gadnix

blog gadget yang baik

Wawancara dengan Aulia Masna, Executive Editor MacWorld Indonesia

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

aulia masna

Aulia Masna; yang berkaca mata!

Pada hari Senin ini, 22 Desember 2008, tidak hanya ibu-ibu Indonesia saja yang bergembira memeringati Hari Ibu. Kami dari gadnix juga bahagia dan beruntung karena bisa mewawancarai salah satu seleb Mac Indonesia, Aulia Masna.

Saat ini beliau menjabat sebagai executive editor untuk Majalah yang sangat prestisius bagi semua penggemar Apple, Macworld Indonesia. Selain itu, lulusan Deakin University ini juga tercatat sebagai kontributor untuk harian The Jakarta Globe . Gadnix mewawancara beliau seputar Apple, iPhone, toko Apple favoritnya, dan sampai ke sebuah kasus panjang; benarkah semua pecinta Apple membenci Microsoft?

Berikut wawancara Wim Permana (huruf bercetak tebal) dengan Aulia Masna (huruf bercetak miring) via email.

********

Sebelum masuk ke topik yang lebih hot, bolehkah kami tahu sedikit tentang diri anda?

Umm yeah, ada google & facebook. Hahaha! (petunjuk: Mas Aulia Masna mempersilahkan kita semua untuk langsung mengecek “biodatanya” di Facebook atau Google)

Sejak kapan anda menggunakan Mac dan tentu saja, Why?

Pertama kali memakai Mac itu tahun 1993, waktu itu sedang ikut program summer school ke California. Tetangga host family punya Mac dan gue beberapa kali main ke sana. Dia nunjukin gimana cara bikin gambar di komputer dia dan cara pakainya. Gue sendiri dulu komputernya masih pake DOS & Wordstar. Langsung wow!

Setelah itu berlanjut waktu sekolah di Singapore. Karena sekolah menyarankan setiap student punya notebook, minta lah gue PowerBook ke bokap tapi katanya baru dikirim kalau sudah sampai sana. Maklum ga ngerti komputer, bokap minta tolong rekan kantornya di Singapore. Ternyata yang dibeli malah Toshiba. Mau nangis rasanya. Akhirnya pinjem sana pinjem sini deh selama sekolah, sekalian coba-coba bedanya Mac & Windows. Waktu itu Windows 95 baru aja dirilis, jadi rata-rata PC notebook masih pake Windows 3. Kebanting banget tampilannya.

Cita -cita punya Mac sendiri baru tercapai waktu kuliah, beli iMac hijau 266MHz tahun 1999.

imac-medres

Inikah yang dibeli oleh Aulia Masna tahun 1999? Manisnya …

Apakah anda menggunakan Mac sebagai pengganti PC atau sedari awal memang sudah jatuh cinta dengan Mac?

Ya, awalnya memang pakai PC seperti sebagian besar pengguna komputer di dunia. Ngertinya cuma DOS waktu SD. Pas SMP ada kelas komputer, jadi asisten guru bantuin install ulang DOS & Wordstar, ngajarin Basic ke temen-temen gitu deh. Pas punya iMac, baru lah itu Toshiba dijual, jadi sekarang sudah hampir 10 tahun Mac exclusive.

Umumnya para pengguna Mac atau Apple Mania adalah orang-orang yang juga membenci Microsoft dan PC. Tanggapan Anda? Jangan-jangan Mas Aulia salah satunya ya?

Umumnya yang punya Mac ga ngerti beda antara Microsoft dan Apple. Lho kok gitu? Ya iya lah, sebagian besar pemilik Mac bukan pengguna Mac sejak lama dan mereka ga ngerti cerita di belakang Mac vs Windows, Apple vs Microsoft, dan segala macam permasalahan antitrust yang dihadapi Microsoft karena cara mereka berbisnis. Malah masih banyak yang menyangka Apple itu milik Microsoft gara-gara Microsoft membeli saham Apple tahun 1997 (itu juga karena diminta dan semua sudah dijual tahun 2002) untuk menyelesaikan kasus paten yang umurnya sudah 12 tahun. Panjang banget lah ini ceritanya, kalau mau gue cerita lain kali.

Kalau Apple mania atau veteran Apple fans yang menghindar dari software Microsoft, biasanya karena lebih mengerti keperluan masing-masing dan merasa ada software lain yang lebih memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari. Apalagi yang melek teknologi.

Gue sendiri udah ga pernah lagi buka software Microsoft. Kebutuhannya udah ga ke sana. Pake Windows cuma untuk review Google chrome, terus ga pernah lagi. Untuk ngetik udah cukup pakai TextEdit atau Bean. Spreadsheet pake Neo Office, presentasi pakai Keynote.

Anda sangat populer sebagai seorang Da’i Mac (baca: Mac Evangelist) di Indonesia. Bagaimana bisa sampai seperti itu?

DA’I? Walaaaaaaah… Wakakakaka!! Masih banyak yang lebih jago dari gue apalagi yang pada punya sertifikat resmi dari Apple.

Populer? Weleh, kesannya seleb, ngga ah, ngga ngerti deh. Gosip tu gosip!

Gue tuh sebelum kembali ke Indonesia sempet gabung ke milis id-mac yang ternyata cukup besar tapi gue adem ayem aja. Setelah di Jakarta lagi, mulai aktif nimbrung di milis sampai akhirnya diminta untuk bantu jadi moderator dan kemudian setelah id-mac jadi Apple User Group resmi, diminta jadi user group ambassador. Lama-lama penasaran sama komunitas Mac di Indonesia dan gabung sana sini, jadi semakin ngerti lah situasi komunitas Mac di Indonesia. Kerjaan juga dari dulu selalu berhubungan dengan Apple & Mac, termasuk juga ngajar Mac basics dan sekarang di Macworld Indonesia.

Dari semua produk Mac yang pernah anda pakai, produk apa yang paling anda sayangi? Why?

Produk Apple paling disayang, iPod 4G 20GB kayanya. Baterainya tahan lama, banyak membantu waktu bosen, dan kapasitas yang saat itu cukup besar sering dipakai sebagai external HD. Very handy. Sayang gosong gara2 speaker JBL. Kalau kata temen, Jebol Beli Lagi (JBL). Ya, terjadilah beneran. JBL ga mau ganti katanya salah gue. Gimana salah gue? Ga sedikit kok iPod yang jebol gara-gara speaker On Stage Micro.

Dari semua produk yang pernah dikeluarkan oleh Apple, produk apa yang menurut anda paling buruk/gagal dan paling keren/brillian?

Yang paling keren itu iPod, in this case iPod classic yang keluar tahun 2001 dan sampai sekarang sudah mencapai 6 generasi. Device yang paling oke untuk jamannya. Sebagai music player, dia mampu melakukan tugasnya dalam paket yang sangat menarik dan interface yang sangat mengesankan, apalagi integrasinya ke iTunes. Belum pernah ada alat seperti itu sampai iPod keluar. Memang bukan MP3 player pertama namun iPod lah yang pertama menjadikan integrasi hardware dan software di kategori ini begitu manis dan mudah untuk digunakan.

Berkat iPod kini ada iTunes Store yang mengalahkan seluruh toko penjual musik di Amerika bahkan raksasa retail Walmart dan veteran retail internet Amazon. Selain itu iPod membuka jalan untuk iPhone dan kita tahu seberapa besar efek iPhone di dunia telekomunikasi konsumen. Nokia dan RIM yang menjadi market leader di berbagai kategori telepon selama bertahun-tahun sekarang bersusah payah berusaha mengalahkan iPhone yang baru berumur 1.5 tahun.

Yang paling brillian ya Macintosh sendiri. Dunia komputer akan sangat berbeda tanpa Macintosh, komputer berbasis GUI pertama yang menjadi sangat populer dan berhasil merubah persepsi dunia tentang cara kerja, penggunaan dan kepemilikan sebuah komputer. Bisa dikatakan hampir seluruh perkembangan komputer dan consumer technology sekarang ini berawal dari Macintosh.

Untuk yang paling gagal, Lisa. Buruk mungkin enggak tapi gagal berat. Macintosh tidak akan hadir tanpa Lisa atau mungkin hadir dalam bentuk lain but well never know. Lisa adalah usaha Apple pertama kali untuk mengeluarkan komputer menggunakan sistem operasi berbasis GUI, tapi harganya yang hampir $10,000 tahun 1983 itu keterlaluan. Apalagi setahun kemudian Macintosh keluar dengan harga di bawah $2,500.

Selain itu ada proyek Macintosh Office tahun 1985 yang yah, gagal total. Udah sempet launch dengan iklan mahal di tahun 1985, lebih mahal dari iklan 1984 tapi hasilnya ga karuan. Macintosh Office itu konsep sebuah kantor di mana seluruh perangkat komputernya berpusat ke Macintosh dengan teknologi yang dikembangkan khusus untuk Macintosh termasuk printer, file server dan network. Apple gagal untuk menyelesaikan dan mengintegrasikan semuanya ke dalam konsep itu dalam waktu yang mereka targetkan, akhirnya teknologinya dikembangkan secara terpisah.

macbook air

Macbook Air. Masih terlalu mahal …..

Adakah produk Apple yang anda sukai tapi belum kesampaian untuk memilikinya sampai sekarang?

MacBook Air. Sempet pakai beberapa bulan karena pinjeman kantor tapi belum terbeli. Mahal bo.

Bagaimana prospek iPhone 3G di Indonesia? Bisakah ia bersaing dengan Nokia dan Blackberry?

Bersaing? Pastinya. Keluar di Indonesia? Hampir 100% kemungkinan iPhone keluar resmi walaupun beritanya simpang siur. It’s only a matter of time. Kalau bukan iPhone 3G, mungkin generasi berikutnya dengan varian yang lebih murah.

Apple dan telco Indonesia butuh ketemu di satu titik. Masalahnya Apple sangat ketat dengan aturan dan kebiasaan mereka sedangkan telco sini ga pada punya duit untuk mengakomodir rencana dan permintaan Apple. Telco mana di Indonesia yang mau dan mampu bayar 3.5 juta per unit iPhone di muka tanpa kerja sama dengan partner lain?

Adakah toko di Indonesia yang menjadi tempat belanja favorit anda untuk membeli produk-produk Apple? Alasannya?

Favorit ga ada sih, tapi yang bisa gue recommend itu iBox (termasuk adik-adiknya, Click di Jakarta & Zoom di Bandung) dan eStore. Groupnya iBox dari pengalaman gue cukup profesional, sedangkan eStore punya personal approach yang sangat baik. Click itu tempatnya barang murah tapi setahu gue mereka ga mengerjakan servis karena udah ada iBox sebagai Authorized Service Provider, jadi mereka refer ke sana atau ke induknya, Padang Digital di Menteng.

Tempat service eStore juga cukup baik namun hampir sama dengan iBox. Sebenarnya eStore & iBox sama-sama bisa jauh lebih baik lagi. Belum ada tempat service di sini yang bisa menyamai AppleStore (susah bo) tapi konsumer juga harus mengerti bahwa mereka ga bisa begitu saja mengikuti permintaan konsumen karena mereka berada di posisi yang cukup sulit.

Word of advice to consumers (baca: pesan buat konsumen), jangan minta macem-macem yang sembarangan dan semau gue ke pihak service provider. Consumers and ASP sama-sama saling membutuhkan, jadi sama-sama butuh pengertian, terutama dari pihak consumer. Tidak ada ASP yang ready stock spare parts, semua harus pesan dulu sesuai aturan Apple South Asia di Singapore.

Pernahkah memanfaatkan Amazon atau situs-situs semacamnya untuk membeli produk-produk Apple? Ada saran yang bisa dibagi mungkin jika memang pernah?

Nope. Amazon ga kirim produk teknologi ke Indonesia. Repot kalau harus pake proxy, maksudnya kirim ke temen trus dia yang kirim ke Indonesia. Males.

Di Indonesia, komunitas Mac termasuk salah satu komunitas yang aktif dan “panas”? Apakah anda ikut ambil bagian di dalamnya?

Seperti disebut di atas, gue ikut beberapa komunitas Apple. Milis id-mac dan id-apple dan forum mac.web.id. Gue juga member milis id-iphone.

Siapa atau situs/blog Apple apakah yang anda anjurkan untuk dibaca oleh para pengguna Apple Indonesia?

Macworld untuk berita, review dan opini expert. Kemudian wajib baca Daring Fireball supaya pada melek, ga sekedar komentar. Ars Technica, untuk blog yang lebih informatif. Make Mac, blog Mac lokal untuk yang lebih suka baca bahasa Indonesia, dan Mac.web.id, untuk blog Mac Indonesia yang lebih teknis tapi agak jarang diupdate.

Oh ya, situs Macworld Indonesia sudah goes online, tapi kok masih tampak tak terurus? Kenapa?

Karena harusnya belum online dan memang belum ada yang mengurus.

Apa yang akan anda lakukan kalau anda saat ini diangkat sebagai CEO Apple, Inc. menggantikan Steve Jobs?

Pertama-tama shock dulu, terus mungkin pingsan. Apple itu perusahaan yang sangat tertutup bahkan terhadap konsumer dan komunitasnya yang sangat loyal, juga terhadap para developer. Mungkin bagus untuk menciptakan kesan misterius tapi sangat tidak kondusif untuk menjalankan hubungan baik. Semua orang yang dekat dengan Apple memiliki hubungan love-hate. We love the products, we love what they do but we hate their ultra-secrecy. Bukan kerahasiaan produk, that part is okay, tapi ketertutupan mereka sebagai sebuah perusahaan dengan kepentingan publik.

0444 20innova

Steve Jobs ketika muda … punya nyali gantikan dia?

Jika yang tadi itu terlalu ketinggian, mungkin ini akan lebih baik. Apa yang akan anda lakukan kalau anda saat ini diangkat oleh Apple, Inc sebagai kepala Apple Indonesia? Apakah anda akan menyubsidi produk-produk Apple agar semakin laris atau membuka gerai Apple Store sebanyak-banyaknya? (hint: Bayangkanlah peranan Tony Chen di Microsoft Indonesia)

Kalau sebagai kepala Apple Indonesia, ya, jelas akan lebih ketat mengawasi tingkah laku reseller dan service provider. Mereka suka pada nakal denger-denger. Selain itu, gue akan berusaha mengangkat orang-orang yang mengerti pasar dan hukum di Indonesia sebagai staff atau konsultan, mengevaluasi strategi pemasaran lokal, dan mendukung lebih banyak usaha sosialisasi produk Apple di pasar. Tentunya tidak akan membuat produk Apple lebih murah, tapi menyesuaikan harga menurut target pasar yang diinginkan.

Seperti yang dikatakan oleh John Gruber, “Memang ada pasar untuk laptop $500. Tapi Apple tidak butuh melayani pasar ini seperti BMW tidak butuh melayani pasar sedan seharga $12,000.”

Terakhir, apa yang paling anda benci dari Apple? Kalaulah ada

Benci enggak, tapi berharap mereka meningkatkan konsentrasi atas pasar Indonesia.

Hampir lupa nih, ada kesan dan pesan mungkin buat gadnix?

Kalau kita mau tahu apa yang terbaru di dunia gadget, tinggal buka gizmodo atau engadget, dua raja gadget blog dunia. Gadnix bisa menawarkan perspektif lokal dan hal yang lebih relevan ke pembaca di Indonesia, seperti tentang JBC yang baru dibahas beberapa hari lalu, atau inisiatif perusahaan lokal dan internasional di pasar Indonesia. Cheers and good luck.

Oke deh Mas. Sepertinya saya jadi makin tahu apa yang harus kami lakukan ke depan. Kalimat penutup di atas kayaknya sama dengan “Hei gadnix, jangan terus-terusan menyadur punya orang dong”.

******

About Aulia Masna

Aulia Masna bisa dijumpai dan dilihat langsung di Facebook. Selain itu, anda juga bisa mengikuti aktivitas microblogging-nya di Twitter atau makroblog-nya di Posterous.

Gambar Green iMac | Steve Jobs

Popularity: 13% [?]

About the Writer

Wim Permana, Lulusan S1 Ilmu Komputer UGM tahun 2008. Tertarik dengan dunia Web 2.0, SEO, gadget , startup, entrepreneurship, blogging, twitter, dan social network. Saat ini masih sibuk mencari kerja dan jualan kaos. Di luar itu, Wim tetaplah seorang biker dan pujangga yang ingin sekali menulis dan menerbitkan novel yang sudah lama ada di kepalanya.


3 Comments

  1. Alhamdulillah, akhirnya selesai juga. Ini yang pertama.


  2. Great job! Menunggu wawancara-wawancara berikutnya ;)


  3. Thanks mas. Tunggu aja ya. Ntar bakal ada lagi kok.



5 Trackbacks/Pingbacks

  1. Interview with Aulia Masna, Executive Editor of MacWorld Indonesia « Wim Permana 22 12 08
  2. gadnix » Blog Archive » iPhone Nano untuk Indonesia? 23 12 08
  3. gadnix » Blog Archive » T-Equaliser Music T-shirt: Kaos berlogo Apple dengan Music dan equalizer 02 01 09
  4. gadnix » Blog Archive » Wawancara dengan Kuswanto, CEO Arus Media dan blogger Make Mac 18 01 09
  5. gadnix / iPhone 3G launching di Indonesia 21 03 09

Your Comment