
Ada yang salah dengan iklan di Kompas cetak hari ini (15-5-2009) di atas? Seharusnya tidak ada. RIM sebagai pembuat BlackBerry sekarang memang sedang meningkatkan animo masyarakat terhadap BlackBerry Storm yang rencananya diluncurkan bulan Mei ini melalui Indosat ternyata “ditelikung” oleh Telkomsel, operator terbesar negeri ini.
Storm sebagai ponsel BlackBerry pertama berlayar sentuh akan dijual di kisaran harga 6.99 juta –sedikit lebih murah dibanding harga pasaran resmi Bold. Telkomsel akan mengadakan pameran Storm di akhir pekan ini di Senayan City dengan bonus-bonus tertentu. Jadi apa yang salah?
- Telkomsel biasanya selalu menjadi yang terakhir meluncurkan ponsel BlackBerry. Kenyataannya demikian karena Telkomsel bukanlah operator yang memiliki kerjasama langsung dengan RIM. Selama ini jaringan server BIS Telkomsel selalu melalui operator perantara SingTel sebagai salah satu induk perusahaannya
- Telkomsel juga jualan iPhone 3G! Sejujurnya secara proses bisnis, Storm ini seharusnya “hanya” akan bersaing dengan sesama ponsel BlackBerry yang lain, seperti Bold dan Curve 8900, tapi karena Telkomsel baru beberapa waktu yang lalu meluncurkan iPhone 3G, nampaknya mau tak mau bakal ada pangsa yang beririsan karena keduanya sama-sama memiliki ponsel layar sentuh, meskipun beda segmentasi
Analisis pertama saya terhadap langkah Telkomsel ini adalah mereka sebagai operator telekomunikasi terbesar di Indonesia juga ingin diakui sebagai pemilik pangsa terbesar untuk segmen ponsel bisnis BlackBerry yang selama ini direngkuh oleh Indosat. Buat Telkomsel, posisi nomor 2 bisa jadi cukup memalukan.
Walaupun Indosat (waktu itu Satelindo) didirikan lebih dahulu, sudah bukan rahasia lagi bahwa Telkomsel adalah anak emas telekomunikasi seluler Indonesia. Keterlambatan memasuki pasar, seperti terjadi di saat peluncuran Bold dan Curve 8900, membuat Telkomsel hanya mengais pasar yang tersisa dan loyal terhadap Telkomsel (misalnya sudah menjadi pelanggan sejak lama).
Penjualan perdana artinya mengambil pasar potensial sebelum direbut oleh para pesaingnya. Sebentar lagi BlackBerry akan masuk ke pasar CDMA melalui Starone. Selain itu operator GSM lain, seperti Axis, juga sedang dalam negosiasi untuk menjadi operator partner RIM. Terlambat langkah sedikit akan menghambat langkah Telkomsel sebagai juara di kelas ini. Pasar BlackBerry dengan ARPU rata-rata yang tinggi jelas sangatlah sayang untuk dilewatkan.
Analisis berikutnya adalah bisa jadi pasar iPhone 3G ternyata belum segitunya memberikan hasil. Penjualan iPhone 3G memang meledak di Jakarta, tapi kesuksesan itu tidak diikuti di kota-kota lain. Harga yang lebih mahal dibanding harga luaran menjadi tersangka utama hasil ini. Telkomsel justru akan memberikan kompetitor internal untuk membuktikan layar sentuh mana yang lebih bagus, Storm atau iPhone 3G.
Jika iPhone 3G yang menang bisa jadi ini meningkatkan animo masyarakat untuk memilih iPhone 3G. Suatu langkah “kanibal” yang mungkin mengorbankan satu produk demi produk yang lain. Apakah Apple dan Telkomsel ataupun Telkomsel dan RIM tidak ada perjanjian apapun soal ini?
Posted via email from amirk’s posterous
Popularity: 31% [?]
Pingback: The Karimuddin » Blog Archive » Antara Keluarga, Storm dan Geng Ijo..
Pingback: gadnix / Sekilas pameran BlackBerry Storm Telkomsel