Telkomsel ultah, iPhone turun harga

cicilan-spesial-iphone-telkomsel

Menyambut hari ulang tahun Telkomsel, yang jatuh tanggal 26 Mei kemarin, operator terbesar di Indonesia itu memberikan “kado spesial” untuk pelanggan setianya. Untuk jumlah dan periode terbatas, Telkomsel menawarkan paket iPhone 3G dengan harga IDR 1 juta lebih murah dibanding harga aslinya. Promo ini berlaku untuk varian 8GB dan 16GB.

Harga awalan 8GB akan menjadi IDR 2.999 juta, sedangkan varian 16GB menjadi IDR 3.999 juta. Cicilan ini akan dilanjutkan selama 12 bulan berikutnya dengan harga tertentu sesuai dengan paket yang dipilih. Sebelumnya Telkomsel juga menawarkan pesaing iPhone 3G, BlackBerry Storm, yang mendapatkan animo tinggi dari masyarakat Jakarta karena merupakan peluncuran perdana Storm — lebih cepat dibanding pesaingnya Indosat.

Menurut saya pribadi, promo penurunan IDR 1 juta ini tidak akan secara signifikan meningkatkan minat masyarakat, karena kebanyakan orang yang memang minat iPhone 3G either sudah membeli sebelum Telkomsel memasukkan produk ini ataupun sudah membeli saat penawaran perdana yang lalu.

Selain iPhone 3G, Telkomsel juga memberikan penawaran spesial untuk BlackBerry Curve 8900. Harga yang ditawarkan adalah IDR 5.8 juta, di bawah harga normal produk original yang biasanya di atas IDR 6 juta. FYI, harga Curve 8900 di ranah BM adalah sekitar 4.5-5 juta, tentunya tanpa garansi operator 1 tahun.

Kode Rahasia HP Nokia

nokia-e70-e61-60

Mungkin inilah sesuatu yang sering disebut dengan “pucuk dicinta ulam pun tiba”. Suatu hari, ketika saya sedang online melalui Warnet Intersat cabang Mangkuyudan Yogyakarta, saya dikejutkan dengan sebuah berkas berekstensi .rtf dengan nama “KODE HP NOKIA” yang ada di dalam My Document komputer yang sedang saya pakai.

Ketika saya lihat isinya sekilas, saya merasa tidak tertarik. Tapi setelah saya baca-baca dengan seksama, saya justru merasa bahwa berkas ini sebenarnya sangat berguna. Mungkin tidak terlalu bermanfaat bagi saya yang berprofesi sebagai seorang gadget blogger. Tapi bagi mereka yang berkecimpung di dunia servis ponsel, khususnya Nokia, berkas ini adalah berkas yang tampaknya layak untuk dijadikan pegangan.

Continue reading

HTC Dream Android dan prospek di Indonesia

htc-dream

Berita yang dilansir oleh detikinet kemarin memberikan asa baru tentang hadirnya ponsel berbasis Android di Indonesia, melengkapi BlackBerry dan iPhone. Diberitakan bahwa prinsipal HTC, sebagai pembuat HTC Dream –basis T-Mobile G1– akan memasukkan ponsel Android ke Indonesia di bulan Juni.

Tidak tertutup kemungkinan bahwa upcoming HTC Magic (yang baru-baru ini diluncurkan di Hong Kong) dan ponsel HTC berbasis Android yang lain nantinya juga masuk ke pasar Indonesia yang merupakan pasar telekomunikasi terpesat di dunia. Harga HTC Dream legal nantinya diperkirakan sekitar 6-7 juta. Sebelumnya HTC Dream sudah masuk ke pasar regional Singapore melalui SingTel.

Salah satu acuan menarik adalah HTC akan menggandeng 3 operator besar dalam penjualan produknya. Mengacu ke konstelasi telekomunikasi seluler Indonesia, kemungkinan 3 operator tersebut tidak jauh-jauh dari Telkomsel, Indosat, dan XL. Kenapa trend terbaru saat ini adalah menggandeng operator?

Alasan terbaik tentunya prinsipal tidak perlu lagi repot membuat promosi sendiri, biarlah operator bernama besar dan berbudget banyak itu yang melakukan tugasnya. Ini sangatlah menguntungkan prinsipal karena buzz yang diciptakan oleh operator-operator ini biasanya sangatlah efektif, ketimbang buzz yang dilakukan sendiri –pengecualian untuk Nokia dan Sony Ericsson.

Alasan berikutnya adalah dengan menggandeng operator, prinsipal dapat lebih leluasa menentukan paket tarif yang diinginkan. Bundling dengan cicilan 6 bulan atau 12 bulan tidaklah masalah. Harga total bukanlah faktor terbesar penentu kesuksesan penjualan suatu handset.

Bukankah suatu ponsel seharga 6 juta bisa dijual dengan harga awalan 2 juta dan cicilan 300an ribu per bulan selama setahun penuh? Berilah paket berlangganan data secara unlimited selama masa satu tahun itu, manjakan dengan bonus aplikasi dan contents, dan voila! Ponsel itu menjadi terlihat seksi bagi para gadget freaks! Tidak susahkan?

Lalu apakah HTC Dream akan “cukup” sukses di ceruk yang padat, bersaing dengan iPhone dan BlackBerry? Memang dibanding 2 nama tersebut, Android masih lebih sedikit pamornya, tapi saya yakin masih ada gadget freaks yang fanatik –terutama dengan produk Google– yang tidak akan melewatkan hadirnya handset ini secara resmi. Yang perlu dilakukan adalah mempromosikan keunggulan Android yang berbasis Linux dan memiliki aplikasi native Google yang terintegrasi, seperti push email GMail, Google Maps, dan Google Calendar.

Dengan build factor memiliki both layar sentuh dan QWERTY keyboard –sesuatu yang tidak dimiliki oleh iPhone ataupun BlackBerry– saya yakin selalu ada yang bisa ditawarkan oleh ponsel ini.

Sekilas pameran BlackBerry Storm Telkomsel

blackberry storm telkomsel booth

Untuk lebih melengkapi cerita sebelumnya tentang iklan pameran BlackBerry Storm oleh Telkomsel, saya akhirnya datang melihat langsung ke Senayan City untuk melihat langsung. Secara umum, saya bisa bilang animo masyarakat cukup luar biasa. Pelanggan berjubel untuk MEMBELI, tidak hanya sekedar melihat-lihat.

Storm sendiri ditawarkan oleh Telkomsel di harga 6.99 juta (tapi di pameran nampaknya ada diskon) plus gratis 1 bulan berlangganan BIS Telkomsel. Harga ini lebih murah dibanding harga resmi Bold yang masih di kisaran angka 7 juta, meskipun BM-nya jauh lebih murah dibanding harga itu.

Dari awal masuk “gapuranya”, Telkomsel sudah mengklaim sebagai “the biggest BlackBerry operator in Indonesia”. Persis seperti dugaan saya sebelumnya, Telkomsel memang menggunakan ajang ini untuk menelikung Indosat yang menurut data terakhir masih sebagai operator dengan subscriber BlackBerry terbesar.

Telkomsel sebelumnya sudah “kecolongan” konsumen saat menjadi yang terakhir di peluncuran Bold dan Curve 8900, dan tak mau mengulangi kesalahan untuk ketiga kalinya. Penjualan lebih dulu dibanding para pesaingnya artinya merebut pangsa pasar potensial yang lebih besar. Storm di sini tentunya diharapkan mendongkrak jumlah subscriber BIS Telkomsel untuk mempertegas self-claim “the biggest BlackBerry operator” tadi.

Di booth tengah saya temui 4 handset Storm aktif yang memang diperuntukkan untuk calon pembeli. Saya pun mencoba salah satu diantaranya. Secara built factor, handset Storm memiliki tampilan yang menarik. Sangat enak untuk digenggam, lebih enak dibanding Curve 8900, meskipun tidak memiliki penutup batere senyaman Bold.

Tampilan resolusi gambarnya pun sangat baik, sama baiknya seperti Curve 8900 (480×360). Untuk front screen, Storm secara default memiliki 2 baris icons, lebih banyak dibandingkan Curve 8900 dan Bold yang hanya 1 baris. Tentunya tidak ada keyboard yang menghalangi kelegaan tampilan layarnya yang berukuran diagonal 3.25 inch.

Pertama saya tes adalah fitur accelerometer-nya. Fitur ini mulai umum digunakan terutama untuk ponsel yang menggunakan layar sentuh, di mana tampilan layar akan mengikuti gerakan tangan yang memegangnya, baik horizontal maupun vertikal. Untuk Storm sendiri, fitur ini bekerja dengan baik mengikuti arah gerakan tangan, meskipun saya akui tidak seresponsif iPhone 3G.

Fitur kameranya juga serupa dengan Curve 8900, ber-resolusi 3.2 megapiksel. Untuk bagian lain, saya kira tidak jauh berbeda dibanding 2 ponsel sebelumnya, kecuali Wi-Fi. Sangat disayangkan bahwa Storm sama sekali tidak memiliki fitur Wi-Fi sama sekali. Untung saja petinggi RIM mendengar keinginan konsumennya. Atlas atau Storm 2, yang nampaknya akan diluncurkan paling cepat akhir tahun, akan memiliki fitur Wi-Fi. Sekilas tentang Atlas ini akan dibahas di artikel yang lain.

blackberry storm

Berikutnya yang saya tes adalah layar sentuhnya. Ini adalah fungsi critical yang membedakan Storm dengan ponsel BlackBerry lainnya. Sebagai sebuah ponsel bisnis, Storm tentunya harus capable untuk menangani input data yang cepat dan banyak. Storm harusnya dapat memenuhi ekspektasi ini.

Sayang sekali, saya –entah belum terbiasa atau memang sulit– tidak mampu untuk menulis satu baris dengan baik menggunakan virtual QWERTY keyboard yang disediakan oleh Storm. Ini sangat bertolak belakang dengan layar sentuh iPhone yang harus diakui memiliki user experience yang jauh lebih baik. Bagaimana bisa menikmati Storm jikalau menulis untuk SMS/Email/chatting saja sulit?

Sebagai kesimpulan, saya pribadi tidak terlalu tergoda dengan produk Storm ini. Ponsel BlackBerry adalah ponsel yang didesain untuk menginput data di mana saja dan kapan saja. Dedicated keyboard sampai sekarang buat saya masih menjadi solusi terbaik untuk kebutuhan tersebut.

Jikalau Anda memang minat untuk menggunakan ponsel layar sentuh, iPhone 3G buat saya memberikan kenyamanan lebih tentunya dengan harga yang lebih tinggi. Bisa jadi alternatifnya adalah menunggu hingga munculnya Storm 2 yang mungkin menawarkan layar sentuh yang lebih responsif.

Update:

Thanks to @ochels, ini ada informasi untuk meningkatkan “kenyamanan” menggunakan layar sentuh Storm. Silakan dicoba.

Telkomsel pun jualan BlackBerry Storm

telkomsel-bbstorm

Ada yang salah dengan iklan di Kompas cetak hari ini (15-5-2009) di atas? Seharusnya tidak ada. RIM sebagai pembuat BlackBerry sekarang memang sedang meningkatkan animo masyarakat terhadap BlackBerry Storm yang rencananya diluncurkan bulan Mei ini melalui Indosat ternyata “ditelikung” oleh Telkomsel, operator terbesar negeri ini.

Storm sebagai ponsel BlackBerry pertama berlayar sentuh akan dijual di kisaran harga 6.99 juta –sedikit lebih murah dibanding harga pasaran resmi Bold. Telkomsel akan mengadakan pameran Storm di akhir pekan ini di Senayan City dengan bonus-bonus tertentu. Jadi apa yang salah?

  1. Telkomsel biasanya selalu menjadi yang terakhir meluncurkan ponsel BlackBerry. Kenyataannya demikian karena Telkomsel bukanlah operator yang memiliki kerjasama langsung dengan RIM. Selama ini jaringan server BIS Telkomsel selalu melalui operator perantara SingTel sebagai salah satu induk perusahaannya
  2. Telkomsel juga jualan iPhone 3G! Sejujurnya secara proses bisnis, Storm ini seharusnya “hanya” akan bersaing dengan sesama ponsel BlackBerry yang lain, seperti Bold dan Curve 8900, tapi karena Telkomsel baru beberapa waktu yang lalu meluncurkan iPhone 3G, nampaknya mau tak mau bakal ada pangsa yang beririsan karena keduanya sama-sama memiliki ponsel layar sentuh, meskipun beda segmentasi

Analisis pertama saya terhadap langkah Telkomsel ini adalah mereka sebagai operator telekomunikasi terbesar di Indonesia juga ingin diakui sebagai pemilik pangsa terbesar untuk segmen ponsel bisnis BlackBerry yang selama ini direngkuh oleh Indosat. Buat Telkomsel, posisi nomor 2 bisa jadi cukup memalukan.

Walaupun Indosat (waktu itu Satelindo) didirikan lebih dahulu, sudah bukan rahasia lagi bahwa Telkomsel adalah anak emas telekomunikasi seluler Indonesia. Keterlambatan memasuki pasar, seperti terjadi di saat peluncuran Bold dan Curve 8900, membuat Telkomsel hanya mengais pasar yang tersisa dan loyal terhadap Telkomsel (misalnya sudah menjadi pelanggan sejak lama).

Penjualan perdana artinya mengambil pasar potensial sebelum direbut oleh para pesaingnya. Sebentar lagi BlackBerry akan masuk ke pasar CDMA melalui Starone. Selain itu operator GSM lain, seperti Axis, juga sedang dalam negosiasi untuk menjadi operator partner RIM. Terlambat langkah sedikit akan menghambat langkah Telkomsel sebagai juara di kelas ini. Pasar BlackBerry dengan ARPU rata-rata yang tinggi jelas sangatlah sayang untuk dilewatkan.

Analisis berikutnya adalah bisa jadi pasar iPhone 3G ternyata belum segitunya memberikan hasil. Penjualan iPhone 3G memang meledak di Jakarta, tapi kesuksesan itu tidak diikuti di kota-kota lain. Harga yang lebih mahal dibanding harga luaran menjadi tersangka utama hasil ini. Telkomsel justru akan memberikan kompetitor internal untuk membuktikan layar sentuh mana yang lebih bagus, Storm atau iPhone 3G.

Jika iPhone 3G yang menang bisa jadi ini meningkatkan animo masyarakat untuk memilih iPhone 3G. Suatu langkah “kanibal” yang mungkin mengorbankan satu produk demi produk yang lain. Apakah Apple dan Telkomsel ataupun Telkomsel dan RIM tidak ada perjanjian apapun soal ini?

Posted via email from amirk’s posterous