Nokia umumkan 5230 dengan batere tahan lama

Perusahaan ponsel asal Finlandia, Nokia, mengumumkan ponsel musik terbarunya, 5230 di New Delhi India. Menjadi jawaban atas keinginan pecinta ponsel musik, 5230 akan dilengkapi dengan batere tahan lama hingga 33 jam untuk memainkan musik secara non-stop. Secara bentuk fisik, 5230 agak mirip dengan 5800 XpressMusic, dengan sisi belakang yang warna-warni layaknya pelangi. Nokia 5230 ini juga akan dilengkapi dengan jack universal 3.5 mm yang lazim digunakan di dunia musik stereo.

Selain itu, 5230 juga mengusung layar besar 3.2 inch, memori hingga 16GB (dengan kartu memori), dan kemudahan mengakses Ovi Store untuk mengunduh berkas-berkas musik yang segudang. Harga dasarnya adalah 149 Euro (IDR 2.1 juta) dan versi Come with Music akan hadir dengan harga 259 Euro (IDR 3.7 juta) untuk pengunduhan tanpa batas di Ovi Store. Kemungkinan besar ponsel ini akan masuk Indonesia di akhir tahun. Membidik pasar menengah, ponsel ini akan menjadi pengganti 5800 yang laris manis.

Disclaimer: tulisan ini juga dimuat di blog fring Indonesia

BlackBerry Storm 2: gunakan layar SurePress berbahan piezo-electric

Para penggemar BlackBerry, terutama Storm, tentunya tidak sabar mengikuti perkembangan terbaru dari ponsel layar sentuh satu-satunya yang dikeluarkan oleh RIM ini. Diberi nama Storm 2 9550 (masih bisa berubah namanya), Storm 2 rencananya akan diluncurkan di USA/Kanada per Oktober ini. Satu fitur menarik untuk layar SurePress-nya adalah penggunaan bahan piezo-electric untuk mendeteksi tekanan dari setiap sentuhan. Artinya multitouch-nya akan berdasarkan kekerapan dari masing-masing tekanan sebagai prioritas.

BlackBerry Storm 2 — sebelumnya berkode nama Odin — dipastikan akan memiliki Wi-Fi, sesuatu yang hilang di versi Storm yang pertama. Saya harap Storm 2 ini akan memiliki kapasitas RAM minimal 256 MB dan secara built-in terintegrasi dengan OS 5.0 untuk kenyamanan penggunaan yang optimal.

[video via Engadget Mobile]

Disclaimer: tulisan ini juga dimuat di blog fring Indonesia

Nokia Booklet 3G: siap masuki pasar netbook

Kita-kita yang selama ini tahu bahwa Nokia hanya membuat berbagai model ponsel sekarang harus menggeser paradigma bahwa Nokia adalah suatu perusahaan elektronik. Tak hanya ponsel, Nokia akhirnya meluncurkan produk notebook mini perdananya yang diberi nama Booklet 3G. Apa yang Anda bayangkan jika pembuat ponsel membuat notebook? Tentunya konvergensi yang sangat baik. Tidak salah, Booklet 3G ini akan dilengkapi dengan berbagai konektivitas layaknya suatu ponsel.

Secara fisik Booklet 3G ini akan menggunakan prosesor Intel Atom, berukuran 10.1 inch, berdimensi 264×185 mm, port HDMI, berat 1.25 kg, dan diklaim memiliki battery life hingga 12 jam. Untuk segi konektivitas, Booklet 3G mempunyai koneksi Wi-Fi b/g/n, 3G mobile broadband, Bluetooth, dan A-GPS. Sistem operasinya sendiri akan menggunakan Windows — mungkin Windows 7, serta layanan terintegrasi Ovi Services untuk pengaksesan berbagai macam konten.

Nokia Booklet 3G rencananya akan dipamerkan di ajang Nokia World 2009, 2-3 September ini di Stuttgart, Jerman. Di sini kemungkinan besar kita akan mengetahui berapa harga yang dipatok dan kapan produk ini mulai dipasarkan untuk umum. Anda tertarik?

Disclaimer: tulisan ini juga dimuat di blog fring Indonesia

Domikado, aplikasi BlackBerry one-stop-information buatan lokal

Menyambut hari kemerdekaan negara kita tercinta ini, ada kado istimewa untuk pengguna BlackBerry di Indonesia. PT Domikado membuat aplikasi BlackBerry yang memudahkan pengguna lokal untuk mengakses informasi terkini di berbagai hal. Domikado berisikan informasi tentang harga saham, kurs nilai tukar, headline berita dari berbagai sumber, Trending Topics Twitter, jadwal event, hasil pertandingan sepakbola, jadwal acara TV dan bioskop, jadwal kegiatan gym, prakiraan cuaca, dan pencarian restoran. Luar biasa bukan isinya? Tidak heran bahwa aplikasi ini sudah mendapat lebih dari 20 ribu unduhan selama akhir pekan kemarin!

Karena ini masih merupakan versi Public Beta, tentu masih ada sejumlah bug yang bisa ditemui, selain fitur yang belum disempurnakan, misalnya login. Jangan khawatir, segala permasalahan dan saran dapat langsung disampaikan kepada pihak pengembang karena aplikasi ini sendiri memberikan menu khusu untuk mengirim Email kepada Developer. Respon yang diberikan juga cepat. Jikalau ada update versi terbaru, aplikasi ini akan memberikan informasi begitu Anda menjalankannya.

Saya pribadi sangat gembira dengan kualitas aplikasi dan apresiasi yang diberikan. Menurut Ronald Ishak, CEO PT Domikado, rencananya pihak Domikado akan meluncurkan client Twitter sendiri minggu depan. Semoga bisa menyaingi produk serupa yang sudah ada. Bravo Domikado, maju terus perkembangan piranti lunak Indonesia!

Untuk mengunduh Domikado, silakan akses http://bit.ly/domikado-app dari handheld BlackBerry Anda.

Disclaimer: tulisan ini juga dimuat di blog fring Indonesia

Twitter lewat Tri? Bisa!

Anda pengguna aktif layanan microblogging Twitter? Twitter saat ini memang menjadi salah satu layanan paling ngetop di Indonesia, terbukti dengan munculnya #indonesiaunite, mbah surip, dan pendet di Trending Topics Twitter. Biasanya memang orang nge-tweet dari komputer, tapi jaman sekarang dengan kondisi yang serba mobile kebanyakan orang lebih memilih ber-twitter dengan ponsel.

Jika ponsel Anda termasuk kategori ponsel pintar (smartphone), tentu tidak sulit mencari twitter client untuk membantu hasrat Anda. Yang sulit jika ponsel yang Anda gunakan saat ini termasuk model standar yang biasanya cuma untuk telepon dan SMS. Eits, jangan kecewa dulu. Tri, sebagai operator penuh inovasi memberikan kesempatan kepada Anda untuk ber-twitter walaupun dengan ponsel standar. Gratis pula!

Solusi yang diberikan oleh Tri adalah menggunakan sarana SMS. Solusi serupa sebelumnya juga diimplementasi untuk status Facebook. Yang bisa kita lakukan dengan Twitter SMS ini adalah meng-update status, mengirimkan Direct Message, dan menerima update dari akun-akun yang kita follow. Memang tidak ada fitur @Replies, tapi setidaknya sudah cukup bukan untuk Anda yang emang “banci-status”?

Disclaimer: tulisan ini juga dimuat di blog fring Indonesia