
Ternyata tidak cuma kita-kita di Indonesia yang menantikan informasi tentang iPhone 3G yang sebentar lagi bisa diperoleh secara legal melalui Telkomsel. Salah satu kompetitor smartphone Apple–Research In Motion (RIM), pembuat BlackBerry–ternyata juga memantau kemunculan iPhone di Indonesia. Salah satu buktinya adalah tercatatnya IP RIM di pencatatan pengunjung kami. IP tersebut berasal dari Waterloo, Ontario, Canada.
Entah apakah ada orang Indonesia yang bekerja di RIM ataupun ada orang Kanada yang memahami bahasa Indonesia, yang jelas hal ini menunjukkan bahwa pasar Indonesia sangatlah potensial. Ponsel di Indonesia bukanlah sekedar alat komunikasi, melainkan juga sebagai gaya hidup.
Meledaknya penjualan BlackBerry setahun terakhir ini menunjukkan bahwa sudah terjadi pergeseran minat orang Indonesia (khususnya di kota-kota besar) dari ponsel Eropa ke ponsel Amerika (USA dan Kanada). Datangnya iPhone ke Indonesia merupakan ancaman nyata bagi hegemoni BlackBerry yang pertama kali masuk ke Indonesia di tahun 2005.
Apakah yang dilakukan oleh RIM dan operator partnernya di Indonesia? Apakah peluncuran Javelin dan Kickstart sudah cukup untuk mengantisipasi beralihnya sebagian konsumen ke iPhone 3G? Sebagai informasi, Indosat adalah partner utama RIM di Indonesia. Operator lain biasanya memperoleh koneksi dengan RIM melalui induk perusahaannya, misalnya Telkomsel yang melalui Singtel.
Salam Kenal Pak/Mas Amir? ^^
Kenalkan, saya juga seorang blogger yang sedikit membahas perkembangan ponsel.
Topik yang menarik. Yang ingin saya bahas adalah mengenai kunjungan dari BlackBerry.
Saya beberapa kali juga pernah menerima kunjungan dari Ontario, Canada, dengan ISP Research In Motion beserta tulisan Blackberry tercatat di pendeteksi pengunjung blog saya. Tidak hanya itu, pernah juga blog saya kedatangan tamu dari perusahaan Nokia (mungkin).
Apakah dengan kunjungan melalui internet di salah satu blog Indonesia merupakan bukti bahwa RIM sedang memantau penjualan produk ponsel di Indonesia? Terutama iPhone? Saya sih agak sangsi. Menurut saya mungkin Orang Indonesia, atau mungkin karyawan RIM yang sedang iseng ^^.
Yang saya alami saat dikunjungi Nokia juga apakah seperti demikian? Perlu diketahui, bukan sekedar IP dari Finlandia yang tercatat di pendeteksi pengunjung blog saya, tetapi juga provider internet (ISP) yang tercatat bertuliskan perusahaan Nokia di Finland.
Makasih. Great Site!
Cuma yang bikin saya bingung kenapa ya harga barang yang masuk ke Indonesia, pasti jauh lebih mahal dibanding negara lain….. Tapi yang beli masih banyak aja, malah pake ikut ngantri2 segala…..
iya setuju gua . harga blackberry storm yang touchscreen di website harganya 250 dolar . tapi di indonesia harganya 8 juta! . kalo iphone harganya 199 dolar di website , berapa harga aslinya di indonesia ? haha