“I am Apple Mac, and I am PC”. Pasti masih inget dunk iklan itu. Di situ terlihat pertarungan yang sengit antara PC (dalam hal ini Microsoft) dan Apple tentang perkembangan teknologi. Iklan paling baru dari Microsoft ini masih saja membandingkan Apple dengan PC yang dipersenjatai oleh Windows.
Kali ini, strategi yang paling baru adalah menggunakan argumentasi harga. Di iklan disebutkan bahwa tidak ada notebook Apple yang berharga lebih murah dibanding US$ 1000, sementara dengan budget yang sama, Lauren–karakter perempuan dalam iklan ini–memperoleh sebuah notebook HP ber-Windows Vista dan masih mendapat kembalian, karena harganya “hanya” US$ 699, meskipun tentu saja kita tidak tahu apakah spesifikasi komputernya sama atau tidak.
Apakah strategi ini akan berhasil? Sampai sekarang, pertumbuhan Apple yang begitu pesat–bahkan menghasilkan rekor penjualan baru di kuartal terakhir–sangat membuat Microsoft khawatir. Hegemoninya sebagai pembuat Sistem Operasi terbesar (dan terbanyak penjualannya) semakin terancam.
Jika perbandingan fitur, seperti di iklan-iklan sebelumnya justru menjadi bumerang karena Apple bisa meyakinkan para fanboys dan konsumen baru bahwa generasi Mac terbarunya jauh lebih baik, akankah strategi “harga” ini juga menjadi bumerang untuk meningkatkan sentimen bahwa harganya murah dengan kualitas “murahan” dibanding kualitas MacOS?
Patut dicatat bahwa sistem operasi Mac baru-baru ini berhasil di-hack hanya dalam waktu 10 detik saja di ajang Kompetisi Pwn2Own. Sayangnya karena kita tahu bahwa produk Microsoft (Vista dalam hal ini) tidak lebih baik dalam hal security. Jadi, seberapa berpengaruh strategi “perang harga” yang dilancarkan oleh Microsoft ini?



