Notebook OLPC siap menyerbu 30 negara. Bagaimana posisi Indonesia?

Tahukah anda dengan laptop XO atau OLPC , notebook khusus yang dibangun atas prakarsa seorang ilmuwan MIT, Nicholas Negroponte?Notebook ini dibuat dan ditujukan khusus untuk anak-anak usia sekolah dasar yang memang mungkin butuh dengan perangkat bergerak laiknya notebook tapi dengan performa yang tidak seperti notebook pada umumnya.
Berdasarkan kabar terbaru yang didapat dari PC World, laptop yang akan dijual seharga $399/dua unit ini bakal menyambangi 30 negara di Benua Eropa via Amazon.com dimulai 17 November 2008. Ketiga puluh negara tersebut antara lain Austria, Belgium, Bulgaria, Cyprus, Czech Republic, Denmark, Estonia, Finland, France, Germany, Greece, Hungary, Ireland, Italy, Latvia, Lithuania, Luxembourg, Malta, Netherlands, Poland, Portugal, Romania, Russia, Slovakia, Slovenia, Spain, Sweden, Switzerland, Turkey and United Kingdom.
Bagaimana dengan Indonesia?
Dilihat dari daftar negara penerima, muncul juga pertanyaan di kepala. Kok yang menerima hanya negara eropa ya? Bukannya negara-negara di “dunia ketiga” juga butuh dengan yang kayak ginian? Nah ini yang menarik. Jadi untuk mereka yang berminat dengan laptop ini, OLPC mempersilahkan calon konsumen untuk menebusnya dengan harga $399/dua unit. Satu untuk si pembeli sementara satunya lagi untuk anak yang berada di negara berkembang.
Jika si pembeli tidak berminat untuk memilikinya (baca: hanya ingin menghibahkannya), maka OLPC bisa dibeli seharga $199/unit dan akan langsung diserahkan ke anak yang berada di negara berkembang. Contohnya adalah gambar di bawah, di mana anak-anak Rwanda sudah mencobanya.

Wah kalau sudah begini, mungkin wajar jika OLPC menjualnya ke negara-negara yang sudah maju yakni US, Kanada, dan 30 negara eropa tersebut mengingat mekanisme G1G1 (Give 1 Get 1) seperti di atas akan lebih mudah tercapai. Coba kalau dilempar ke Indonesia, waduh, mungkin banyak yang bakal komplain dengan prosedur seperti ini. Iya ga? Kita mah maunya dimurahin semua biasanya.
Kalau kita mencermati prosedur distribusi seperti ini, mungkin akan muncul lagi sebuah tanya, sebenarnya anak yang pantas untuk mendapatkan laptop ini yang seperti apa sih?
Seperti inikah?

Bagaimana pendapat anda?
Sumber: PC World | Harvard Blogs | OLPC | Image
Popularity: 8% [?]




RSS Feed
Twitter
Facebook Pages
1 Trackbacks/Pingbacks