gadnix

blog gadget yang baik

iPhone vs Blackberry di tahun 2008 dan 2009

rim-blackberry-bold

Di Yahoo Top Searches 2008 wilayah Indonesia, iPhone ternyata sudah menjadi raja untuk kategori teknologi. Gadget candybar buatan Apple ini mampu mengalahkan pesaing-pesaingnya macam Nintendo Wii, Skype, Netbook, dan Macbook. Sementara itu, di tempat yang sama, Blackberry justru diletakkan di urutan kelima untuk kategori Selular bersama Nokia, SE, Motorola, Samsung.

Kategorisasi yang keliru

Bagi saya yang punya pengalaman menjadi seorang cellphone blogger di 3GWeek, saya rasa Yahoo telah melakukan kekeliruan yang cukup mendasar. Di manapun blogger menulis atau bekerja, biasanya mereka selalu menempatkan iPhone dalam posisi vis a vis dengan Blackberry. Dengan kata lain, keduanya harusnya berada di satu kategori yang sama; smartphone !

Ketika keduanya sudah diletakkan di tempat/kategori yang sama, lalu sebuah tanya besar akan muncul. Manakah diantara keduanya yang lebih populer di tahun 2008? Siapakah yang akan memenangkan pertarungan di tahun 2009? Jengg.. jengg.. jengg….

iphone 2

Jawaban dari Google Insight

Nah untuk mencari jawaban dari pertanyaan besar di atas, saya akan memanfaatkan tool keren dari Google, yakni Google Insight . Berhubung gadnix adalah blog gadgetnya Indonesia, maka di sini saya hanya akan menyajikan data untuk regional Indonesia. Jika anda tertarik dengan regional lain, silahkan mainkan sendiri Google Insight yang bisa kita pakai secara gratis.

Dan inilah hasilnya.

iphone vs bb

Merah = Blackberry
Biru = iPhone

Untuk lebih lengkap silahkan lihat di sini.

Penjelasan grafik

Awal tahun, iPhone digdaya

Dari grafik di atas, kita bisa menyaksikan bahwa ternyata Blackberry buatan RIM masih lebih unggul dibandingkan dengan iPhone. Pada bulan Januari sampai April, iPhone masih mengungguli Blackberry. lalu di bulan Mei, giliran BB yang sempat menyalip iPhone. Meski tidak terlalu signifkan.

Lantas di bulan Juni dan Juli, iPhone tampak melesat agak jauh meninggalkan BB. Anda harus maklum, di dua bulan itu, Apple baru saja meluncurkan iPhone generasi terbaru mereka yang datang dengan fitur 3G. Sesuatu yang belum pernah ada di semua seri BB kala itu.

Tengah sampai akhir tahun, iPhone merana

Kedigdayaan iPhone tampaknya hanya berhenti sampai di bulan Juli saja. Untuk lima bulan sisanya, BB selalu unggul. Bahkan tidak hanya unggul, jika kita melihat grafik di atas, BB tampaknya benar-benar membuat iPhone lesu darah. Berdasarkan pantauan saya, BB bisa sangat populer di lima bulan akhir tersebut karena Indonesia memang lagi demam dengan Blackberry.

Kala itu, orang kita tidak lagi mencari Blackberry untuk mencari tahu tentang “apa itu BB?”, tapi sudah ke beberapa hal yang semakin spesifik dan variatif. Seperti “blackberry bold”, “harga blackberry”, “telkomsel blackberry”, dan “indosat blackberry”. Hasil ini sebenarnya membuat saya jadi sedih juga karena query “XL blackberry” tampaknya tidak ada di dalam data ini.

iphone vs bb 2

iPhone vs Blackberry di tahun 2009

Sebagai seorang cellphone blogger, saya berpendapat bahwa Blackberry akan tetap unggul di tahun 2009. Alasan utamanya adalah karena gadget asal Kanada ini tampaknya telah banyak meraih kepercayaan dari para penggunanya. Selain bisa meningkatkan prestise pengguna, BB juga mampu menjadi gadget yang benar-benar berfungsi. Dengan kata lain, “It just works!”.

Nah kepercayaan dari para pengguna awal inilah yang akan menyebabkan terjadinya efek bola salju. Pertama satu orang memakai, lalu dia suka, kemudian dia memberi temannya. Eh lagi-lagi sang teman ini juga suka, kemudian dia akan memberitahukan lagi kepada teman-temannya yang lain. Semakin banyak yang memakai BB, maka akan semain sering pula orang-orang Indonesia memakai Google untuk mencari tahu hal-hal yang berkaitan dengannya. Nah efek seperti ini biasanya sulit untuk dihentikan, kecuali kalau …..

iPhone datang ke Indonesia

Tuh sudah datang…tapi impor dari Singapura atau Hong Kong. He..he..

Entah berita ini benar atau tidak (satu atau dua bulan lagi kalau benar), yang jelas saya yakin bahwa iPhone akan bisa menyaingi kedigdayaan Blackberry di Indonesia jika Apple sudah mengikhlaskan iPhone untuk dijual di sini (duh bahasanya, ngenes banget). Tapi tentu saja tidak serta merta gampang alias semudah mengedipkan mata. Ada sesuatu yang harus dilakukan oleh Apple dan rekanannya untuk mencapai itu. Apakah itu?

Menurut saya, ada satu faktor yang membuat orang Indonesia tetap menyukai BB meskipun harganya relatif mahal, yakni BB bisa berjalan di lebih dari satu operator. Nah masalahnya, bisakah Apple mengimplementasikan hal yang sama untuk Indonesia? Kalau melihat portfolio Apple dengan iPhone 3G-nya, hal ini tentunya tidak menjadi masalah. Di Australia, ada lebih dari satu operator yang bisa melayani Apple; Telstra, Optus, dan Vodafone . Sekali lagi, apakah bisa terjadi di Indonesia?

Satu iPhone tiga operator

Ssssttt… maksud saya, “Maukah si nyoya besar (Telkomsel) membagi iPhone dengan saudara-saudara tirinya (tolong email saya kalau mereka bukan saudara tiri.. he.. he…) macam Indosat, Excelcommindo atau mungkin Three?”. Kalau Telkomsel (atau operator lain) mau, maka Apple iPhone tampaknya bisa menyaingi RIM di Indonesia. Tapi kalau tidak, ah saya sungguh tidak berani mengakhiri tulisan ini dengan sebuah pernyataan yang sifatnya “ketuk palu “. Saya lebih memilih sidang pembaca gadnix untuk berkomentar bebas seputar polemik ini.

Mau?

editorial

Alhamdulillah, tulisan ini adalah post pertama gadnix di tahun 2009. Semoga gadnix tambah maju dan maju seiring dengan melimpahnya gadget dan penetrasi Internet di Indonesia. Untuk para pembaca dan kolega, gadnix mohon doanya ya!

Gadnix, gadget blognya Indonesia….

Sumber grafik

Popularity: 31% [?]

About the Writer

Wim Permana, Lulusan S1 Ilmu Komputer UGM tahun 2008. Tertarik dengan dunia Web 2.0, SEO, gadget , startup, entrepreneurship, blogging, twitter, dan social network. Saat ini masih sibuk mencari kerja dan jualan kaos. Di luar itu, Wim tetaplah seorang biker dan pujangga yang ingin sekali menulis dan menerbitkan novel yang sudah lama ada di kepalanya.


4 Comments

  1. Kalau berdasarkan top searches Yahoo atau Google, saya rasa ini tidak bisa dijadikan patokan 100% benar, karena perlu kita perhitungkan, dari sekian banyak pengguna BlackBerry ataupun iPhone di Indonesia, mana yang benar-benar mencari di search engine, lalu membeli dan memakai secara optimal, dan mana yang mencari di search engine, lalu membeli, dan memakai hanya untuk sebagai simbol prestise (in another words, gaya doang).

    Misalnya gini, bisa saja lho, satu orang BlackBerry user (optimal user) suka, lalu dia bilang ke temannya (tentunya dengan harapan temannya ini bisa mempermudah hidupnya), lalu temannya ini cuma berpikir “wah, keren juga nih”, lalu dia beli juga. Pengalaman saya sebagai iPhone user, lebih banyak yang kategori ini daripada optimal user. Orang kalau ada apa-apa bingung terus ke Roxy, bayar 100 ribu buat restore :D


  2. @bellamy, terima kasih ya sudah mengomentari. lain kali lagi ya …. soalnya komennya bagus.

    Soal keabsahan Google Insight

    Google Insight atau Google Trends memang tida cukup baik untuk dijadikan sumber data yang benar-benar valid. Maklum, bahkan Google pun mengakui ini. Tapi meskipun begitu, hasil dari Google Insight juga tidak boleh kita kesampingkan begitu saja. Naik turunnya grafik pencarian untuk sebuah query di Google sebenarnya sangat penting dan layak untuk dijadikan pertimbangan atas popularitas suatu produk di suatu negara. iPhone dan Blackberry tentu tidak terkecuali di dialamnya. Jika suatu gadget memang populer, maka akan ada kemungkinan gadget itu juga banyak dicari di Google. Tentu dengan variasi query yang berlimpah.

    Untuk membuat anda semakin percaya dengan Insight, saya persilahkan anda membandingkan antara Nokia dengan Blackberry. Melihat penetrasi nyata keduanya di pasar Indonesia, saya rasa anda akan mudah menebak gadget/brand mana yang paling banyak dicari di Indonesia; NOKIA.

    Soal optimal user

    Saya rasa keberadaan optimal user memang bisa menjadi salah faktor apakah suatu gadget memang populer ataukah tidak. Tapi hal ini tidaklah berarti bahwa jika suatu gadget hanya dipakai oleh orang-orang biasa maka ia akan turun popularitasnya. Seperti yang anda tulis sendiri dalam komentar,

    Orang kalau ada apa-apa bingung terus ke Roxy, bayar 100 ribu buat restore

    Nah, kejadian ini pun sebenarnya menunjukkan bahwa kalau lah bukan si pemiliknya yang mencari sesuatu terkait BB di Google, maka ada kemungkinan kalau si tukang servislah yang akan melakukan pencarian. dengan demikian, jika suatu gadget seperti BB sering mengalami kerusakan dan di bawa ke toko, maka dia pun akan tetap menyumbang popularitas BB di google. Nah hal inilah yang mungkin belum sempat terjadi untuk iPhone. Khususnya di tahun 2008.

    Pengguna iPhone memang ada di Indonesia, tapi belum sebanyak BB bukan?


  3. Bucky #

    Gimana dengan Palm Pre yang menyabet the best gadget di CES 2009, apakah akan menyaingi BB & iphone???


  4. @Bucky, bisa jadi Buck. Kita tunggu saja bareng2 ya… perlu waktu sebelum menganalisisnya secara mendalam.



1 Trackbacks/Pingbacks

  1. blackberry bold vs iphone « Vahron’s Blog 26 02 09

Your Comment