Awas, hati-hati dengan badai BlackBerry Storm!

Ponsel full touch screen pertama besutan RIM, BlackBerry Storm , tampaknya kurang mendapat sambutan yang hangat di negeri Paman Sam. Khususnya jika kita menilik dari hasil review salah satu media terkemuka di US, NY Times.
Di koran NY Times versi online, jurnalis kawakan David Pogue menyebut Blackberry Storm sebagai “Blackberry Dud”. Wow, terdengar kasar bukan? Bagi yang kurang tahu apa itu arti “dud”, nih saya kasih bocoran.
dud:
a thing that is useless, especially because it does not work correctly:
taken from Oxford Advanced Learner’s Dictionary
Tidak hanya layarnya bung!
Pogue menyebutkan bahwa fitur touch screen yang ditawarkan Storm sebagai alasan utama kenapa ia sampai mengganti kata Storm dengan Dud. Bagi Pogue, kemampuan Storm untuk mengenali (sekaligus membagi) dua jenis/tipe sentuhan menjadi light and full touch justru membuat si hitam tampak tidak konsisten.
Selain itu, ada beberapa faktor lain yang membuat Storm tampak sungguh konyol untuk menyandang nama besar “BlackBerry”. Berikut diantaranya;
- Dalam mode portrait/vertikal, SureType keyboard yang biasanya menjadi fitur andalan RIM tidak bekerja sebagaimana mestinya.
- Fitur scrolling yang tidak sebaik iPhone atau GPhone; lambat dan akan sangat melelahkan jika anda harus menelusuri ratusan atau ribuan daftar kontak.
- Waktu reaksi yang lambat (baca: eksekusi perintah).
- Tidak mendukung Wi-Fi (jadi lupakan saja soal hotspot di Starbucks)
- Fitur Email yang biasanya menjadi andalan semua handset berlabel BlackBerry menjadi sebaliknya lagi di handset ini

Toh meskipun begitu, ternyata Storm masih memiliki beberapa kelebihan yang layak dipaparkan. Beberapa diantaranya bahkan sangat diidam-idamkan oleh para pengguna iPhone 3G atau GPhone. Nih coba lihat daftar plus yang dibuat oleh D. Pogue dalam tulisannya.
- voice dialing
- copy-and-paste (iPhone belum punya)
- programmable side buttons
- removable battery (iPhone belum punya)
- standard headphone jack (GPhone Android belum punya)
- calls are loud and clear
- kameranya punya dukungan Flash yang baik
- sudah dilengkapi dengan GPS
- layar dengan resolusi 480 x 360 pixels yang terang dan menawan
Akhirul kata, saya sungguh suka cara David Pogue mengakhiri artikelnya;
Until then, maybe Storm isn’t such a bad name for this phone. After all — it’s dark, sodden and unpredictable.
Ini memang handset yang gelap, berat, dan tidak mudah diprediksi!
Bagaimana nasib “sang badai” di Indonesia?
Sulit menebaknya, apalagi karena ia memang belum tiba di Indonesia. Tapi kalau memang RIM tidak mengeluarkan update atau perbaikan untuk software/firmware BlackBerry Storm, maka sebaiknya anda menunda dulu hasrat anda untuk membelinya. Maklum, BlackBerry itu memang bagus, tapi mahal. Jadi kalau tidak atau belum benar-benar bagus, mending jangan terburu-buru mengorbankan gaji anda sebulan hanya untuk pamer BlackBerry terbaru, oke bos?
Popularity: 16% [?]
3 Comments
3 Trackbacks/Pingbacks
- Awas, hati-hati dengan badai Blackberry Storm! « Wim Permana 27 11 08
- gadnix » Blog Archive » BlackBerry Kickstart dan BlackBerry Storm sudah hadir di Indonesia? 30 11 08
- gadnix / BlackBerry Storm, bakal menyaingi iPhone 3G di Indonesia? 14 04 09




RSS Feed
Twitter
Facebook Pages
BlackBerry tanpa QWERTY keyboard yang nyata.. seperti bukan BlackBerry saja..
Sebenernya nggak juga mas. saya yakin nanti kalau RIM sudah mengeluarkan Patch firmwarenya, insyaallah kita bakal berubah pandangan terhadap storm. Semoga….
maksud kata2 “Fitur Email yang biasanya menjadi andalan semua handset berlabel BlackBerry menjadi sebaliknya lagi di handset ini ” ini di artikel di atas apa ya?saya tidak mengerti…