Preorder BlackBerry Bold 9700 XL sudah dibuka

preorder-onyx-xl

Setelah diluncurkan secara resmi oleh RIM kemarin, XL Axiata langsung tancap gas meluncurkan halaman preorder BlackBerry Bold 9700 (sebelumnya dikenal sebagai Onyx). XL memang berambisi menjadi operator pertama di Indonesia yang meluncurkan flag carrier terbaru BlackBerry ini.

Sebelum Anda memasukkan data-data pribadi, silakan cermati syarat dan ketentuannya. Preorder hanya berlaku untuk yang tinggal di area Jabodetabek, pesanan berlaku hanya untuk 1 unit, dan pembayaran harus menggunakan kartu kredit BCA (dengan limit cukup tentunya). Jika Anda tidak memiliki kartu kredit BCA sekarang tentu pilihannya antara mendaftar sekarang, menunggu preorder selesai, atau beralih ke preorder operator lain yang segera diumumkan juga.

Benefit dari Anda yang mengikuti preorder ini, selain menjadi early adopter adalah test drive jajaran mobil Audi dan diskon di coffee club. Tentunya harus mengikuti syarat dan ketentuannya.

Tidak ada batasan waktu pre-order jadi silakan kunjungi lagi situs Nyambung Terus untuk informasi lebih lanjut. Kemungkinan besar barang bisa diperoleh konsumen di pertengahan atau akhir Desember. Harga yang disarankan oleh pihak RIM adalah IDR 6.45 juta (US$ 680), tapi kita lihat saja seberapa atraktif harga yang ditawarkan oleh operator.

Seesmic, Twitter app mungil untuk Blackberry

seesmic

Seesmic banyak dikenal orang sebagai penyedia Facebook & Twitter app (baca: Twitter client) untuk PC, tapi kali ini startup yang digawangi oleh Loic Le Meur ini juga menyediakan varian untuk Blackberry (untuk Android juga ada kok).

Aplikasi ringan ini memang masih berada dalam status beta, tapi tidak ada salahnya untuk diunduh selagi Anda menikmati Frappucino mahal di outlet Starbucks kesayangan Anda. Selain kecil, Seesmic Twitter Client juga gratis. Seperti biasa ^_^

Ok, have a nice coffee then … sorry, tweet.

[download Seesmic ]

A4

Purchase Blacksweet T-Shirt for Rp 70.000,- [here]

Sony Ericson Satio Review

sony-ericsson-satio-bordeaux-4

Sony Ericson Satio adalah ponsel yang digadang-gadang akan menjadi ponsel super dari SE di tahun 2009. Menurut ramalan, SE Satio merupakan ponsel hasil perkawinan antara Sony Cybershot dan Walkman sehingga akan menjadi ponsel paling top untuk urusan musik dan foto. Tapi benarkah itu? Gadnix merangkum dua review hebat di internet tentang gadget berkamera 12,1 MP ini. Dari review-review tersebut kami berani menyimpulkan bahwa Sony Ericsson Satio belumlah SEMPURNA! And it will never be the one …. Sorry SE.

1. CNet UK

Good

  1. Hasil jepretan kamera bisa dibilang sangat bagus untuk ukuran ponsel. Bahkan kamera SE Satio dapat mengungguli hasil jepretan kamera digital kelas menengah ke bawah (low-end digi cam).
  2. Fitur-fitur musiknya keren, lengkap dengan trackID dan PlayNow (dua fitur yang tidak terlalu signifikan di negeri yang netternya suka berkunjung ke RapidShare atau 4Shared).

Bad

  1. Layar Touchscreen tampaknya tidak terlalu responsif (orang-orang yang tidak sabar sebaiknya berpikir dua kali kalau mau membeli ponsel seperti ini).
  2. Tidak mendukung standar headphone jack 3.5 mm laiknya SE W995 Walkman Series.
  3. Stylus? Who needs it?

[Full Review ]

sony-ericsson-satio-bordeaux-5

2. Tech Radar UK

Good

  1. Hasil jepretan kamera termasuk super untuk ukuran ponsel, tapi dalam banyak hal masih belum bisa mengalahkan digi cam sekelas Olympus SP-565UZ.
  2. Koneksi internet dengan 3G terbilang mantap, tapi dengan Wi-Fi malah lebih hebat.
  3. Browser Satio melakukan proses rendering lebih baik tinimbang hampir semua browser SE lainnya.
  4. Antarmuka dan navigasi di atas Symbian S60 5th edition termasuk oke.

Bad

  1. Tidak ada headphone jack 3.5mm.
  2. Tidak mendukung dynamic scrolling ala iPhone atau Android.
  3. Touchscreen masih pakai tipe resistive alih-alih capacitive. Bakal bikin penggunanya keseringan mencat-mencet icon atau objek.
  4. Tidak mendukung format DivX or AVI.
  5. Masih pakai Stylus. Sorry, we don’t use this tool anymore.

[Full Review ]

Masih ada waktu kok buat SE untuk berbenah pada seri kedua. Bagi yang mau beli, tunggu aja versi perbaikannya.

Nokia merilis X6, ponsel entertainment super!

nokia-x6-1

Pantas aja 7 juta. Lha bagus banget sih ..

Nokia X6 termasuk salah satu armada Comes With Music Nokia untuk menyenangkan hati para penggemar ponsel-ponsel musik di seluruh dunia. Tapi sayang, fitur Comes With Music belum tersedia untuk Nokia Fanboy Indonesia. Hei, itu kan tidak masalah (kata seorang X6er Indonesia yang sedang membuka situs 4shared).

Selain didukung dengan kualitas audio ala Nokia (please jangan banding-bandingin dengan Sennheiser ), Nokia X6 yang dibanderol seharga $742 di Inggris ini juga menyertakan Symbian S60 5th edition, layar sentuh 3.2 inchi tipe capacitive, 5 MP kamera, dan 32GB memori internal.

A2

Selamat menantikan X6 wahai para Nokiyem Indonesia. Buy .

ELSE: Ponsel masa depan?

Sebuah demo yang dilakukan perusahaan berbasis Israel, Emblaze, di London yang dilansir Engadget cukup mencengangkan para penggemar gadget. Bagaimana tidak, sebuah perusahaan non-major membuat sebuah ponsel, saya lebih senang memanggilnya sebagai ELSE ketimbang First Else, yang memiliki sistem operasi yang sama sekali baru, non grid, dan bisa memiliki menu berbeda di setiap bagiannya. Saya jadi teringat tulisan Smashing Magazine tentang “the death of the (boring) blog post”, bahwa salah satu tren masa depan adalah menu yang tidak seragam dan berbeda-beda di setiap (sub)-bagiannya.

ELSE sendiri saya lihat memiliki 3 bagian menu besar. Satu yang berbentuk seperti cahaya di sisi kanan, model dua yang berbentuk menu sisi banyak tidak beraturan, dan cara ketiga yang sudah masuk ke menu konten, di mana setiap pilihan, baik media maupun kontek telepon, memiliki tiga tombol pilihan.


[tautan untuk mobile browser]

Kreatif! Justru kreativitas seperti inilah sebenarnya yang dapat menarik konsumen untuk berpaling dari iPhone. Kita tahu bahwa iPhone dibuat dengan keindahan, oleh karena itu model techie macam Android ataupun BlackBerry sebenarnya tidak akan menarik pengguna iPhone yang memang memuja keindahan dan kepiawaian dalam urusan UX (user experience) yang menjadi daya tarik Apple selama bertahun-tahun.

Ok, kita kembali lagi ke ELSE. Selain urusan UI yang ciamik, ELSE juga ditenagai dengan paket piranti keras yang memadai. Prosesor yang digunakan serupa dengan yang dipakai iPhone 3GS dan Palm Pre, resolusi layar sebagus DROID (854×480), kamera 5 megapiksel dengan kemampuan perekaman hingga 30 fps, serta batere berkapasitas lumayan 1450 mAh. Plus dikabarkan kapasitas memorinya akan mencapai 32GB. Dipastikan ELSE ini akan berjalan di atas jaringan HSDPA (dan GSM tentunya).

Yang bisa menjadi “kekhawatiran” kita adalah bagaimana perusahaan pembuat ELSE bisa bertahan untuk menjual dan memberikan pelayanan purnajual terhadap ponselnya. Kita tahu bahwa mereka bukan Apple yang memiliki dukungan finansial dan jaringan yang kuat saat pertama kali merevolusi iPhone di tahun 2007. Satu lagi, dengan spesifikasi dan hype seperti ini, adalah tidak arif jika Emblaze tidak menjanjikan peluncuran publik secepatnya — setidaknya circa Q1 2010 — karena hype seperti ini tidaklah bertahan lama.

Akankah Emblaze mampu menghadapi tantangan ini? Para penggemar gadget sangat menanti jawabannya.