Powerful Branding untuk Toko Komputer

Di Jogja, ada beberapa dealer atau toko komputer yang sangat populer di mata mahasiswa. Beberapa nama diantaranya yaitu Computa, Harrisma, Hyper End, Quadra, dan el’s. Kelima toko ini memang memiliki perbedaan dalam banyak hal. Mulai dari lokasi dan etalase toko, produk yang dijual, hingga ke segmen pasar yang dibidik.
Powerful branding?
Meskipun begitu, ada satu kesamaan dari kelima toko komputer di atas yang sangat menarik untuk dibahas; powerful branding! Untuk urusan mendefinisikan istilah, saya akan menyerahkannya kepada Hermawan Kertajaya – guru marketing Indonesia. Tapi jika anda bertanya apa makna istilah ini dari kacamata konsumen maka saya hanya bisa menjawab bahwa powerful branding akan sangat mirip dengan kaitan antara “kaos oblong Jogja dengan dagadu”.
Jadilah yang pertama di otak konsumen
Jika anda adalah turis yang mencari dan bertanya tentang kaos oblong khas Yogya, maka hampir seratus persen orang akan menjawab, “Oh carinya di Dagadu saja mister/pak/bu/mas/mbak/dik.” Sulit, bahkan adalah hil yang mustahal bila ada yang menjawab “Wah enaknya ke C59 saja.” Gubraks!
Bagi anda yang belum tahu, pabrikan kaos beken asal Bandung yang sudah go nasional, C59 sejatinya sudah punya cabang di Yogya, yakni di Jalan dr. Sardjito dekat kampus FK UGM. Tapi siapa sih yang peduli? Jogja gitu loh …..
Bagi pecinta dan pemilik C59 saya meminta maaf yang sebesar-besarnya, tapi saya tidak berbohong. Omset Dagadu di Yogya per bulan dari hasil penjualan kaos dan cindera mata bisa mencapai MILLIARAN. Orang dalam Dagadu sendiri yang bilang kepada saya pada saat job interview. Dan lucunya mereka masih sempat-sempatnya mengatakan “kami sebenarnya masih sangat kewalahan memenuhi permintaan.” (Don’t get me wrong here. I’m actually a C59 lover.)
Mencari Dagadunya “Toko Komputer”?

Sadar atau tidak sadar, hal yang sama sebenarnya juga terjadi di dunia jual beli komputer dan produk IT. Toko-toko yang memiliki powerful branding, seperti kelima toko di atas, biasanya menikmati promosi gratis dari konsumen-konsumen mereka sendiri. Contoh sederhana,
Ronaldikin: “Eh Jo (baca: Jo untuk Paijo bukan Jonathan), kamu tahu nggak tempat beli laptop yang murah tapi bagus?” Aku sebenarnya sudah mencari ke mana-mana, tapi sampai sekarang belum dapat.”
Paijo: “Oh kalau mau cari laptop sebaiknya ke el’s saja kin. El’s memang bukan yang termurah tapi layanan purna jualnya bagus.”
Iklan bisa bohong tapi konsumen tidak
Dari cerita di atas, saya yakin anda sudah semakin paham dengan makna powerful branding bukan? Bagi anda pemilik toko, bisa jadi branding bukanlah segala-galanya, tapi saya yakin kita semua sepakat bahwa branding adalah hal yang vital bagi perkembangan usaha anda di kemudian hari. Betul apa betul?
Lalu maukah toko anda disebut-sebut seperti saya menyebut el’s di atas. Jika ya, maka anda sebaiknya juga membaca tulisan saya berikutnya, “Strategi membangun powerful branding untuk toko komputer “
Popularity: 1% [?]




RSS Feed
Twitter
Facebook Pages
1 Trackbacks/Pingbacks