
Coba Anda lihat sekali lagi. Apakah maksud dari tulisan di atas? Tentu saja blok di atas merupakan papan nama perusahaan teknologi terkenal asal Amerika Serikat, Apple. Apple yang berpusat di Cupertino, California, menggunakan “Jalan Infinite Loop No. 1″ sebagai alamat surat menyuratnya.
Jika Anda sangat awam tentang istilah pemrograman, tentunya kata-kata Infinite Loop adalah sangat asing di telinga. Apakah sebenarnya maksud dari kata-kata tersebut?
Infinite Loop secara harafiah dapat diartikan sebagai lingkaran tak terhingga. Secara konsep pemrograman, infinite loop digunakan untuk menyebut suatu kondisi di mana suatu perintah tidak akan pernah bisa terpenuhi sehingga sistem tidak dapat bekerja sebagai mestinya (tidak responsif ataupun hang). Contoh mudahnya dalam kehidupan sehari-hari adalah sebagai berikut:
Budi akan berangkat ke sekolah jika atlet-atlet Indonesia menjadi juara umum Olimpiade Beijing 2008. Karena juara umum Olimpiade Beijing 2008 adalah China dan bukan Indonesia, tentunya Budi tidak akan pernah berangkat ke sekolah.
Lalu apa hubungannya antara Apple dengan Infinite Loop? Apakah Infinite Loop berarti khusus untuk pengembangan teknologi Apple? Ternyata tidak ada hubungannya. Yang benar menurut Wikipedia, markas besar Apple terletak di jalan yang berbentuk seperti melingkar, di mana ujung awal dan ujung akhir dari jalan tersebut seolah-olah bersambungan, padahal kenyataannya tidak seperti itu.
Ini yang dinamakan sebagai Infinite Loop oleh para pegawai Apple, yang tentunya kebanyakan adalah gigs. Silakan lihat pencitraan Google Maps di bawah untuk lebih jelasnya:

Ada enam gedung yang dimiliki oleh Apple di lingkungan ini. Para pekerjanya menamakan gedung tersebut IL1 hingga IL6. Tentunya IL adalah kependekan dari Infinite Loop. Lalu diantara 6 gedung tersebut, yang mana yang merupakan kantor dari sang legenda, Steve Jobs?
Menurut tag di Wikimapia, kantor Steve terletak di salah satu sudut di IL1. Tentu saja Steve memilih tempat dengan pemandangan yang terbaik, setidaknya bagi dirinya. Sekali lagi, di kantor inilah lahir sejumlah mahakarya teknologi informasi, di antaranya komputer Mac (beserta Sistem Operasinya), pemutar musik iPod, dan telepon seluler iPhone.
Di Indonesia sendiri, Apple belumlah memiliki kantor perwakilan. Di sini Apple memasukkan produk-produknya melalui resellers yang berada di bawah lisensi PT Padang Digital. Konsekuensinya, sejumlah produk Apple berharga lebih mahal hingga US$ 100 dibanding harga aslinya di Amerika Serikat.
ammm saya sangat tertarik dengan bloa anda tentang IT.
Salam kenal…