Sebuah demo yang dilakukan perusahaan berbasis Israel, Emblaze, di London yang dilansir Engadget cukup mencengangkan para penggemar gadget. Bagaimana tidak, sebuah perusahaan non-major membuat sebuah ponsel, saya lebih senang memanggilnya sebagai ELSE ketimbang First Else, yang memiliki sistem operasi yang sama sekali baru, non grid, dan bisa memiliki menu berbeda di setiap bagiannya. Saya jadi teringat tulisan Smashing Magazine tentang “the death of the (boring) blog post”, bahwa salah satu tren masa depan adalah menu yang tidak seragam dan berbeda-beda di setiap (sub)-bagiannya.
ELSE sendiri saya lihat memiliki 3 bagian menu besar. Satu yang berbentuk seperti cahaya di sisi kanan, model dua yang berbentuk menu sisi banyak tidak beraturan, dan cara ketiga yang sudah masuk ke menu konten, di mana setiap pilihan, baik media maupun kontek telepon, memiliki tiga tombol pilihan.
Kreatif! Justru kreativitas seperti inilah sebenarnya yang dapat menarik konsumen untuk berpaling dari iPhone. Kita tahu bahwa iPhone dibuat dengan keindahan, oleh karena itu model techie macam Android ataupun BlackBerry sebenarnya tidak akan menarik pengguna iPhone yang memang memuja keindahan dan kepiawaian dalam urusan UX (user experience) yang menjadi daya tarik Apple selama bertahun-tahun.
Ok, kita kembali lagi ke ELSE. Selain urusan UI yang ciamik, ELSE juga ditenagai dengan paket piranti keras yang memadai. Prosesor yang digunakan serupa dengan yang dipakai iPhone 3GS dan Palm Pre, resolusi layar sebagus DROID (854×480), kamera 5 megapiksel dengan kemampuan perekaman hingga 30 fps, serta batere berkapasitas lumayan 1450 mAh. Plus dikabarkan kapasitas memorinya akan mencapai 32GB. Dipastikan ELSE ini akan berjalan di atas jaringan HSDPA (dan GSM tentunya).
Yang bisa menjadi “kekhawatiran” kita adalah bagaimana perusahaan pembuat ELSE bisa bertahan untuk menjual dan memberikan pelayanan purnajual terhadap ponselnya. Kita tahu bahwa mereka bukan Apple yang memiliki dukungan finansial dan jaringan yang kuat saat pertama kali merevolusi iPhone di tahun 2007. Satu lagi, dengan spesifikasi dan hype seperti ini, adalah tidak arif jika Emblaze tidak menjanjikan peluncuran publik secepatnya — setidaknya circa Q1 2010 — karena hype seperti ini tidaklah bertahan lama.
Akankah Emblaze mampu menghadapi tantangan ini? Para penggemar gadget sangat menanti jawabannya.
PERTAMAXXX is mine
______________________________________________
Tidak menolak kunjungan Anda ke blog saia yang lain di http://rizaherbal.wordpress.com/