2009: Tahunnya Android?

500px-Android-logo

Tahun 2008 akan segera berakhir. Kita tahu bahwa 2008 untuk telepon seluler didominasi oleh smartphone. Ya, smartphone. Orang tidak lagi menganggap ponsel sebagai sekedar alat komunikasi. Tidak lagi menganggap ponsel sebagai pemutar multimedia (saja). Tahun 2008 diwarnai dengan peluncuran 7 buah ponsel smartphone yang menurut saya fenomenal.

Keenam buah ponsel tersebut adalah iPhone 3G, BlackBerry Bold, Nokia E71, Sony Ericsson Xperia X1, HTC Touch Pro, Samsung Omnia, dan T-Mobile G1 (Android). Masing-masing ponsel mengusung ideologi yang berbeda, meskipun demikian unsur produktivitas sebagai bagian dari kemampuan sebuah smartphone mulai kentara. Semuanya punya kemampuan mengedit berkas-berkas kerja (office) dan memiliki kemampuan email (push dan pop).

Produktivitas

Mengapa produktivitas? Trend pekerjaan beberapa tahun terakhir adalah kemampuan mobilitas. Mobilitas dibutuhkan karena pekerjaan tidak lagi bisa diselesaikan di belakang meja cubicle. Orang membutuhkan suatu device yang mampu dibawa ke mana saja dan di mana saja. Notebook adalah terlalu besar, sedangkan netbook bukanlah alat yang bisa dimasukkan ke dalam kantong saku. Smartphone dengan kemampuan produktivitas tinggi adalah suatu pilihan.

Trend 2009

Lalu bagaimana dengan tahun 2009? Akankah trend ini berlanjut? Menurut pengamatan saya, ada 2 hal yang bisa dicermati. Trend pertama adalah trend 2008 akan tetap berlanjut, artinya smartphone dengan kemampuan produktivitas akan semakin menjadi pilihan dengan pilihan jenis yang berbeda.

Trend kedua, secara jujur saya melihat ada 3 platform–yang (sayangnya) semuanya berasal dari ranah Amerika–yang justru akan sangat merajai pasar smartphone dunia. Suka atau tidak, pengaruh ponsel Amerika sudah mulai menggeser hegemoni ponsel Eropa yang dipimpin oleh Nokia. Nokia bisa jadi akan tetap menjadi market leader untuk pasaran dunia tapi market share-nya akan semakin digerogoti. Tentu saja kita tahu bahwa ketiganya adalah iPhone, BlackBerry, dan Android.

Kenapa Android?

Di antara 3 jenis platform tersebut, platform Android memiliki karakteristik yang terbuka untuk pengembangan, berbeda dengan iPhone dan BlackBerry yang bersifat tertutup atau proprietary. Android yang diusung dan dipelopori oleh Google mendapat sokongan dari aliansi OHA (Open Handset Alliance) yang saat ini beranggotakan 47 perusahaan yang terdiri dari operator seluler, produsen handset, perusahaan software, dan produsen semikonduktor.

Ponsel perdana platform Android yang dibuat oleh HTC, T-Mobile G1, diluncurkan di Amerika Serikat dan Inggris beberapa waktu yang lalu dan mendapatkan sejumlah pro dan kontra di kalangan analis. Meskipun demikian, T-Mobile G1 diakui sebagai suatu darah segar untuk pengembangan platform smartphone yang lebih terbuka. Lalu kenapa saya mengunggulkan Android sebagai pewarna dominan tahun 2009?

Kebijakan Android sangat memungkinkan SIAPAPUN untuk mengimplementasikan Android, bahkan tanpa seijin Google sekalipun. Kebijakan ini tentu saja sejalan dengan semangat Open Source yang gaungnya semakin terasa, seperti komunitas Linux/BSD/UNIX di kalangan pengembang PC. Dengan adanya kebijakan seperti ini, mendorong produsen untuk berlomba-lomba mengimplementasikan Android dalam line up terbarunya.

Kogan Agora, Lenovo Ophone, Sony Ericsson, Motorola, Samsung, Huawei, dan ASUS, adalah sejumlah produsen device yang menggantungkan harapan di pundak Android dan akan meluncurkan produknya di tahun 2009. Dengan banyaknya produsen yang mendukung pengembangan Android, diharapkan pengembangan Android akan semakin terakselarasi dan bugs yang ada akan semakin sedikit.

iPhone dan BlackBerry?

Bagaimana dengan kompetitor Android? Apple sebagai pengembang iPhone yang fenomenal harus hati-hati karena pengalaman menunjukkan reliabilitas platform iPhone masih belum sepenuhnya sempurna, walaupun desainnya sangatlah cantik. Apple juga mempunyai kebijakan bahwa tidak boleh ada software serupa dengan software yang sudah dikembangkan oleh Apple sendiri untuk menghilangkan persaingan.

BlackBerry pun sampai saat ini masih memberikan keterbatasan bagi pengembang pihak ketiga. Dengan adanya segala keterbatasan ini, bisa jadi akan mempercepat langkah pihak ketiga untuk menyeberang ke Android dengan segala keterbukaannya.

Dengan segala optimisme yang ada, tentunya pengembang Android tidak boleh lengah. Android juga seharusnya lebih membuka diri dari sekedar menggunakan produk-produk Google untuk memberikan alternatif yang lebih banyak bagi pengguna. Dengan keterbukaan ini, bisa saja tahun depan kita temui dukungan dari sinkronisasi Microsoft Exchange, penggunaan Calendar dari pihak ketiga, ataupun penggunaan push e-mail dari email-email non Gmail. Segalanya sangatlah mungkin untuk mendorong penggunaan Android yang lebih masif.

Penutup

Akhir kata, semoga pengembangan yang eksponensial dari para produsen akan lebih memberikan manfaat nyata bagi konsumen, terutama untuk unsur produktivitasnya. Tentunya persaingan ini diharapkan tidak mengorbankan konsumen sebagai raja yang sesungguhnya.

Satu lagi, saya harapkan ada setidaknya satu ataupun dua jenis ponsel berbasis Android yang masuk ke Indonesia karena saya yakin adalah banyak pihak yang sudah mengharap-harap cemas untuk merasakan ponsel Android ini.

7 thoughts on “2009: Tahunnya Android?

  1. Punya aliansi tidak berarti bakal sukses dengan cepat gol-nya. Menurut saya, bergabungnya suatu instansi dalam suatu aliansi adalah mereka tidak ingin tertinggal jika ada apa-apa. Semua instansi pasti punya agenda jangka panjang, dan saya percaya memang semuanya beragenda jangka panjang keculai untuk kegiatan sales. Bergabung ke aliansi tidak senyana-nyana akan mengubah agenda instansi terkait. Plus,resiko yang ditanggung akan semakin besar dalam membiayai banting setir di tengah jalan.

    Bagi yang punya rencana yang sudah relatif aligned dengan Android mungkin bisa melakukan penyesuaian strategi. Bagi yang lain mungkin akan jadi wait and see.

    Bagi developer, platform ini tidak akan menarik sampai ada banyak hardware yang beredar di pasaran. Sampai hal itu terjadi, maaf, mungkin kita harus berpuas diri dengan iPhone dan Crackberry :D

    My cepek :p

  2. @amir Maaf Mas koreksi, Blackberry itu handset yang dibuat oleh RIM, perusahaan yang berasal dari Kanada bukan USA. Anyway, this is a good article. Jadi ingin juga nih nulis panjang-panjang.

    @Toni, dalam beberapa hal kamu benar, tapi kamu juga tidak boleh mengenyampingkan fakta yang terjadi di dunia komputer atau PC. Di dunia itu, Microsoft Windows ternyata bisa menjadi raja (dari segi kuantitas) karena banyaknya vendor yang mendukung mereka. Nah di dunia smartphone bisa jadi Android adalah Microsoft Windows, tapi yang berlisensi opensource.

  3. @Wim
    updated soal Amerika. Terus soal Windows Mobile, pendukungnya cuma HTC dan trend penggunanya justru semakin menurun

    @Toni
    Got your point. Mari kita lihat apa yang akan terjadi di 2009 ;)

  4. ini android keren banget dah.. gw udah coba pake di HTC T1 mobile :D
    kl kita mo develop aplikasi buat di hp yg ber OS android pake apa ya yg paling enak?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>