadap OS ini.

This is good, at least untuk sisi vendor ponsel lokal, Telco companies atau developer third party lainnya.

Contoh, tidak adanya Android Market bukan berarti akhir dari Android. Developer can build one if they want, team up with a Telco Companies to develop a portal of application and mobile content.

Verdict

Menurut saya sebenarnya tidak masalah jika ponsel Android yang dijual adalah versi OHD, karena OS ini masih dapat berkembang lebih jauh lagi jika ada dukungan dari Telco Companies dan Third party developer ;)

Popularity: 2% [?]

About the Writer

Bayu Wicaksono, I'm a geek, an Android user and just another twenty something dude with some random thoughts


2 Comments

  1. lha nama android aja baru dengar bos…


  2. yeah… I thought so.. butuh sosialisasi yg lebih gencar lagi mengenai OS Android ini yah klo di Indonesia..

    but no worries.. klo emg ga ada halangan, awal tahun 2010, moga2 orang Indonesia sudah bisa lbh mengetahui apa OS buatan Google ini.. ;)

    Sony Ericsson, Motorola all will be presenting their Android phones.. :)




Your Comment