
Sejak 27 Desember 2008 lalu, tidak ada berita lain yang paling heboh selain berita serangan terbuka yang dilancarkan oleh pihak Israel ke Gaza atau sebaliknya. Sampai saat ini, setidaknya sudah tercatat sekitar lebih dari 1000 orang tewas dari pihak Gaza. Sementara korban dari pihak Israel tampaknya juga ada walaupun belum menyentuh angka yang sama.
Di Indonesia, negara yang mayoritasnya adalah muslim, berbagai cara sudah dilakukan oleh penduduknya untuk membantu korban perang. Khususnya bagi mereka yang berasal dari pihak Palestina. Mulai dari mengadakan unjuk rasa besar-besaran, aksi donor darah, sms berantai meminta doa, sampai yang rada unik yakni melempari simbol-simbol Israel dan USA dengan tomat atau sejenisnya (alhamdulillah mereka tidak menggunakan telur, habis mahal sih).
MUI mau memboikot produk Amerika
Sebagai ormas Islam yang punya wibawa besar di mata umat Islam Indonesia, MUI (Majelis Ulama Indonesia) tampaknya tidak ketinggalan. Salah satu inisiatif lembaga yang dipimpin oleh Drs. H. Amidhan ini adalah dengan cara memboikot produk-produk Amerika. Kenapa Amerika? Alasannya tentu saja sederhana; itu karena negara Pakde Sam ini adalah penyokong utama Israel, baik itu secara finansial maupun militer.

Memboikot Amerika berarti tidak boleh memakai Google lagi
Serius nih MUI berani memboikot?
Sebagai seorang muslim tulen (bukan muallaf), tentu saja saya sangat memahami perasaan dan posisi MUI dalam kasus ini. Dalam sebuah berita di Kompas, KH Ma’ruf Amin, Ketua Komisi Fatwa MUI sampai berkata begini,
“Israel itu keras kepala. Hanya dengan Amerika Serikat saja dia takut, seruan lembaga PBB saja, tidak dihiraukan karena Israel merasa dilindungi oleh negara besar, Amerika. Umat Islam Indonesia harus bisa mendesak Barak Obama untuk peduli dengan nasib rakyat Palestina.”
Baiklah Bapak Kiayi, saya pribadi sangat paham dengan keadaan muslim Palestina yang luluh lantak akibat perang ini. Tapi jika MUI memang berani memboikot Amerika, maka inilah yang akan terjadi.

1. Prosesor
PC atau Laptop yang ada di kantor atau dipakai oleh semua elemen MUI tidak boleh lagi menggunakan prosesor Intel atau AMD. Sebagai gantinya, MUI mungkin bisa beralih ke prosesor VIA yang dimiliki oleh orang Taiwan. Tapi maaf, kualitas dan kemampuannya memang belum bisa disandingkan dengan duo Amerika itu.
2. PC atau Laptop
MUI tidak boleh membeli komputer branded dengan merek Compaq atau HP. Gantilah dengan merk dari Asia atau dalam negeri saja; ACER, Extron, Mugen, atau Zyrex. Tapi ingat, hampir semua vendor itu juga memakai Intel atau AMD sebagai dapur pacunya.

3. Sistem Operasi dan Aplikasi Office
Mungkin ini yang agak menyakitkan, MUI tidak boleh menggunakan Microsoft Windows lagi. Selain Windows, MUI juga tidak diperkenankan untuk menggunakan aplikasi-aplikasi macam MS Word, MS Power point, MS Excel, Adobe, Corel, atau sejenisnya. Maklum, semua buatan perusahaan Amerika. Jadi jika MUI sedikit saja membelanjakan hartanya untuk semua produk-produk tersebut, maka MUI secara tidak langsung juga akan menyumbang pemasukan untuk pemerintahan USA. Berani?
Kalau berani, MUI bisa beralih ke Igos, Ubuntu atau distor Linux lainnya. Selain gratis, Linux memang hampir 100% bebas dari pengaruh Amerika.

4. Ponsel
Untuk ponsel, MUI dan semua elemen-elemennya tidak boleh lagi membeli atau menggunakan produk-produk buatan Nokia atau Motorola. Merk yang disebut belakangan memang asli Amerika, tapi khusus untuk Nokia, meskipun berasal dari Finlandia, adalah sudah bukan rahasia lagi kalau pabrik pembuat ponsel nomor satu sejagat ini adalah penyumbang dana bagi Israel.
Kalau memang berani, MUI bisa beralih ke ponsel-ponsel Taiwan, China, Korea, atau Jepang seperti SE, Samsung, LG, ZTE, ASUS, dan HTC.

5. Internet
Ketika berselancar, MUI juga sebaiknya tidak menggunakan mesin cari terkenal seperti Google, Yahoo, Ask, atau Microsoft Live Search. Maklum, semua adalah produk buatan perusahaan Amerika.
Sekali lagi, masihkah berani?
Sungguh bukannya saya ingin membuat hati MUI ciut untuk memboikot Amerika. Tapi jujur saya sendiri sebagai seorang muslim masih belum sanggup mengusung fatwa ini. Hp saya Motorola (ini sih mungkin tidak sulit untuk diganti), sistem operasi saya Windows XP (sulit pindah ke lain hati), browser saya Safari dan Google Chrome, prosesor saya AMD Athlon, mesin cari saya adalah Google, social network saya adalah Friendster dan Facebook. Terus apa lagi …… aduh ya Allah, saya jadi bingung sendiri.
Bagaimana nih, MUI ada ide? Anda muslim, mohon sumbangan ide ….. terima kasih.
Popularity: 14% [?]
Pingback: Alangkah susahnya memboikot Amerika di bidang komputer dan IT « Wim Permana
Haha ulasan dan skenario yang menarik banget.
Jangan lupa, Bapak Kiayi juga tidak boleh membelikan anak yang merengek-rengek minta iPod atau segala macam yang Amerika.
Mana ada ortu yang tahan liat anak merengek-rengek setiap hari kan?
Nah itu dia Fel, segala sesuatunya serba sulit kalau saling boikot. Tapi dalam hal ini, keresahan para Kiai memang layak kita beri tempat tersendiri. Khususnya bagi mereka yang masih ada keterikatan dengan para korban Gaza i.e. muslim.
Pingback: gadnix » Blog Archive » Wawancara dengan Kuswanto, CEO Arus Media dan blogger Make Mac
Dibantu pakai doa saja kalau begitu. Gw juga sangat heran kalau elemen masyarakat ada yang bertindak keterlaluan sampai mau pergi kesana, bantu ratusan juta lah (sarat muatan politik gr2 mo pemilu), dsb dsb.
Karena, lebih baik bantu fakir miskin dan anak terlantar yang jumlahnya masih bejibun di negeri kita sendiri. Urusin urusan negeri sendiri dulu lah baru ikut campur urus orang.
Kalau mau bantu ya bantu sewajarnya aja toh ya, betul kan?
@felix, maaf bung felix. saya rasa antara seorang Indonesia yang muslim dengan Indonesia yang non-muslim akan selalu memiliki gap dalam hal boikot atau soal bantu-membantu ini.
Mereka yang muslim, termasuk saya, hampir dipastikan akan lebih condong untuk memberi lebih banyak kepada mereka yang berada di palestina. Tentunya bukan karena muslim indonesia tidak mencintai negaranya atau sesama warganya. Tapi kalau soal palestina, sebenarnya muslim tidak hanya melihat kasus ini sebagai kasus penjajahan atau pembantaian, tapi memang sudah ada sunah/ajaran khusus dari nabi umat muslim yang berbicara soal ini.
Mungkin inilah yang membuat selisih paham terjadi, non muslim Indonesia akan bingung kenapa sampai banyak sekali bantuan yang mengucur ke palestina padahal negeri sendiri juga membutuhkan.
Saya rasa ini wajar-wajar saja. Kembali lagi, masalah ini sudah menyangkut “ibadah kepada Tuhan YME” jadi tidak semata-mata urusan kepedulian sosial laiknya program kesetiakawanan sosial nasional yang sempat berjalan di negeri ini. Ada hal-hal tetentu yang terngiang-ngiang di kepala muslim ketika melihat pembantaian di palestina yang mungkin tidak dialami oleh non muslim di Indonesia.
Semoga bisa dimaklumi,
and may peace be with you
@wim mohon jangan menstereoptikan pendapat gw menjadi pendapat noni secara umum. Itu 100% pendapat pribadi gw lho ya
Ngemeng2, gw juga menemukan pendapat seorang Islam tulen di TV yang malah tertawa keras mengenai banyaknya orang Indonesia yang akan berjihad, pergi kesana untuk membantu dsb. Orangnya bernama Gus Dur. Beliau tidak senada dengan pendapat “muslim kebanyakan”.
Saya cuman sedih membaca berita Bapak wapres tercinta kita menyumbangkan 100 juta lebih ke negara yang sedang susah. Tentunya kalau Indonesia ini sudah hampir 0% gelandangan, gw mendukung dia dan seluruh orang yang punya duit baik Islam maupun noni menyumbang ke negri manapun yang sedang kesusahan.
Ngomong2 kalau mau melihat menggunakan kacamata agama (bukan kacamata nasionalis), di negri kita yang mayoritas Islam ini; gelandangan, anak terlantar dan fakir miskin pun statistiknya kemungkinan besar juga kebanyakan beragama Islam juga tentunya kan?
Seperti kata lu, mungkin memang hanya seorang Islam saja yang baru mengerti.
NB. Ngomong2 koq jago sekali tebakannya ya kalau gw noni? :p
boikot? tapi kalau di boikot pun nantinya rakyat kita yang susah sendiri, pekerja2 di KFC, McD dan perusahaan2 amerika lainnya di indonesia kan orang kita sendiri, jadi nanti2nya kan kita juga yang susah.
negara arab saja hanya membantu doa, sumbangan dan makanan. tidak ada embel2 mau boikot. kalau negara arab mau boikot, nanti minyaknya mau jual kemana?
@felix, tentu saja saya tidak ingin menggeneralisir kamu atau yang lainnya. tapi saya bisa tahu dengan tepat karena saya sudah pernah membaca komentar yang mirip2 dengan punyamu di milis anak ilmu komputer yang satu angkatan dengan saya. rata-rata yang noni pada memakai kacamata/paham “wawasan nasional” mereka.
Dilihat dari komennya, teman2 saya yang noni juga tidak bsia disalahkan. Tapi dalam hal ini, saya juga sudah tahu kenapa bisa sampai begitu. Seorang muslim punya “wawasan islam” dan “wawasan nusantara” yang tentu saja tidak dipunyai oleh orang-orang noni yang punya “wawasan agamanya” dan “wawasan nusantara”. Wajar bukan kalau pemahaman yang dipakai seringkali berbeda.
Soal jihad aku juga kurang setuju. Dalam hal ini saya sependapat. tapi kalau ada muslim yang sudah panas kepalanya melihat masjid2 dibom atau anak2 muslim (atau non muslim) yang matanya berdarah2 dan bibirnya pecah berantakan karena serangan Israel ya silahkan saja. tapi tanggung sendiri akibatnya kalau mereka malah yang kena getahnya.
Soal gelandangan Indonesia dan wapres. Jangan takut Fel, untuk orang sekaya JK, 100 juta ini masih sedikit. bahkan mungkin itu hanya 0,00X% saja dari dana kampanyenya. Saya tidak punya bukti, tapi dugaan saya semoga saja tidak meleset-meleset amat bukan
Soal kenapa sampai banyak sekali dana yang mengalir ke palestina ketimbang gelandangan2 yang juga muslim itu adalah karena “hati” dan “emosi”. Saya rasa media massa sudah benar-benar mampu memainkan emosi semua muslim Indonesia dengan menunjukkan gambar2, info2, video-video, atau bahkan data yang cuma teks tentang pembantaian ini.
Nanti kalau media massa juga membuat sebuah publikasi besar2an tentang gelandangan2 muslim ini, maka ada kemungkinan besar jumlah dana zakat yang masuk ke BAZ (badan amil dan zakat) jug akan menggelembung.
Soal tebakan, saya tidak menebak kok Fel. Saya sudah tahu kamu ketika teman saya ingin menunjukkan tentang orang Indonesia yang berhasil menjual web based start-up nya kepada orang luar. Aku tidak salah kan? Moodmills-mu itu loh. Dulu aku adalah founder dari scholarscamp. Startup yang gagal untuk mencapai level yang dikehendaki. Aku sempat ingin mencari VC juga ketika itu.
Tapi itu adalah sejarah. Ada bangga di dalamnya, tapi kadang ada sedih juga. Maklum, founder juga manusia. Hahahahaha ….
@adi, thanks for coming mas, btw saya juga turut bersimpati jika anda adalah penggemar McD or KFC. Tapi kalau dalam kasus saya, keduanya tidak membuat saya takut karena memang kantong saya masih belum sepadan untuk harga makanan2 di sana. Maklum, saya masih bingung kenapa ayam goreng tepung plus nasi plus coke plus sambal instan dihargai dengan banderol yang mengalahkan nasi ayam padang plus nasi plus sayur plus es teh. hahahahahahaha. pajak pasti jawabannya.
Yang saya fokuskan di sini adalah risiko yang harus dihadapi oleh MUI atau bahkan umat islam jika “mereka” memang ingin total dalam memboikot amerika. Nah salah satunya ya itu, beranikah para pekerja atau elemen2 MUI tidak memakai MS Windows, entah itu ori atau tidak. Saya rasa banyak yang akan kelimpungan.
Termasuk jika mereka adalah pengguna Mac. Bukankah Apple lahir dan membayar pajak ke USA. Hahahaha… kena semua jadinya ya.
Halo Wim
salam kenal, gw mau ikut komentar
well seperti kata Aa Gym, mulailah dengan 3M (mulai dari diri sendiri, mulai dari hal terkecil, mulai hari ini) ga usah banyak omong soal nokia, microsoft, dll, semua terlalu besar untuk lu ubah.
Minimal lu bisa :
- pindahkan hosting lu ke lokal, sekarang hostingnya masih di dallas kan ya? gw cek pake traceroute
- jangan pakai domain .com, DNS .com ngacu ke luar, pakailah domain .id, DNS nya di lokal
- ga mau pakai microsoft? bisa pakai linux, well paling ga linux dibuat oleh opensource, ga kena pajak US
- jualan produk atau layanan ke US, kumpulkan dolar sebanyak2nya dari US kemudian sumbangkan bagi mereka yang memerlukan, mgkn lu bisa jadi freelance designer or programmer
bagaimana bung wim? mudah kan? just my 2 cents
@rizki, thanks atas sarannya bro. Saya setuju banget sama kamu soal ini. Memang segala sesuatunya akan lebih baik kalau dimulai dari diri sendiri dulu. Tapi sebagai seorang elemen umat, saya rasa saya juga tidaklah terlalu salah jika memang berniat untuk “mengingatkan” semua jajaran staff atau elemen2 yang ada di MUI. Semoga Allah menolong kita semua. Amin.
Gw jadi ingat kalimat yang di utarakan oleh Pak Pri, seorang kartunis di kompas, dia adalah orang yang paling terus terang yang gw temuin. Ketika di warancara di Kick Andy, diperlihatkan mengenai fatwa-fatwa MUI. Komentar Pak Pri adalah begini “Memangnya para kyai itu gak punya kerjaan lain selain ngurusin yang beginian”. Maksudnya ngurusin rakyat… Kyai harusnya mengurus moral masyarakat yang menyalahi akidah dan aturan-aturan.
Daripada ngeluarin fatwa sok pahlawan, lebih baik ajarin orang jangan buang sampah sembarangan karena kebersihan bagian daripada iman, bukan?
Ngomong “ayo Boikot” anak SD juga bisa. Anak TK pun bisa kalau disuruh. Bayi baru berojol kalo bisa ngomong pasti bisa juga. Tapi, sadar diri lah. MUI bukanlah pengusaha, ataupun parlemen. MUI bukanlah sebuah badan yang mempunyai kekuatan hukum, mau dilihat dari manapun MUI hanya dapat omong doank.
Ini sih sama aja dengan demo supir angkot yang bilang “turunkan harga bensin”!!
Emangnya ada produk bernama bensin? Yang ada itu Premium dan pertamax. Maksud saya di sini adalah, MUI salah kalau mau mendukung Palestina dengan cara boikot produk yang disangka milik israel atau amerika. Mereka gak tahu aja, kalau sekarang sebagian besar saham perusahaan eropa dan amerika dikuasai oleh orang arab dan cina.
Moral buat anak-anak, kalau mau ngomong di pikir dulu, ya.
Salut buat gadnix ngangkat beginian.
@kuswanto, wakakakaka. terima kasih udah berani komen di postku yang ini. ya memang ada benarnya juga. kalau ngomong doang sih gampang. itu juga yang saya rasakan. tapi dalam islam seorang ulama memang harus sselalu siap untuk memberi fatwa. entah itu di dengar atau tidak.
tapi dalam kapasitas saya sebagai blogger dan pengguna teknologi, tulisan ini hanya untuk mengingatkan kepada elemen2 MUI untuk melihat risiko yang harus mereka tanggung jika memang serius ingin memboikot produk2 amerika.
@wim: kalau masalah KFC dan nasi padang sih jangan di bandingin sama nasi padang kaki lima bro, coba kita bandingkan nasi padang di food court senayan city, pengalaman saya malah lebih mahal nasi padang yg sama2 menunya ayam, nasi dan teh manis dengan perbandingan KFC 1 ayam, nasi dan coca cola.
trus masalah media mengekspos palestina, masa harus di ekspos dulu utk di tolong.
tp saya bukan bermaksud berdebat dengan wim, soalnya saya setuju bahwa MUI sendiri juga bakal kerepotan bila memboikot amerika, toh komputer dan peralatan kerjanya masih based on amerika.
@adi, soal warung padang vs KFC. yang saya maksud memang bukan warung padang kaki lima. di Jogja, warung padang dengan gedung dan lokasi yang nyaman berani menjual nasi plus ayam plus sayur dengan harga 9 ribu doang. Harga ini jelas saja lebih murah ketimbang kalau saya membawa uang yang sama lalu ingin makan di KFC. Kalau makan di senayan city mah wajar. pajak gedungnya yang bikin mahal. hahahaha….
soal ekspos, entah betul atau tidak, setiap kali ada sesuatu yang hot terus-terusan ditampilkan di TV, maka emosi penonton makin terpengaruh. sudah terbukti kok di Indonesia. soal ganyang malaysia, perang irak, perang gaza, gempa jogja, gempa di cina, dst.
Soal debat boikot MUI kayaknya kita punya pandangan yang sama deh mas adi. jadi memang ga perlu debat
Pingback: gadnix / CrunchPad, TabletPC murah ala TechCrunch
haha kasihan dah amerika bangkrut, ada isu gak sampai 2015 amerika bangkrut, hutang amerika sekarang bertambah besar karena perang, masalah ekonomi dalam negrinya, belum lagi dukungan boikot produk amerika. Kalau mau indonesia maju dan kuat kita harus memilki dan mencintai poruduk nasional, jangan hanya mencari untung dari produk mereka. damai semua….
eh betul kata fatah, abis sombong banget tuh amerika. cintai produk dalam negeri, ayo maju pengusaha indonesia….
ada yang takut di boikot jangan jangan antek amerika sikat aja ……..
gue setuju boikot produk amerika biar bangkrutt… ajak teman jangan pakai produk amerika