
Untuk lebih melengkapi cerita sebelumnya tentang iklan pameran BlackBerry Storm oleh Telkomsel, saya akhirnya datang melihat langsung ke Senayan City untuk melihat langsung. Secara umum, saya bisa bilang animo masyarakat cukup luar biasa. Pelanggan berjubel untuk MEMBELI, tidak hanya sekedar melihat-lihat.
Storm sendiri ditawarkan oleh Telkomsel di harga 6.99 juta (tapi di pameran nampaknya ada diskon) plus gratis 1 bulan berlangganan BIS Telkomsel. Harga ini lebih murah dibanding harga resmi Bold yang masih di kisaran angka 7 juta, meskipun BM-nya jauh lebih murah dibanding harga itu.
Dari awal masuk “gapuranya”, Telkomsel sudah mengklaim sebagai “the biggest BlackBerry operator in Indonesia”. Persis seperti dugaan saya sebelumnya, Telkomsel memang menggunakan ajang ini untuk menelikung Indosat yang menurut data terakhir masih sebagai operator dengan subscriber BlackBerry terbesar.
Telkomsel sebelumnya sudah “kecolongan” konsumen saat menjadi yang terakhir di peluncuran Bold dan Curve 8900, dan tak mau mengulangi kesalahan untuk ketiga kalinya. Penjualan lebih dulu dibanding para pesaingnya artinya merebut pangsa pasar potensial yang lebih besar. Storm di sini tentunya diharapkan mendongkrak jumlah subscriber BIS Telkomsel untuk mempertegas self-claim “the biggest BlackBerry operator” tadi.
Di booth tengah saya temui 4 handset Storm aktif yang memang diperuntukkan untuk calon pembeli. Saya pun mencoba salah satu diantaranya. Secara built factor, handset Storm memiliki tampilan yang menarik. Sangat enak untuk digenggam, lebih enak dibanding Curve 8900, meskipun tidak memiliki penutup batere senyaman Bold.
Tampilan resolusi gambarnya pun sangat baik, sama baiknya seperti Curve 8900 (480×360). Untuk front screen, Storm secara default memiliki 2 baris icons, lebih banyak dibandingkan Curve 8900 dan Bold yang hanya 1 baris. Tentunya tidak ada keyboard yang menghalangi kelegaan tampilan layarnya yang berukuran diagonal 3.25 inch.
Pertama saya tes adalah fitur accelerometer-nya. Fitur ini mulai umum digunakan terutama untuk ponsel yang menggunakan layar sentuh, di mana tampilan layar akan mengikuti gerakan tangan yang memegangnya, baik horizontal maupun vertikal. Untuk Storm sendiri, fitur ini bekerja dengan baik mengikuti arah gerakan tangan, meskipun saya akui tidak seresponsif iPhone 3G.
Fitur kameranya juga serupa dengan Curve 8900, ber-resolusi 3.2 megapiksel. Untuk bagian lain, saya kira tidak jauh berbeda dibanding 2 ponsel sebelumnya, kecuali Wi-Fi. Sangat disayangkan bahwa Storm sama sekali tidak memiliki fitur Wi-Fi sama sekali. Untung saja petinggi RIM mendengar keinginan konsumennya. Atlas atau Storm 2, yang nampaknya akan diluncurkan paling cepat akhir tahun, akan memiliki fitur Wi-Fi. Sekilas tentang Atlas ini akan dibahas di artikel yang lain.

Berikutnya yang saya tes adalah layar sentuhnya. Ini adalah fungsi critical yang membedakan Storm dengan ponsel BlackBerry lainnya. Sebagai sebuah ponsel bisnis, Storm tentunya harus capable untuk menangani input data yang cepat dan banyak. Storm harusnya dapat memenuhi ekspektasi ini.
Sayang sekali, saya –entah belum terbiasa atau memang sulit– tidak mampu untuk menulis satu baris dengan baik menggunakan virtual QWERTY keyboard yang disediakan oleh Storm. Ini sangat bertolak belakang dengan layar sentuh iPhone yang harus diakui memiliki user experience yang jauh lebih baik. Bagaimana bisa menikmati Storm jikalau menulis untuk SMS/Email/chatting saja sulit?
Sebagai kesimpulan, saya pribadi tidak terlalu tergoda dengan produk Storm ini. Ponsel BlackBerry adalah ponsel yang didesain untuk menginput data di mana saja dan kapan saja. Dedicated keyboard sampai sekarang buat saya masih menjadi solusi terbaik untuk kebutuhan tersebut.
Jikalau Anda memang minat untuk menggunakan ponsel layar sentuh, iPhone 3G buat saya memberikan kenyamanan lebih tentunya dengan harga yang lebih tinggi. Bisa jadi alternatifnya adalah menunggu hingga munculnya Storm 2 yang mungkin menawarkan layar sentuh yang lebih responsif.
Update:
Thanks to @ochels, ini ada informasi untuk meningkatkan “kenyamanan” menggunakan layar sentuh Storm. Silakan dicoba.
Pingback: gadnix / XL BB Mall meluncur, sudah dicoba?